Rekaman Video Buktikan Rudal AS Serang Sekolah di Iran, Ratusan Siswi Tewas

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 09 Maret 2026 | 12:46 WIB
Rekaman Video Buktikan Rudal AS Serang Sekolah di Iran, Ratusan Siswi Tewas
Diduga rudal Tomahawk AS hantam sekolah di Iran [X/Mehr News]
  • Sebuah serangan rudal menghantam sekolah perempuan di kota Minab, Iran, mengakibatkan sedikitnya 175 siswi dan staf tewas pekan lalu.
  • Video terbaru menunjukkan proyektil yang sangat mirip rudal jelajah Tomahawk milik Angkatan Laut Amerika Serikat menyerang kompleks tersebut.
  • Pakar menduga AS salah sasaran menggunakan data intelijen usang, sementara Presiden Trump menuding Iran sebagai pelaku serangan fatal tersebut.

Suara.com - Media pemerintah Iran merilis cuplikan video terbaru yang menunjukkan momen sebuah rudal jelajah menghantam kompleks bangunan di kota Minab.

Tragedi ini menelan korban jiwa sedikitnya 175 siswi dan staf di sebuah sekolah perempuan sekitar sepekan yang lalu.

Detail Rekaman dan Identifikasi Senjata

Video berdurasi tujuh detik yang diunggah oleh kantor berita Mehr News tersebut memperlihatkan sebuah rudal yang meluncur deras ke arah sebuah gedung di dalam kompleks berpagar.

Meskipun kualitas video terbatas, Jeffrey Lewis, profesor keamanan global dari Middlebury College, menyatakan bahwa proyektil tersebut sangat identik dengan rudal jelajah Tomahawk.

Sebagai informasi, Amerika Serikat adalah satu-satunya negara yang mengoperasikan Tomahawk, dan pihak Pentagon sendiri telah mengonfirmasi bahwa armada mereka beroperasi di wilayah selatan Iran saat serangan terjadi.

"Penembak pertama di laut adalah Tomahawk yang dilepaskan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat," ujar Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Presiden AS Donald Trump, berbicara dari atas Air Force One, menolak tuduhan bahwa AS berada di balik serangan sekolah tersebut. Ia justru menuding balik pihak Iran sebagai dalang bencana tersebut. Bantahan tersebut sayangnya tanpa bukti akurat.

"Berdasarkan apa yang saya lihat, menurut saya itu dilakukan oleh Iran. Mereka sangat tidak akurat dengan amunisi mereka. Mereka tidak punya akurasi sama sekali," tegas Trump.

Namun, Jeffrey Lewis membantah klaim tersebut dengan menyatakan bahwa desain rudal dalam video tersebut tidak konsisten dengan desain rudal jelajah buatan Iran.

Kantor berita NPR bersama grup riset Bellingcat berhasil memverifikasi lokasi pengambilan video tersebut. Berdasarkan pencocokan detail bangunan dan papan nama klinik, serangan dipastikan terjadi di lokasi sekolah tersebut berada.

Berikut adalah poin-poin kunci hasil investigasi citra satelit dan data lapangan:

  • Target Presisi: Citra satelit dari Planet menunjukkan tujuh bangunan, termasuk klinik, hancur dalam apa yang tampak sebagai serangan presisi.
  • Status Lokasi: Lokasi tersebut berada di kota Minab. Meskipun diklaim sebagai basis militer yang sudah ditinggalkan selama satu dekade, data menunjukkan adanya hubungan aktif dengan IRGC.
  • Data Terbaru: Klinik tersebut diketahui baru dibuka pada tahun 2025 oleh mendiang Kepala IRGC, Hossein Salami.
  • Kesalahan Intelijen: Jeffrey Lewis menduga adanya kemungkinan sekolah dan klinik tersebut menjadi target karena militer AS menggunakan data intelijen yang sudah kedaluwarsa (outdated targeting information), di mana area tersebut masih tercatat sebagai pangkalan militer aktif.

Menanggapi temuan ini, Menteri Perang AS Pete Hegseth menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam atas insiden ini.

"Kami tentu sedang menyelidiki. Namun, satu-satunya pihak yang menargetkan warga sipil adalah Iran," ujarnya saat mendampingi Trump.

Hingga saat ini, pihak Pentagon belum memberikan respons resmi terkait permintaan komentar atas video terbaru yang beredar tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Mojtaba Khamenei: Sosok di Balik Layar yang Kini Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Jejak Mojtaba Khamenei: Sosok di Balik Layar yang Kini Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 12:16 WIB

Siapa Mojtaba Khamenei? Pemimpin Baru Iran Pengganti Ali Khamenei

Siapa Mojtaba Khamenei? Pemimpin Baru Iran Pengganti Ali Khamenei

News | Senin, 09 Maret 2026 | 11:52 WIB

Siapa Mojtaba Khamenei? Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ali Khamenei

Siapa Mojtaba Khamenei? Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ali Khamenei

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 12:34 WIB

Bukti Satelit: Sekolah Putri di Iran Dihantam Rudal Berulang Kali

Bukti Satelit: Sekolah Putri di Iran Dihantam Rudal Berulang Kali

News | Senin, 09 Maret 2026 | 11:40 WIB

AS Marah Israel Serang Depo Minyak Iran, Takut Harga Minyak Naik Jadi USD 200

AS Marah Israel Serang Depo Minyak Iran, Takut Harga Minyak Naik Jadi USD 200

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 11:12 WIB

Warga Irak Santai Main Bola Padahal Rudal Lewat di Atas Kepala, Videonya Viral

Warga Irak Santai Main Bola Padahal Rudal Lewat di Atas Kepala, Videonya Viral

Entertainment | Senin, 09 Maret 2026 | 11:06 WIB

Terkini

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:47 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:21 WIB

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:15 WIB

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:11 WIB

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 06:55 WIB

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:26 WIB

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan

Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:58 WIB