Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.750.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Indonesia Mulai Impor Minyak dari AS saat Perang Iran Memanas, Antisipasi BBM Naik

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 04 Maret 2026 | 07:13 WIB
Indonesia Mulai Impor Minyak dari AS saat Perang Iran Memanas, Antisipasi BBM Naik
Ilustrasi sejumlah warga mengisi BBM di SPBU. [Dok Pertamina]
  • Pemerintah Indonesia tingkatkan impor minyak mentah dari AS karena eskalasi konflik Timur Tengah (Februari 2026).
  • Menteri ESDM Bahlil tegaskan 25% impor minyak dan 30% LPG Indonesia dari Timur Tengah terancam.
  • Pemerintah menjamin stok BBM nasional aman dan tidak ada rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.

Suara.com - Pemerintah Indonesia mengambil langkah cepat dan strategis di tengah memanasnya suhu geopolitik di Timur Tengah.

Guna menjamin ketersediaan energi nasional, Indonesia memutuskan untuk meningkatkan volume impor minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) sebagai langkah substitusi atas pasokan yang terganggu dari kawasan Teluk.

Keputusan krusial ini diambil menyusul eskalasi serangan udara antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah melumpuhkan jalur distribusi energi global.

Perang yang pecah sejak akhir Februari 2026 tersebut tidak hanya memakan korban sipil di Lebanon dan Iran, tetapi juga menyebabkan kekacauan pada transportasi udara dunia serta meroketnya harga minyak mentah internasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari Timur Tengah cukup signifikan.

Saat ini, sekitar 25% dari total impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan tersebut. Tidak hanya itu, Timur Tengah juga menyumbang sekitar 30% dari total impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional.

Kondisi jalur perdagangan di Selat Hormuz yang praktis tertutup menjadi alasan utama pengalihan ini. Selat tersebut merupakan jalur nadi bagi seperlima perdagangan minyak dunia yang bersinggungan langsung dengan garis pantai Iran.

"Skenario saat ini adalah untuk minyak mentah yang biasanya kita impor dari Timur Tengah, akan kita alihkan ke Amerika Serikat. Langkah ini diambil agar ada kepastian ketersediaan pasokan bagi kita di dalam negeri," ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Selain minyak mentah, Bahlil juga mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah mencari sumber pasokan LPG alternatif dari wilayah di luar Timur Tengah.

Meskipun belum merinci negara mana saja yang menjadi target, langkah ini diambil untuk memastikan dapur masyarakat tetap mengepul di tengah ketidakpastian global.

Di tengah kemelut tersebut, kabar kurang sedap sempat muncul mengenai armada nasional. Dua unit kapal milik PT Pertamina (Persero) dilaporkan terjebak di Selat Hormuz akibat blokade dan situasi keamanan yang tidak kondusif.

Pemerintah Indonesia saat ini tengah mengupayakan jalur diplomasi intensif untuk mengevakuasi kedua kapal tersebut agar bisa keluar dari zona konflik dengan selamat.

Pihak Pertamina memastikan bahwa meskipun kapal tersebut belum bisa bergerak bebas, kondisi seluruh aset dan kru kapal dalam keadaan aman.

Juru bicara Pertamina menyatakan bahwa keselamatan awak kapal merupakan prioritas utama perusahaan dan koordinasi dengan otoritas internasional terus dilakukan setiap jam.

Sumber kekhawatiran terbesar dari perang di Timur Tengah adalah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indeks Saham AS Merosot Secara Massal Imbas Konflik dengan Iran

Indeks Saham AS Merosot Secara Massal Imbas Konflik dengan Iran

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 07:01 WIB

Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi

Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 06:57 WIB

Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global

Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global

Foto | Rabu, 04 Maret 2026 | 06:49 WIB

Junaedi Saibih Divonis Bebas dalam Kasus Suap Vonis Korupsi Ekspor CPO

Junaedi Saibih Divonis Bebas dalam Kasus Suap Vonis Korupsi Ekspor CPO

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 07:05 WIB

Analis: Iran di Atas Angin, Ini Sebabnya

Analis: Iran di Atas Angin, Ini Sebabnya

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 05:45 WIB

Terpopuler: Koleksi Kendaraan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, 6 Mobil Listrik untuk Mudik Jauh

Terpopuler: Koleksi Kendaraan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, 6 Mobil Listrik untuk Mudik Jauh

Otomotif | Rabu, 04 Maret 2026 | 06:50 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB