Horor Sahur di Bekasi: Perampokan Maut di Jatibening, Suami Tewas dan Istri Kritis

Bangun Santoso

Senin, 02 Maret 2026 | 20:37 WIB
Horor Sahur di Bekasi: Perampokan Maut di Jatibening, Suami Tewas dan Istri Kritis
Tangkapan layar penampakan rumah yang diduga dirampok di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/3/2026). ANTARA/Instagram/@infobekasi/Ilham Kausar
baca 10 detik
  • Perampokan sadis terjadi Senin (2/3/2026) dini hari di Perumahan Prima Lingkar Asri, Bekasi, menyebabkan satu korban meninggal dunia.
  • Polres Metro Bekasi Kota sedang menyelidiki dan mengejar pelaku yang melukai pasangan lansia saat waktu sahur.
  • Pelaku merampok harta benda korban, termasuk gelang emas dan kunci mobil, setelah korban ditemukan anak mereka.

Suara.com - Aksi kriminalitas jalanan dan pemukiman kembali meresahkan warga Kota Bekasi. Kepolisian saat ini tengah bekerja keras melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan kasus perampokan sadis itu.

Insiden perampokan menyasar sebuah rumah di kawasan elit Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Peristiwa berdarah tersebut dilaporkan terjadi pada Senin (2/3/2026) dini hari, tepat di saat warga bersiap untuk melaksanakan ibadah sahur.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut. Aparat kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti-bukti dan petunjuk yang ditinggalkan oleh para pelaku.

Hingga saat ini, identitas maupun keberadaan para pelaku masih menjadi misteri yang terus didalami oleh tim penyidik.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, memberikan keterangan resmi mengenai status terkini dari penanganan kasus tersebut.

Dia menegaskan bahwa timnya sedang melakukan pengejaran dan identifikasi terhadap para pelaku yang terlibat dalam aksi perampokan di Jatibening tersebut.

"Untuk pelakunya masih dalam penyelidikan, termasuk jumlah (pelaku)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal sebagaimana dilansir Antara, Senin.

Berdasarkan keterangan kepolisian, kronologi kejadian ini terungkap setelah adanya laporan dari anak korban yang juga berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.

baca juga

Situasi di dalam rumah saat kejadian dihuni oleh tiga orang anggota keluarga. Kehadiran anak korban menjadi kunci awal terungkapnya tragedi yang menimpa pasangan suami istri lanjut usia tersebut.

"Jadi yang temukan terlebih dahulu itu adalah anak perempuannya yang tinggal di situ. Jadi, bertiga mereka tinggal," katanya.

Kejadian memilukan ini bermula dari kebiasaan rutin di dalam rumah tangga tersebut.

Biasanya, sang ibu selalu membangunkan anaknya ketika waktu sahur tiba untuk mempersiapkan segala keperluan makan sahur.

Namun, pada Senin dini hari itu, suasana rumah terasa berbeda dan sunyi. Hingga alarm ponsel berbunyi tepat pukul 04.00 WIB, sang anak tidak kunjung dibangunkan oleh ibunya seperti biasanya.

Rasa curiga mulai muncul ketika sang anak mendapati kondisi rumah yang tidak wajar. Suasana gelap dan ketiadaan respon dari orang tuanya membuat situasi semakin mencekam bagi sang anak yang saat itu hendak memulai aktivitas sahurnya.

"Kemudian anak korban akhirnya turun untuk sahur, tapi dia kaget karena rumahnya masih gelap dan tidak ada jawaban saat dirinya memanggil orang tuanya," katanya.

Mendapati keganjilan tersebut, anak korban berusaha untuk memeriksa kamar orang tuanya. Namun, pintu kamar dalam keadaan terkunci rapat dan sulit untuk dibuka.

Diduga kuat, akses masuk ke kamar tersebut telah dirusak atau sengaja dikunci dari dalam oleh pelaku.

Dalam kondisi panik, sang anak kemudian meminta bantuan kepada anggota keluarga lainnya yang tinggal tidak jauh dari lokasi.

Setelah bantuan datang, mereka memutuskan untuk melakukan upaya paksa agar bisa masuk ke dalam kamar.

Pintu kamar tetap tidak bisa ditembus, sehingga keluarga memutuskan untuk memecahkan atau membuka paksa jendela kamar agar bisa melihat kondisi di dalam.

