Timur Tengah Memanas, Pengamat Ungkap Alasan Koalasi Barat Berpikir Ulang Serang Iran

Bella | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2026 | 18:04 WIB
Timur Tengah Memanas, Pengamat Ungkap Alasan Koalasi Barat Berpikir Ulang Serang Iran
Ilustrasi koalis barat vs Iran. (Chatgpt)
  • Inggris, Prancis, dan Jerman mendukung AS, siap mengambil tindakan militer terhadap sumber serangan Iran di Timur Tengah.
  • Tindakan koalisi Barat memicu kekhawatiran global mengenai potensi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah saat itu.
  • Pakar menilai negara Barat akan ragu menyerang Iran kecuali jika Iran menunjukkan kelemahan signifikan dalam konfrontasi.

Suara.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kian memanas setelah Inggris, Prancis, dan Jerman dikabarkan mulai merapatkan barisan bersama Amerika Serikat.

Tiga kekuatan Eropa tersebut menyuarakan kesiapan untuk membantu AS, termasuk kemungkinan mengambil tindakan militer langsung ke sumber serangan Iran.

Sikap tegas ketiga negara Eropa itu merupakan respons atas gelombang serangan balasan yang diluncurkan oleh Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran ke sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah serta negara-negara Arab.

Langkah koalisi negara-negara Barat tersebut memicu kekhawatiran global akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas di kawasan itu.

Menanggapi dinamika tersebut, dosen Hubungan Internasional FISIPOL Universitas Gadjah Mada, Muhadi Sugiono, memberikan pandangannya mengenai posisi geopolitik Iran yang dinilainya berbeda dibandingkan negara-negara di sekitarnya.

Menurutnya, identitas Iran di kawasan tersebut tidak bisa disamakan begitu saja dengan negara-negara tetangganya.

"Memang posisi Iran di negara Timur Tengah itu kan juga agak unik ya. Dia Timur Tengah, tapi bukan menjadi negara yang memiliki posisi sama dengan negara-negara Arab yang lain," kata Muhadi, Selasa (3/3/2026).

Lebih lanjut, Muhadi menyatakan keraguannya terhadap potensi terjadinya eskalasi besar-besaran yang melibatkan banyak negara untuk ‘mengeroyok’ Iran.

Ia menilai terdapat faktor kerentanan yang membuat negara-negara tersebut berpikir ulang untuk terlibat langsung dalam konflik fisik.

"Cuma untuk mengeroyok Iran, kok saya tidak yakin ada eskalasi ke sana. Ada banyak hal, karena mereka sendiri juga sangat dalam posisi yang rentan," tuturnya.

"Jadi mereka juga sangat tergantung pada perkembangan yang ada sekarang ini gitu," lanjutnya.

Menurutnya, sikap negara-negara Eropa sangat bergantung pada hasil akhir konflik yang sedang berlangsung. Jika Iran terlihat lemah, negara-negara lain kemungkinan besar akan memilih tetap pasif dan tidak mengambil risiko politik maupun militer.

"Jadi kalau perkembangan yang sekarang ini kemudian Iran dengan mudah bisa ditaklukan, mereka tidak akan melakukan apa-apa gitu untuk bergabung dengan Amerika dan Israel," ucapnya.

Namun, situasi dapat berubah drastis apabila Iran mampu menunjukkan perlawanan yang signifikan. Dalam kondisi tersebut, potensi eskalasi yang lebih luas dinilai bisa benar-benar terjadi.

"Tetapi ketika Iran ternyata bisa bangkit dan kemudian melakukan retaliasi, ya itu mungkin eskalasi yang akan terjadi bisa berlangsung gitu," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi

Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 18:00 WIB

Timur Tengah Membara, Bahlil Garansi Harga BBM Subsidi Gak Bakal Naik

Timur Tengah Membara, Bahlil Garansi Harga BBM Subsidi Gak Bakal Naik

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 17:44 WIB

OJK Keluarkan 3 Jurus Hadapi Ancaman Perang AS-Iran

OJK Keluarkan 3 Jurus Hadapi Ancaman Perang AS-Iran

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 17:38 WIB

Israel Gempur Teheran dan Beirut Secara Bersamaan, Hizbullah Balas Serang Pangkalan Militer

Israel Gempur Teheran dan Beirut Secara Bersamaan, Hizbullah Balas Serang Pangkalan Militer

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:44 WIB

Di Balik Perang Melawan Israel dan AS, Iran Ternyata Punya 'Senjata' Otomotif Super Murah

Di Balik Perang Melawan Israel dan AS, Iran Ternyata Punya 'Senjata' Otomotif Super Murah

Otomotif | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:59 WIB

Siapa Penerus Ali Khamenei? Dua Kota Suci Ini Jadi Penentunya

Siapa Penerus Ali Khamenei? Dua Kota Suci Ini Jadi Penentunya

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:35 WIB

Pengamat UGM Soroti Risiko Cadangan BBM 20 Hari di Tengah Perang AS- Iran

Pengamat UGM Soroti Risiko Cadangan BBM 20 Hari di Tengah Perang AS- Iran

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:34 WIB

Israel Perluas Cengkeraman di Lebanon Pasca Serangan Balas Dendam Hezbollah

Israel Perluas Cengkeraman di Lebanon Pasca Serangan Balas Dendam Hezbollah

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:33 WIB

Ribuan Warga Amerika Serikat Turun ke Jalan, Desak Trump Hentikan Serangan ke Iran

Ribuan Warga Amerika Serikat Turun ke Jalan, Desak Trump Hentikan Serangan ke Iran

Entertainment | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:29 WIB

Perang Tak Pernah Netral, Mengapa Perempuan dan Anak Selalu Jadi Korban?

Perang Tak Pernah Netral, Mengapa Perempuan dan Anak Selalu Jadi Korban?

Your Say | Selasa, 03 Maret 2026 | 17:55 WIB

Terkini

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 23:40 WIB

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:18 WIB

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:05 WIB

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:36 WIB

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:02 WIB

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 20:04 WIB

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:47 WIB

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:08 WIB

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:44 WIB

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:19 WIB