Tolak Komando AS di BoP! FPI Desak Prabowo Batalkan Rencana Kirim 8 Ribu TNI ke Gaza

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Jum'at, 06 Maret 2026 | 08:22 WIB
Tolak Komando AS di BoP! FPI Desak Prabowo Batalkan Rencana Kirim 8 Ribu TNI ke Gaza
Sekretaris Majelis Syura DPP Front Persaudaraan Islam (FPI), Hanif Alatas. [Ist]
  • FPI peringatkan risiko TNI bentrok dengan Hamas jika dikirim melalui BoP.
  • Habib Hanif Alatas desak Presiden Prabowo segera tarik Indonesia dari BoP.
  • FPI tolak pengiriman pasukan TNI ke Gaza di bawah komando Amerika.

Suara.com - Sekretaris Majelis Syura DPP Front Persaudaraan Islam (FPI), Hanif Alatas, memberikan peringatan serius kepada pemerintah terkait rencana pengiriman 8.000 personel TNI ke Palestina di bawah mandat Board of Peace (BoP). FPI meminta pemerintah mempertimbangkan kembali rencana tersebut guna menghindari potensi konfrontasi antara prajurit TNI dengan pejuang Hamas.

"Kami meminta jangan sampai tentara Republik Indonesia diutus ke Gaza kemudian berhadapan langsung atau konfrontasi dengan para pejuang Hamas. Itu yang sangat kami hindari," ujar Hanif usai menghadiri pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan para ulama di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Hanif menegaskan bahwa FPI sepenuhnya mendukung jika pengiriman pasukan bertujuan untuk membantu kemerdekaan Palestina. Namun, pengiriman dalam bingkai mandat BoP dinilai memiliki risiko politis dan militer yang berbeda.

"Jika dikirim ke Gaza untuk memerdekakan Palestina, kami dukung sepenuhnya, bahkan kami siap mengirim relawan. Namun, jika dikirim di bawah komando Amerika Serikat lalu bertugas melucuti senjata pejuang di Gaza hingga terjadi bentrokan, itu yang kami tolak keras," tegasnya.

FPI Desak Indonesia Keluar dari BoP

Secara resmi, FPI telah meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menarik Indonesia dari keanggotaan Board of Peace. Aspirasi tersebut disampaikan secara tertulis melalui surat resmi yang diserahkan langsung di Istana.

Surat tersebut dititipkan kepada salah satu menteri melalui perwakilan FPI yang hadir dalam pertemuan tersebut. Presiden Prabowo sebenarnya mengundang pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab, tetapi ia berhalangan hadir dan mengutus Hanif Alatas serta Sekretaris Umum DPP FPI.

Hanif menjelaskan bahwa ketidakpercayaan terhadap Amerika Serikat sebagai inisiator BoP dan keikutsertaan Israel sebagai anggota menjadi alasan utama desakan mundurnya Indonesia.

"Kami sampaikan surat resmi kepada Presiden. Kami minta Indonesia menarik diri karena kami tidak percaya pada Amerika dan Israel akibat rekam jejak buruk mereka selama ini," jelas Hanif.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo sempat memaparkan keinginannya untuk memaksimalkan posisi Indonesia di BoP guna memperjuangkan perdamaian dan kedaulatan Palestina. Menanggapi hal itu, Hanif menyatakan FPI menghargai niat baik Prabowo tapi tetap waspada terhadap pihak asing.

"Kami percaya iktikad baik Presiden, tetapi kami tidak percaya pada mitra di dewan tersebut. Terlepas dari penjelasan beliau, kami tetap meminta Republik Indonesia menarik diri demi menjaga marwah bangsa," tuturnya.

Opsi Penarikan Diri

Meski berniat mengoptimalkan peran di BoP, Presiden Prabowo dilaporkan tetap menyiapkan skenario untuk keluar dari dewan tersebut. Hanif mengungkapkan bahwa Presiden akan mengambil langkah mundur jika keanggotaan Indonesia dirasa tidak lagi membawa manfaat nyata bagi Palestina atau bertentangan dengan kepentingan nasional.

"Presiden menyampaikan jika sudah tidak ada kemaslahatan bagi Palestina dan tidak sesuai kepentingan nasional, beliau akan menarik diri. Namun bagi kami, tidak perlu menunggu itu karena ketidakpercayaan terhadap Amerika sudah terbukti sejak lama," pungkas Hanif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FPI Layangkan Surat Resmi, Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace

FPI Layangkan Surat Resmi, Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 07:05 WIB

Mamah Dedeh Bocorkan Isi Pertemuan Prabowo dan Ulama: Bahas Perang Dunia hingga Krisis Bangsa

Mamah Dedeh Bocorkan Isi Pertemuan Prabowo dan Ulama: Bahas Perang Dunia hingga Krisis Bangsa

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 22:54 WIB

JK Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Kondisi Negara hingga Ketegangan Global

JK Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Kondisi Negara hingga Ketegangan Global

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 22:34 WIB

Terkini

Alasan BGN Libatkan TNI dalam Jajaran Pimpinan: Butuh Ahli Teritorial!

Alasan BGN Libatkan TNI dalam Jajaran Pimpinan: Butuh Ahli Teritorial!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:48 WIB

Kejagung Sebut Aliran Dana Dadan Cs Berasal dari Insentif SPPG Rp6 Juta Per Hari

Kejagung Sebut Aliran Dana Dadan Cs Berasal dari Insentif SPPG Rp6 Juta Per Hari

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:47 WIB

Noel Tuding KPK Jadi Alat Oligarki dan Beri Peringatan Keras untuk Prabowo

Noel Tuding KPK Jadi Alat Oligarki dan Beri Peringatan Keras untuk Prabowo

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:36 WIB

Jangan Tunggu Harga Obat Meroket, DPR Desak Pemerintah Percepat Kemandirian Farmasi

Jangan Tunggu Harga Obat Meroket, DPR Desak Pemerintah Percepat Kemandirian Farmasi

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:28 WIB

Ditendang, Dipukul hingga Mati di Laut: Derita ABK Indonesia di Armada Cumi-Cumi Dunia

Ditendang, Dipukul hingga Mati di Laut: Derita ABK Indonesia di Armada Cumi-Cumi Dunia

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:26 WIB

Kode Malaikat, Vokalis, dan Gitaris: Arti Sandi Rahasia Aliran Uang dalam Skandal Imigrasi

Kode Malaikat, Vokalis, dan Gitaris: Arti Sandi Rahasia Aliran Uang dalam Skandal Imigrasi

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Timwas Sebut Haji 2026 Bagus, Tapi Fasilitas di Mina Masih Jadi PR

Timwas Sebut Haji 2026 Bagus, Tapi Fasilitas di Mina Masih Jadi PR

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:14 WIB

KPK Ungkap Awal Mula Kasus Silmy Karim, Bermula dari Temuan Rp366 Miliar di 96 Rekening

KPK Ungkap Awal Mula Kasus Silmy Karim, Bermula dari Temuan Rp366 Miliar di 96 Rekening

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:08 WIB

Lawan Gugatan Perkumpulan Lyceum, KDM Tegaskan Pertahankan Aset Negara Harga Mati

Lawan Gugatan Perkumpulan Lyceum, KDM Tegaskan Pertahankan Aset Negara Harga Mati

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:05 WIB

DPR Akan Perketat Pengawasan BGN Usai Eks Pimpinan Jadi Tersangka Korupsi MBG.

DPR Akan Perketat Pengawasan BGN Usai Eks Pimpinan Jadi Tersangka Korupsi MBG.

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:03 WIB