Menteri LH Sorot Kegagalan Sistemik Jakarta Dalam Mengelola Sampah Bantargebang

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Senin, 09 Maret 2026 | 10:56 WIB
Menteri LH Sorot Kegagalan Sistemik Jakarta Dalam Mengelola Sampah Bantargebang
TPST Bantargebang [suara.com/Yunita]
baca 10 detik
  • Gunungan sampah setinggi 50 meter di TPST Bantargebang longsor pada Minggu (8/3/2026), menewaskan empat orang tertimbun.
  • Menteri Lingkungan Hidup menyatakan insiden ini bukti kegagalan sistemik pengelolaan sampah Jakarta dan pelanggaran UU.
  • Penyidikan hukum dimulai, pemerintah berencana mengalihkan fungsi TPST hanya untuk sampah anorganik sebagai solusi.

Suara.com - Tragedi memilukan kembali mengguncang Bekasi saat gunungan sampah setinggi 50 meter di Zona IV TPST Bantargebang longsor pada Minggu (8/3/2026).

Peristiwa yang terjadi tepat pukul 14.30 WIB tersebut merenggut empat korban jiwa yang tertimbun di bawah gundukan limbah raksasa.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) atau Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq menyebut insiden mematikan ini sebagai bukti nyata kegagalan sistemik pengelolaan sampah di Jakarta.

“Kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi jika pengelolaan dilakukan sesuai aturan. TPST Bantargebang harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk segera berbenah, demi keselamatan jiwa manusia dan kelestarian lingkungan,” tegas Hanif dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).

Hanif menekankan bahwa tumpukan 80 juta ton sampah yang terakumulasi selama 37 tahun di lokasi tersebut kini telah mencapai titik beban yang sangat kritis.

Penggunaan metode open dumping di Bantargebang pun dinilai telah melanggar UU Nomor 18 Tahun 2008, karena sistem yang ada tidak lagi mampu mereduksi risiko keamanan bagi warga.

Saat ini, KLH atau BPLH telah resmi memulai penyidikan menyeluruh serta penegakan hukum tegas guna memastikan persoalan ini tidak kembali memakan korban.

Pemerintah tidak segan membidik pihak yang bertanggung jawab dengan ancaman pidana 5 hingga 10 tahun serta denda maksimal Rp10 miliar sesuai UU Nomor 32 Tahun 2009.

Data dari lokasi kejadian menyebutkan empat korban meninggal dunia yang telah ditemukan adalah Enda Widayanti (25), Sumini (60), Dedi Sutrisno (22), dan Iwan Supriyatin (40).

baca juga

Rangkaian insiden ini menambah catatan kelam sejarah Bantar Gebang yang sebelumnya juga pernah mengalami longsor pada tahun 2003, 2006 dan awal 2026 kemarin.

Sebagai langkah solutif, pemerintah berencana mengalihkan fungsi TPST Bantargebang khusus untuk sampah anorganik melalui penguatan sistem pemilahan dari sumber.

Optimalisasi fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan juga akan dipacu guna memastikan kapasitas pengolahan sampah Jakarta mencapai 8.000 ton per hari secara aman. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perut Kenyang, Tempat Sampah Penuh: Refleksi Makna Ramadan di Tengah Lonjakan Food Waste

Perut Kenyang, Tempat Sampah Penuh: Refleksi Makna Ramadan di Tengah Lonjakan Food Waste

Your Say | Senin, 09 Maret 2026 | 09:55 WIB

Miris! Hamil dari Hubungan Gelap, Ibu Muda Ajak Adik 7 Tahun Buang Bayi ke Tempat Sampah Pasar Nalo

Miris! Hamil dari Hubungan Gelap, Ibu Muda Ajak Adik 7 Tahun Buang Bayi ke Tempat Sampah Pasar Nalo

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:12 WIB

Kenapa Food Waste Meningkat Saat Ramadan: Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Kenapa Food Waste Meningkat Saat Ramadan: Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 15:26 WIB

Sampah Kiriman Penuhi Pantai Kedonganan Bali

Sampah Kiriman Penuhi Pantai Kedonganan Bali

Foto | Jum'at, 27 Februari 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×