- Meditasi gaya baru di Jepang, disebut *coffin-lying*, melibatkan peserta berbaring di peti mati selama 30 menit untuk refleksi.
- Praktik ini bermula dari sebuah rumah duka di Prefektur Chiba dan bertujuan menenangkan pikiran serta menumbuhkan semangat hidup.
- Beberapa penyedia layanan di Tokyo menawarkan variasi modern dengan peti mati berwarna dan pilihan relaksasi berbeda untuk mengubah persepsi kematian.
Fuse mengatakan desain peti mati yang cerah sengaja dibuat untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap kematian.
Menurutnya, kematian tidak selalu harus dipandang menakutkan.
“Saya ingin orang memahami bahwa kematian bisa terlihat cerah dan tidak selalu menakutkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut justru bertujuan menumbuhkan semangat hidup.
“Sebelum seseorang memilih kematian yang tidak bisa kembali, saya ingin mereka merasakan kematian yang bisa dibalik,” kata Fuse.
Sejumlah mahasiswa yang pernah mencoba pengalaman tersebut mengaku mendapatkan perspektif baru.
Mereka mengatakan sesi itu membantu mengurangi ketakutan terhadap kematian sekaligus meningkatkan keinginan untuk menjalani hidup dengan lebih baik.