- Presiden Prabowo menerima Wakil Ketua DPR Dasco pada 4 Maret 2026 membahas stabilitas nasional dan isu kesejahteraan rakyat.
- Diskusi fokus pada stabilitas pasokan pangan, ketersediaan energi LPG menjelang Idul Fitri, dan stimulus ekonomi.
- Pertemuan ini juga meninjau respons pemerintah terhadap dampak situasi geopolitik global terkini terhadap Indonesia.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan parlemen demi menjamin stabilitas nasional di tengah tekanan ekonomi global. Pada Rabu (4/3/2026), Presiden menerima kunjungan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di Istana Merdeka.
Pertemuan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi membawa agenda konkret yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, khususnya warga di kota-kota besar yang rentan terhadap fluktuasi harga.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi pentingnya pertemuan tersebut.
“Siang hari ini, Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, didampingi beberapa Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Rabu 4 Maret 2026,” ujar Teddy melalu Instagram resmi Seskab, dikutip hari Kamis (5/3/2026).
Berikut adalah 5 tema kunci yang didiskusikan dalam pertemuan strategis tersebut:
1. Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Nasional.
Fokus utama dalam diskusi ini adalah memastikan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Prabowo dan Dasco menyadari bahwa inflasi pangan sering kali menjadi beban berat bagi kelompok usia produktif (18-45 tahun) yang sedang menata ekonomi keluarga.
Dengan kehadiran Menko Pangan Zulkifli Hasan, pemerintah berkomitmen mengontrol harga di pasar agar tetap terjangkau.
Berdasarkan keterangan Teddy, poin ini menjadi prioritas utama.
“Antara lain kesiapan pasokan dan harga bahan pangan pelaksanaan stimulus ekonomi, ketersediaan cadangan minyak dan gas LPG menjelang Hari Raya Idul Fitri, serta isu terkait situasi geopolitik di dalam dan luar negeri,” ucap dia.
2. Ketersediaan Energi dan Cadangan LPG
Bagi masyarakat perkotaan, ketersediaan Gas LPG dan bahan bakar adalah urat nadi kehidupan sehari-hari.
Menjelang musim mudik dan Lebaran 2026, Prabowo memastikan bahwa cadangan energi dalam kondisi aman.
Kehadiran Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam pertemuan tersebut menegaskan langkah pemerintah untuk mencegah kelangkaan LPG 3 kg maupun BBM di jalur-jalur krusial.
Dalam pembicaraaan tersebut Bapak Presiden menerima aspirasi dari DPR melalui Wakil Ketua DPR terkait isu-isu terbaru di masyarakat, antara lain kesiapan pasokan dan harga bahan pangan, pelaksanaan stimulus ekonomi, ketersediaan cadangan minyak dan gas LPG menjelang Hari Raya Idul Fitri, serta isu terkait situasi geopolitik di dalam dan luar negeri.
3. Implementasi Stimulus Ekonomi untuk Rakyat
Pertemuan ini juga menyinggung pelaksanaan stimulus ekonomi yang dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat.
Di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi dan dinamika pasar global, stimulus ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dan pekerja sektor riil di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan untuk tetap produktif selama masa libur panjang Idul Fitri.
4. Respons Terhadap Situasi Geopolitik Global
Presiden Prabowo yang dikenal memiliki perhatian besar pada pertahanan dan kebijakan luar negeri, mendiskusikan situasi geopolitik terkini bersama Dasco dan Menlu Sugiono serta Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
Ketegangan global yang terjadi di awal 2026 menuntut Indonesia untuk tetap waspada terhadap dampak ekonomi, seperti kenaikan harga komoditas impor dan gangguan rantai pasok energi dunia.
5. Sinergi Legislatif dalam Menampung Aspirasi Rakyat
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa Kabinet Merah Putih sangat memperhatikan aspirasi yang berkembang di DPR RI.
Sufmi Dasco Ahmad membawa "suara rakyat" langsung ke meja Presiden untuk segera dicarikan solusinya.
Hal ini sangat penting bagi audiens muda yang menginginkan pemerintahan yang responsif dan kolaboratif.
Seskab Teddy kembali menegaskan komposisi tim yang hadir untuk mengeksekusi hasil diskusi tersebut.
“Turut hadir dalam pertemuan tersebut Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya.”
Koordinasi lintas sektoral ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin kecolongan dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat saat momen sakral Lebaran tiba.
Keterlibatan Menteri Agama Nasaruddin Umar juga mengindikasikan bahwa persiapan bukan hanya soal fisik dan ekonomi, melainkan juga kesiapan penyelenggaraan ibadah yang nyaman bagi seluruh umat Muslim di Indonesia.