Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya

Bangun Santoso

Selasa, 03 Maret 2026 | 21:15 WIB
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Ilustrasi perang di Selat Hormuz. (AI)
baca 10 detik
  • Dua dari empat kapal tanker Pertamina berada di Selat Hormuz; pemantauan intensif dilakukan demi keselamatan aset dan personel.
  • Pertamina telah menyiapkan skema distribusi energi reguler, alternatif, hingga darurat karena 19% impor minyak mentah dari Timur Tengah.
  • Stok energi nasional, termasuk untuk Ramadhan dan Idul Fitri, dipastikan aman meski terdapat dinamika geopolitik di jalur pelayaran tersebut.

Suara.com - PT Pertamina (Persero) memberikan pernyataan resmi terkait keberadaan armada kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang saat ini berada di kawasan Selat Hormuz.

Di tengah meningkatnya dinamika keamanan di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia tersebut, Pertamina memastikan pemantauan terus dilakukan secara intensif guna menjamin keselamatan aset dan personel.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa posisi armada Pertamina di kawasan tersebut terbagi dalam dua zona.

Dari total empat kapal yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, dua di antaranya masih berada di dalam area Selat Hormuz, sementara dua lainnya telah berada di luar zona tersebut.

“Untuk di Selat Hormuz, memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana. Sebenarnya ada empat, tapi yang dua berada di luar Selat Hormuz,” kata Baron di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Keselamatan Awak Kapal dan Koordinasi Lintas Lembaga

Prioritas utama Pertamina saat ini adalah memastikan seluruh kru kapal dalam kondisi selamat dan kapal dapat beroperasi tanpa gangguan.

Mengingat Selat Hormuz merupakan titik rawan akibat ketegangan geopolitik, perusahaan pelat merah ini tidak bekerja sendiri dalam melakukan pengamanan.

Koordinasi dengan otoritas terkait dan kementerian teknis menjadi langkah krusial yang diambil perusahaan.

baca juga

Hingga laporan terbaru diterima, pihak manajemen menegaskan bahwa situasi di lapangan masih terkendali. Tidak ada laporan mengenai gangguan fisik maupun intimidasi terhadap armada yang sedang melintas.

Pertamina terus menjalin komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memitigasi risiko yang mungkin timbul dari eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

“Sampai dengan saat ini kondisi masih aman,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Ketergantungan Impor Minyak Mentah dari Timur Tengah

Keberadaan kapal tanker di Selat Hormuz berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri. Selat ini merupakan jalur utama bagi distribusi minyak mentah dunia, termasuk pasokan yang menuju ke kilang-kilang di Indonesia.

Data internal perusahaan menunjukkan bahwa porsi minyak mentah yang didatangkan dari kawasan Timur Tengah memiliki peran signifikan dalam bauran energi nasional.

Baron menyebutkan bahwa kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah saat ini sekitar 19 persen dari total impor minyak mentah ke Indonesia.

Angka ini menunjukkan bahwa gangguan pada jalur Selat Hormuz dapat memberikan dampak langsung pada ketersediaan bahan baku pengolahan BBM di dalam negeri jika tidak diantisipasi dengan strategi yang matang.

Strategi Ketahanan Energi: Skema Reguler hingga Darurat

Menghadapi situasi yang fluktuatif di jalur internasional, Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah kontinjensi. Strategi ini dirancang agar distribusi energi tidak terputus meskipun terjadi hambatan di jalur utama.

Perusahaan mengandalkan fleksibilitas operasional untuk mengalihkan rute atau mencari sumber pasokan alternatif jika kondisi keamanan di Selat Hormuz memburuk.

Menurut dia, Pertamina telah menyiapkan skema distribusi melalui sistem reguler, alternatif, maupun darurat guna menjaga ketahanan energi nasional. Implementasi dari skema ini dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek kepatuhan dan transparansi perusahaan.

"Saat ini untuk penyediaan energi kami melakukan beberapa strategi yang tentunya sedang berproses, baik melalui pola yang ada, dilakukan, dan juga kami melihat bahwa tata kelola tetap harus kita kedepankan,” tuturnya.

Dampak pada Harga BBM Nonsubsidi dan Stok Nasional

Dinamika di Selat Hormuz seringkali memicu lonjakan harga minyak mentah global (Brent dan WTI). Pertamina menyatakan masih melakukan kalkulasi mendalam terkait pergerakan harga pasar internasional sebelum mengambil kebijakan harga.

“Untuk tarif BBM ke depan, ini masih kami berproses melihat perkembangan lebih lanjut,” katanya.

Di sisi lain, Pertamina memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok energi di dalam negeri masih dalam level aman. Terutama menjelang periode krusial seperti Ramadhan dan Idul Fitri, di mana konsumsi BBM biasanya mengalami peningkatan tajam. Perusahaan telah melakukan penumpukan stok (stockpiling) jauh sebelum ketegangan di Selat Hormuz meningkat.

Baron menegaskan stok energi untuk periode Ramadhan dan Idul Fitri telah disiapkan sebelumnya, dan mencukupi kebutuhan dalam negeri, sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan bijak menggunakan energi.

"Kami sampaikan bahwa Pertamina siap menyalurkan energi ke seluruh masyarakat," ujarnya.

Signifikansi Geopolitik Selat Hormuz bagi Indonesia

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi salah satu rute utama distribusi minyak mentah dunia. Jalur sempit ini menjadi urat nadi bagi banyak negara eksportir minyak besar seperti Arab Saudi, Iran, UEA, dan Kuwait.

Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah untuk diolah di kilang domestik, termasuk dari kawasan Timur Tengah.

Karena itu, dinamika keamanan di wilayah tersebut akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian dalam pengelolaan pasokan energi nasional.

Ketegangan di wilayah ini tidak hanya berdampak pada aspek keamanan armada kapal, tetapi juga pada stabilitas ekonomi makro melalui fluktuasi harga energi dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 21:09 WIB

Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab

Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 20:40 WIB

Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika

Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 18:23 WIB

Rute Mudik Gratis Pertamina 2026 ke Mana Saja? Ini Link Daftar Lengkapnya

Rute Mudik Gratis Pertamina 2026 ke Mana Saja? Ini Link Daftar Lengkapnya

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:56 WIB

Vonis Korupsi Minyak Pertamina Dinilai Terlalu Ringan, Kejaksaan Agung akan Ajukan Banding

Vonis Korupsi Minyak Pertamina Dinilai Terlalu Ringan, Kejaksaan Agung akan Ajukan Banding

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 15:04 WIB

Apakah Selat Hormuz Penting Bagi Amerika Serikat?

Apakah Selat Hormuz Penting Bagi Amerika Serikat?

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:02 WIB

Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya

Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:40 WIB

Terkini

Solar Meroket, Sanksi Dicopot: Minyak Rusia Diborong Amerika Serikat

Solar Meroket, Sanksi Dicopot: Minyak Rusia Diborong Amerika Serikat

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Cleansing Oil Hada Labo untuk Kulit Apa? Simak Kandungan, Keunggulan, dan Review Pengguna

Cleansing Oil Hada Labo untuk Kulit Apa? Simak Kandungan, Keunggulan, dan Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Modus Licik Istri Polisi di Surabaya: Kuras Tabungan Teman hingga Kambinghitamkan Orang Lain

Modus Licik Istri Polisi di Surabaya: Kuras Tabungan Teman hingga Kambinghitamkan Orang Lain

Jatim | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Hati-Hati Terjebak! Ini 7 Tanda Kemampuan Berpikir Kritismu Sudah Diambil Alih AI

Hati-Hati Terjebak! Ini 7 Tanda Kemampuan Berpikir Kritismu Sudah Diambil Alih AI

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Ada Konser Avenged Sevenfold di JIS, Ini Titik Rawan Macet dan Jalur Alternatifnya

Ada Konser Avenged Sevenfold di JIS, Ini Titik Rawan Macet dan Jalur Alternatifnya

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Maestro Omah Cangkem Jogja: Pelestari Tembang Tradisi Jawa

Maestro Omah Cangkem Jogja: Pelestari Tembang Tradisi Jawa

Video | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Penjualan Mobil Nasional September 2026 Turun Tipis Toyota dan BYD Masih Perkasa

Penjualan Mobil Nasional September 2026 Turun Tipis Toyota dan BYD Masih Perkasa

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Bukan Tenggelam, Pria Tewas di Sungai Mahakam Ternyata Korban Pengeroyokan

Bukan Tenggelam, Pria Tewas di Sungai Mahakam Ternyata Korban Pengeroyokan

Kaltim | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Apakah Flek Hitam Menahun Bisa Hilang Total Tanpa Operasi?

Apakah Flek Hitam Menahun Bisa Hilang Total Tanpa Operasi?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Calvin Verdonk Ungkap Perjuangan Tak Biasa Usai Bawa Timnas Indonesia Juara

Calvin Verdonk Ungkap Perjuangan Tak Biasa Usai Bawa Timnas Indonesia Juara

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:09 WIB

×