Pangeran Bermuka Dua: Bagaimana Mohammad bin Salman Rayu Trump untuk Habisi Iran

Liberty Jemadu

Senin, 02 Maret 2026 | 13:51 WIB
Pangeran Bermuka Dua: Bagaimana Mohammad bin Salman Rayu Trump untuk Habisi Iran
Pangeran Mohammad bin Salman disebut merayu Presiden Donald Trump selama beberapa bulan terakhir untuk menyerang Iran, meski di hadapan media ia berjanji akan mengupayakan penyelesaian damai atas konflik di Teluk. [Tangkapan layar Youtube The White House]
  • Pangeran Bin Salman berjanji kepada Presiden Iran tidak akan mengizinkan serangan dari wilayah Saudi, namun melobi Trump untuk menyerang Iran.
  • Bin Salman bersama Netanyahu membujuk Presiden Trump menyerang Iran pada Januari-Februari 2026 karena takut Iran makin kuat.
  • Upaya lobi tersebut memicu serangan militer besar AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026), menewaskan Pemimpin Besar Iran.

Suara.com - Pada Januari lalu media-media internasional melaporkan percakapan telepon antara pemimpin de facto Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dalam komunikasi itu Bin Salman menegaskan Arab Saudi tidak akan mengizinkan wilayah udara dan teritorinya digunakan untuk melancarkan serangan atas Iran.

Kepada Pezeshkian Bin Salman menekankan Arab Saudi mendukung "upaya penyelesaian perbedaan melalui dialog" demi memperkokoh stabilitas di kawasan Teluk.

Tapi apa yang dikatakan kepada Pezeshkian berbeda sama sekali dengan apa yang dilakukan Bin Salman di balik layar.

Seperti diwartakan The Washington Post (WP) pada Minggu (1/3/2026), Bin Salman merupakan salah satu aktor yang tanpa lelah membujuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melancarakan serangan militer ke Iran, seperti yang terjadi pada akhir pekan kemarin hingga saat ini.

Menurut empat orang sumber yang diwawancarai WP, Bin Salman dan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu berkolaborasi merayu Trump untuk melancarkan serangan militer pamungkas terhadap Iran.

Setidaknya selama Januari - Februari kemarin, Bin Salman beberapa kali menelepon Trump secara pribadi meminta agar AS bersama Israel melancarakan serangan ke Iran. Sementara Netanyahu secara terbuka berkali-kali mendesak AS agar segara menyerang Iran.

Dalam percakapan dengan Trump, Bin Salman menakut-nakuti Presiden AS itu bahwa Iran akan bangkit lebih kuat dan lebih membahayakan Amerika Serikat jika tidak diserang saat ini, ketika kekuatan militernya sedang rapuh akibat serangan AS & Israel pada tahun lalu dan kekacauan di dalam negeri akibat ekonomi yang ambruk.

Desakkan Mohammad bin Salman itu kemudian diperkuat oleh masukkan dari Menteri Pertahanan Saudi, Khalid bin Salman yang tak lain adalah saudara sang Putra Mahkota. Khalid dalam pertemuan dengan para pejabat AS di Washington pada Januari lalu mengatakan ada ancaman nyata jika Iran tidak dihabisi saat ini.

Tetapi informasi ini dibantah oleh Saudi. Seorang pejabat yang diwawancarai WP mengatakan pihaknya selaluu mendukung upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang kredibel dengan Iran.

"Tidak sekali pun kami, dalam komunikasi kami dengan pemerintahan Trump, melobi sang presiden untuk mengadopsi kebijakan berbeda," kata pejabat tersebut.

Upaya dua aktor utama ini berujung pada serangan militer besar-besaran AS dan Israel sejak Sabtu (28/2/2026) kemarin. Di hari pertama serangan, Pemimpin Besar Iran Ayataollah Ali Khamenei tewas bersama sejumlah pejabat tinggi Iran.

Trump disebut sempat gamang untuk menyrang Iran. Alasannya karena intelijen AS mengatakan bahwa militer Iran tidak memiliki kekuatan mengancam wilayah Amerika Serikat hingga satu dekade mendatang.

Operasi militer yang kini berlangsung itu disebut keluar dari pakem AS selama setidaknya beberapa dekade terakhir, yang tidak mau mengerahkan segala kekuatan untuk menjatuhkan rezim di sebuah negara besar.

Kebijakan ini juga disebut bukan gaya militer Trump - berbeda dari misalnya Presiden George Bush yang punya ambisi petualangan militer lebih besar saat menyerang Afghanistan dan Irak.

"Tidak ada presiden yang mau melakukan apa yang saya lakukan malam ini. Kini kalian memiliki presiden yang memberikan apa saja yang kalian mau," kata Trump dalam pidatonya pada Sabtu malam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eskalasi Timur Tengah Memanas, Inggris Bersiap Evakuasi 94.000 Warganya

Eskalasi Timur Tengah Memanas, Inggris Bersiap Evakuasi 94.000 Warganya

News | Senin, 02 Maret 2026 | 13:41 WIB

Rekomendasi Saham IHSG yang Diprediksi 'Tahan Banting' saat Perang Meletus

Rekomendasi Saham IHSG yang Diprediksi 'Tahan Banting' saat Perang Meletus

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 12:57 WIB

Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Siapa yang Pimpin Iran Saat Ini?

Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Siapa yang Pimpin Iran Saat Ini?

Lifestyle | Senin, 02 Maret 2026 | 12:41 WIB

Menlu Iran Ancam Balas Serangan Israel-AS yang Tewaskan 51 Siswi SD

Menlu Iran Ancam Balas Serangan Israel-AS yang Tewaskan 51 Siswi SD

Video | Senin, 02 Maret 2026 | 11:28 WIB

Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan

Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 10:56 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB