- PP Muhammadiyah mengecam serangan AS dan Israel ke Iran, menilai tindakan itu pelanggaran HAM dan hukum internasional.
- Organisasi tersebut menyampaikan duka cita atas korban jiwa, termasuk pemimpin tertinggi Iran, serta mendesak PBB bertindak tegas.
- Muhammadiyah menyerukan dialog, mendorong OKI menghentikan kekerasan di Palestina, serta menahan diri dari eskalasi militer.
"Kami mendorong agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam segera mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina, serta segala bentuk kekerasan dan mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur Tengah," ujar Syafiq.
Dalam pandangan Muhammadiyah, isu di Timur Tengah saling berkaitan erat, terutama dengan situasi di Palestina.
Penanganan konflik Iran-Israel tidak boleh melepaskan fokus dari upaya penghentian kekerasan sistematis yang terjadi di tanah Palestina.
Muhammadiyah berharap Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dapat memainkan peran yang lebih strategis dan berani dalam menekan eskalasi ini.
Di sisi lain, Muhammadiyah juga memberikan imbauan kepada negara-negara di kawasan agar tidak terjebak dalam lingkaran kekerasan yang lebih dalam.
Iran dan negara-negara Arab diminta untuk tetap tenang dan tidak mengedepankan emosi militeristik.
Dialog antar-sesama anggota OKI dianggap sebagai jalan keluar terbaik untuk menghindari perpecahan di dunia Islam yang hanya akan merugikan stabilitas kawasan.
Dorongan untuk menempuh jalur diplomasi terus disuarakan sebagai alternatif utama selain angkat senjata.
Muhammadiyah mengajak seluruh elemen global, mulai dari pemerintah hingga tokoh agama, untuk bersatu dalam menyuarakan perdamaian yang berkeadilan.
Baca Juga: Jumlah Tentara AS Tewas di Perang Iran Bertambah
"Kami mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama dan kekuatan masyarakat pada umumnya untuk ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global dan mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi," tutur Syafiq.