Tokoh Lintas Generasi Temui JK, Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik

Galih Prasetyo

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:00 WIB
Tokoh Lintas Generasi Temui JK, Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik
Tokoh Lintas Sektor dan Generasi Sowan ke JK, Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik [Istimewa]
baca 10 detik
  • Sejumlah tokoh lintas generasi bertemu Jusuf Kalla pada Sabtu (7/3/2026) untuk membahas krisis kepemimpinan bangsa.
  • Sudirman Said menyoroti hilangnya kepemimpinan intrinsik berbasis nilai luhur seperti integritas dan kompetensi.
  • Tujuan pertemuan adalah evaluasi kebijakan pemerintahan dan penguatan peran masyarakat sipil, bukan mengganggu pemerintah.

Suara.com - Tokoh Lintas Generasi Temui Jusuf Kalla, Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik

Sejumlah tokoh lintas sektor dan lintas generasi menggelar pertemuan dengan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, Sabtu (7/3/2026).

Pertemuan di kediaman JK itu menjadi ruang diskusi bagi aktivis, akademisi, birokrat, hingga pengusaha untuk membahas arah bangsa di tengah kekhawatiran krisis kepemimpinan.

Salah satu penggagas pertemuan, Sudirman Said, menyebut diskusi ini lahir dari kegelisahan atas menurunnya standar moral pemimpin.

Ia menilai Indonesia sedang kehilangan fondasi kepemimpinan yang berbasis nilai.

“Yang hilang adalah kepemimpinan intrinsik, kepemimpinan yang didasari nilai luhur seperti integritas, visi, kompetensi, wisdom, dan kapasitas menggerakkan perbaikan,” ujar Sudirman Said.

Rektor Universitas Harkat Negeri itu menambahkan, sosok JK dipilih karena dinilai memiliki kepemimpinan intrinsik meski saat ini tidak memegang jabatan publik.

“JK bukan siapa-siapa secara posisi saat ini, tapi punya kepemimpinan intrinsik karena integritasnya,” katanya.

Pakar hukum dari Universitas Andalas, Feri Amsari, menjelaskan ada dua alasan utama para tokoh ingin berdiskusi dengan JK.

baca juga

Pertama, pengalaman JK sebagai wakil presiden, ketua partai, dan mediator konflik dianggap penting untuk membaca krisis kepemimpinan global.

“Mengulang kata Pak JK, pemimpin tidak boleh menggunakan sebatas insting dan instan,” tegas Feri.

Ia menambahkan, alasan kedua adalah untuk menggali pandangan JK tentang aspek ekonomi dalam penyelenggaraan negara.

Menurutnya, perspektif tersebut penting sebagai bahan evaluasi kebijakan ke depan.

Suara kritis juga datang dari kalangan mahasiswa. Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menegaskan pertemuan ini bukan agenda politik, melainkan ruang moral rakyat untuk menyampaikan kegelisahan.

“Sopirnya Prabowo, kernetnya Gibran, awaknya menteri; rakyat sebagai penumpang layak menegur sopir,” kata Tiyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump

Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump

News | Sabtu, 07 Maret 2026 | 18:30 WIB

Pesan Mendalam Jusuf Kalla saat Tarawih: Pentingnya Mendamaikan Sesama

Pesan Mendalam Jusuf Kalla saat Tarawih: Pentingnya Mendamaikan Sesama

Video | Kamis, 05 Maret 2026 | 23:10 WIB

JK Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Kondisi Negara hingga Ketegangan Global

JK Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Kondisi Negara hingga Ketegangan Global

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 22:34 WIB

Jusuf Kalla Ajak Seluruh Masjid Indonesia Baca Qunut Nazilah untuk Perdamaian Dunia

Jusuf Kalla Ajak Seluruh Masjid Indonesia Baca Qunut Nazilah untuk Perdamaian Dunia

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 22:21 WIB

Terkini

Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!

Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:30 WIB

Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:27 WIB

Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani

Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:25 WIB

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:17 WIB

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:16 WIB

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:15 WIB

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:10 WIB

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

×