Aneh tapi Nyata! Tren di Jepang, Meditasi di Dalam Peti Mati Demi Kesehatan Mental

Galih Prasetyo

Senin, 09 Maret 2026 | 21:51 WIB
Aneh tapi Nyata! Tren di Jepang, Meditasi di Dalam Peti Mati Demi Kesehatan Mental
Aneh tapi Nyata! Tren di Jepang, Meditasi di Dalam Peti Mati Demi Kesehatan Mental [NY Post]
  • Meditasi gaya baru di Jepang, disebut *coffin-lying*, melibatkan peserta berbaring di peti mati selama 30 menit untuk refleksi.
  • Praktik ini bermula dari sebuah rumah duka di Prefektur Chiba dan bertujuan menenangkan pikiran serta menumbuhkan semangat hidup.
  • Beberapa penyedia layanan di Tokyo menawarkan variasi modern dengan peti mati berwarna dan pilihan relaksasi berbeda untuk mengubah persepsi kematian.

Suara.com - Mental Anda terganggu? Mungkin Anda bisa mencoba meditasi untuk menenangkan pikiran. Cara meditasi yang umum biasanya duduk tenang di tempat nyaman, memejamkan mata, dan berfokus pada napas (tarik-hembus) selama 5-20 menit.

Nah bagaiamana dengan mencoba meditasi gaya baru di Jepang yang akhir-akhir ini sedang tren, meditasi di dalam peti mati.

Ya, Anda tak salah baca, di Jepang akhir-akhir sedang tren meditas di dalam peti yang disebut coffin-lying.

Praktik ini awalnya muncul dari sebuah rumah duka di Prefektur Chiba, namun kini semakin populer di kalangan pencari ketenangan dan pemerhati kesehatan mental.

Dalam praktik tersebut, peserta berbaring di dalam peti mati selama sekitar 30 menit untuk merenungkan kehidupan dan kematian.

Banyak orang mengikuti sesi ini untuk menenangkan pikiran sekaligus merefleksikan makna hidup.

Ilustrasi meditasi (Freepik/jcomp)
Ilustrasi meditasi (Freepik/jcomp)

“Ini adalah pengalaman meditasi di mana seseorang bisa memandang kehidupan dengan menyadari kematian,” ujar desainer peti mati sekaligus pendiri konsep ini, Mikako Fuse dilansir dari NY Post.

Tren ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental di Jepang. Negara tersebut diketahui mengalami lonjakan angka bunuh diri di kalangan anak muda dalam beberapa tahun terakhir.

Para pelaku bisnis yang menawarkan layanan ini percaya praktik tersebut dapat membantu seseorang menenangkan diri.

Meditasi di ruang sempit seperti peti mati dianggap memberi kesempatan untuk menyendiri dan menata pikiran.

“Banyak orang yang mengikuti pengalaman peti mati ini berhasil mengurangi atau bahkan menghilangkan pikiran tentang kematian,” kata Fuse.

Kini berbagai tempat menawarkan pengalaman serupa dengan konsep yang lebih modern.

Salah satunya spa di Tokyo bernama Meiso Kukan Kanoke-in, yang menyediakan peti mati berwarna-warni dengan desain menarik.

Peserta bahkan bisa memilih pengalaman yang diinginkan selama sesi berlangsung.

Mereka dapat memilih peti mati terbuka atau tertutup, mendengarkan musik relaksasi, menonton video di langit-langit, atau menikmati keheningan total.

Fuse mengatakan desain peti mati yang cerah sengaja dibuat untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap kematian.

Menurutnya, kematian tidak selalu harus dipandang menakutkan.

“Saya ingin orang memahami bahwa kematian bisa terlihat cerah dan tidak selalu menakutkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman tersebut justru bertujuan menumbuhkan semangat hidup.

“Sebelum seseorang memilih kematian yang tidak bisa kembali, saya ingin mereka merasakan kematian yang bisa dibalik,” kata Fuse.

Sejumlah mahasiswa yang pernah mencoba pengalaman tersebut mengaku mendapatkan perspektif baru.

Mereka mengatakan sesi itu membantu mengurangi ketakutan terhadap kematian sekaligus meningkatkan keinginan untuk menjalani hidup dengan lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Punch, Bayi Monyet Viral Kini Mulai Punya Teman di Kebun Binatang Jepang

Kisah Punch, Bayi Monyet Viral Kini Mulai Punya Teman di Kebun Binatang Jepang

News | Senin, 09 Maret 2026 | 21:39 WIB

Scroll X Ketemu Setan: Rahasia di Balik Suksesnya "Cuan" Film Horor Jalur Viral

Scroll X Ketemu Setan: Rahasia di Balik Suksesnya "Cuan" Film Horor Jalur Viral

Your Say | Senin, 09 Maret 2026 | 18:08 WIB

Daftar Pemain dengan Followers 2 Juta di IG, Siapa yang Ajak Oklin Fia Check-in?

Daftar Pemain dengan Followers 2 Juta di IG, Siapa yang Ajak Oklin Fia Check-in?

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 17:08 WIB

Siapa Pemain Keturunan yang Ajak Oklin Fia Check-in di Hotel? Ini Ciri-cirinya

Siapa Pemain Keturunan yang Ajak Oklin Fia Check-in di Hotel? Ini Ciri-cirinya

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 16:30 WIB

Ananda Emira Moeis Anaknya Siapa? Gaya Bicaranya Saat Wawancara Viral di X

Ananda Emira Moeis Anaknya Siapa? Gaya Bicaranya Saat Wawancara Viral di X

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 14:48 WIB

Terkini

Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas

Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:04 WIB

Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan

Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:56 WIB

Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian

Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:47 WIB

Modus Kasus Silmy Karim Dkk: Persulit Izin Tinggal WNA, Paksa Bayar Uang Tambahan

Modus Kasus Silmy Karim Dkk: Persulit Izin Tinggal WNA, Paksa Bayar Uang Tambahan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:47 WIB

Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta

Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:32 WIB

Puluhan Motor Terjaring Operasi Parkir Liar di Salemba, Trotoar Kenari Milik Pejalan Kaki Lagi

Puluhan Motor Terjaring Operasi Parkir Liar di Salemba, Trotoar Kenari Milik Pejalan Kaki Lagi

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:32 WIB

Silmy Karim Cs Dirikan Perusahaan Towing Diduga untuk 'Derek' Duit Suap Izin Tinggal WNA

Silmy Karim Cs Dirikan Perusahaan Towing Diduga untuk 'Derek' Duit Suap Izin Tinggal WNA

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:26 WIB

BGN Tak Akan Bangun Dapur MBG Baru di Wilayah 3T, Nanik: Pakai Kantin Sekolah

BGN Tak Akan Bangun Dapur MBG Baru di Wilayah 3T, Nanik: Pakai Kantin Sekolah

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:26 WIB

KPK Pamerkan Barang Bukti Rp17,5 Miliar dari Kasus Silmy Karim, Ada Kripto hingga Emas

KPK Pamerkan Barang Bukti Rp17,5 Miliar dari Kasus Silmy Karim, Ada Kripto hingga Emas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:19 WIB

Naik Jabatan, Kepala BGN Nanik S Dayeng Fokus Efisiensi Anggaran MBG

Naik Jabatan, Kepala BGN Nanik S Dayeng Fokus Efisiensi Anggaran MBG

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:07 WIB