- BMKG memonitor bibit siklon tropis 90S di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah yang berpotensi menjadi badai.
- Bibit siklon 90S bergerak ke timur menuju selatan NTB, memiliki tekanan 998 hPa dan angin 35 knot.
- Kombinasi dua bibit siklon dan gelombang atmosfer meningkatkan potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
BMKG sebelumnya telah memprakirakan bahwa rangkaian cuaca ekstrem akan melanda wilayah NTB dan sekitarnya pada periode 3-8 Maret 2026.
Situasi ini dipicu oleh keberadaan dua bibit siklon tropis secara bersamaan, yaitu bibit siklon 90S di selatan Pulau Jawa dan bibit siklon 93S di Samudera Hindia sebelah barat laut Australia.
Munculnya dua sistem badai tropis ini secara simultan menciptakan fenomena penarikan massa udara yang masif di wilayah sekitarnya.
Kehadiran kedua bibit badai tropis tersebut berkontribusi besar terhadap peningkatan suplai massa udara basah di atmosfer Indonesia.
Selain itu, kondisi ini memicu penguatan pertumbuhan awan hujan atau awan konvektif yang sangat intens.
Selain faktor bibit siklon, terdapat beberapa fenomena gelombang atmosfer yang aktif secara bersamaan yang memperparah kondisi cuaca.
Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Low Frequency, dan gelombang Kelvin terpantau sedang aktif di wilayah Indonesia.
Kombinasi antara bibit siklon dan gelombang atmosfer ini memperkuat proses konvektif di Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya, sehingga potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang menjadi sangat tinggi.
BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Baca Juga: Waspada! 3 Bibit Siklon Tropis Muncul Kepung Indonesia, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
Dampak dari cuaca ekstrem ini dapat berupa banjir bandang, tanah longsor di wilayah perbukitan, angin kencang yang berisiko merobohkan papan reklame atau bangunan rapuh, pohon tumbang di jalan raya, serta ancaman sambaran petir yang membahayakan aktivitas di luar ruangan.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan terus diperkuat guna meminimalisir risiko dampak bencana yang mungkin timbul selama periode aktifnya bibit siklon 90S ini.