Saat jendela berhasil terbuka, pemandangan tragis langsung terlihat di depan mata mereka. Kedua orang tua ditemukan dalam posisi yang sangat memprihatinkan di dalam kamar tersebut.

"Saat itulah kedua korban ditemukan dalam kondisi tergeletak, ayahnya berinisial EU (65) ditemukan tewas dan istrinya P (60) kondisinya kritis," kata Andi.

Pihak kepolisian segera melakukan identifikasi awal terhadap kondisi fisik kedua korban. Berdasarkan pengamatan di lapangan, terdapat luka-luka yang cukup parah pada bagian vital korban.

Luka tersebut diduga kuat menjadi penyebab meninggalnya sang suami dan kondisi kritis yang dialami sang istri. Polisi menduga para pelaku menggunakan senjata atau alat tertentu untuk melumpuhkan korban secara keji.

Andi juga menyebutkan untuk luka-luka para korban diakibatkan hantaman benda tumpul, semua di kepala belakang, namun pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari rumah sakit.

Selain menimbulkan korban jiwa dan luka berat, pelaku perampokan ini juga membawa lari sejumlah harta benda milik korban.

Tim penyidik masih terus melakukan inventarisir terhadap barang-barang berharga di dalam rumah untuk memastikan total kerugian materiil yang dialami keluarga korban.

Dari pendataan awal, beberapa barang berharga diketahui telah raib dari tempatnya.

"Sementara untuk barang yang hilang itu dari keterangan anak korban, gelang emas di tangan korban dan dua kunci mobil, selebihnya masih kami lakukan pendataan," katanya.

Informasi mengenai tragedi di Perumahan Prima Lingkar Asri ini sebelumnya telah menyebar luas di jagat media sosial.

Akun Instagram @infobekasi menjadi salah satu sumber awal yang mengunggah informasi mengenai adanya penganiayaan berat dalam sebuah rumah di wilayah Pondok Gede tersebut.

Unggahan tersebut langsung memicu reaksi netizen yang merasa khawatir dengan tingkat keamanan di wilayah Bekasi, terutama pada jam-jam rawan dini hari.

"Suami istri terluka akibat penganiayaan di rumahnya, Komplek Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Suaminya, EU, 65 tahun, meninggal, sementara istrinya, P, 60 tahun, mengalami luka serius, Senin, 2 Maret 2026," tulis akun tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tangis Ibunda Radit di DPR: Mahasiswa IPK 4,0 Jadi Terdakwa Pembunuhan di Pantai Nipah

Tangis Ibunda Radit di DPR: Mahasiswa IPK 4,0 Jadi Terdakwa Pembunuhan di Pantai Nipah

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 16:09 WIB

Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur

Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 15:03 WIB

Nintendo Switch Disita, Viral Bocah 11 Tahun Tembak dan Bunuh Sang Ayah

Nintendo Switch Disita, Viral Bocah 11 Tahun Tembak dan Bunuh Sang Ayah

Tekno | Senin, 23 Februari 2026 | 17:44 WIB

Tegas! Wali Kota Bekasi Setop Paksa Proyek Galian 'Siluman' di Kali Abang Tengah

Tegas! Wali Kota Bekasi Setop Paksa Proyek Galian 'Siluman' di Kali Abang Tengah

News | Senin, 23 Februari 2026 | 11:58 WIB

Kunker ke Tambun Gagal, WN Jepang Ditemukan Tewas Terkunci di Kamar Hotel Gambir

Kunker ke Tambun Gagal, WN Jepang Ditemukan Tewas Terkunci di Kamar Hotel Gambir

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:06 WIB

Kebakaran di Mal Ciputra Bekasi, Percikan Las Logo Reklame Jadi Pemicu

Kebakaran di Mal Ciputra Bekasi, Percikan Las Logo Reklame Jadi Pemicu

News | Selasa, 17 Februari 2026 | 17:19 WIB

Diduga Ancam Bunuh Kekasih, Begini Catatan Disiplin Pemain PSM Ricky Pratama

Diduga Ancam Bunuh Kekasih, Begini Catatan Disiplin Pemain PSM Ricky Pratama

Bola | Selasa, 17 Februari 2026 | 12:29 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×