Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak

Vania Rossa

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:29 WIB
Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak
Mantan Kepala Staf Angkatan Udara, Chappy Hakim. (tangkap layar Youtube)
  • Penghentian konflik AS-Israel-Iran sangat bergantung pada keputusan Donald Trump, Netanyahu, dan masyarakat Amerika.
  • Konflik ini berawal dari keinginan Israel memusnahkan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah demi keamanan.
  • Masyarakat Amerika memiliki kekuatan besar melalui tekanan publik untuk menghentikan keterlibatan militer dalam perang.

Suara.com - Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Chappy Hakim menilai bahwa penghentian konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sangat bergantung pada keputusan para pemimpin politik serta tekanan publik. Ia menyebut ada tiga aktor utama yang dapat menentukan berhentinya perang tersebut.

“Yang menghentikan ini tiga orang. Dua orang sama satu masyarakat. Donald Trump, Netanyahu sama rakyat Amerika,” ujar Chappy dalam kanal YouTube Rhenald Kasali, dikutip pada Senin (9/3/2026).

Menurut Chappy, dalam dinamika konflik yang berkembang saat ini, Iran justru lebih berperan sebagai objek dari konstelasi politik dan militer yang lebih besar.

“Enggak. Iran tuh objek, Pak,” kata Chappy ketika menanggapi pertanyaan mengenai peran Iran dalam menghentikan perang.

Kepentingan Nuklir Israel

Chappy menjelaskan bahwa konflik yang berkembang tidak terlepas dari kekhawatiran Israel terhadap potensi kepemilikan senjata nuklir oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut kebijakan keamanan Israel sangat tegas dalam mencegah negara lain memiliki kemampuan nuklir.

“Karena perang ini berawal dari keinginan Netanyahu, dari keinginan Israel untuk memusnahkan semua senjata nuklir. Dia tidak ingin negara-negara di sekeliling itu mempunyai senjata nuklir,” kata Chappy.

Ia menambahkan bahwa Israel bahkan bersikap agresif terhadap negara yang dianggap berpotensi mengembangkan senjata nuklir.

“Tidak hanya tidak ingin punya senjata nuklir, gejala pengen punya aja dia sikat,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, hubungan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menjadi faktor penting dalam eskalasi konflik. Chappy menilai kerja sama kedua pemimpin tersebut dapat mendorong keterlibatan militer Amerika dalam operasi terhadap Iran.

Tekanan Publik Amerika

Selain keputusan para pemimpin politik, Chappy menilai masyarakat Amerika juga memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kebijakan perang. Dalam sistem demokrasi, tekanan publik dapat memaksa pemerintah menghentikan konflik.

Ia mencontohkan pengalaman sejarah ketika masyarakat Amerika menolak keterlibatan militer dalam Perang Vietnam.

“Masyarakat Amerika yang sistem pemerintahannya demokratis, itu telah membuktikan dirinya bahwa mereka bisa menghentikan perang,” katanya.

Ia menambahkan, “Contoh yang paling ekstrem, yang paling nyata, yang paling loud and clear adalah Perang Vietnam. Itu masyarakatnya nggak mau anak-anaknya mati konyol.”

Polarisasi di Era Media

Namun Chappy mengakui bahwa kondisi masyarakat global saat ini berbeda dibandingkan masa lalu. Perkembangan teknologi media membuat opini publik semakin terpolarisasi, baik di Amerika Serikat, Israel, maupun negara lain.

“Karena dunia media sudah begitu high tech, Pak. Jadi tidak hanya Amerika nih, kita pun terbelah-belah semuanya,” ujarnya.

Ia menilai arus informasi yang begitu cepat sering kali membuat masyarakat kesulitan membedakan antara fakta dan opini.

“Kita berada di abad media yang begitu menyesatkan sehingga kita tidak tahu lagi mana yang benar mana yang salah,” pungkas Chappy.

Menurutnya, situasi global saat ini ibarat sebuah orkestra tanpa konduktor, di mana setiap aktor bergerak tanpa koordinasi yang jelas. Tanpa kepemimpinan yang mampu menyatukan arah, konflik berpotensi terus berlanjut dan sulit mencapai harmoni dalam hubungan internasional.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Trump Singgung Perang Iran 'Selesai'

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Trump Singgung Perang Iran 'Selesai'

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 06:25 WIB

Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran

Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran

Bola | Selasa, 10 Maret 2026 | 06:14 WIB

Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei

Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei

News | Senin, 09 Maret 2026 | 23:32 WIB

Terkini

Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK Usai Terjaring OTT

Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK Usai Terjaring OTT

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:42 WIB

Qadari Bocorkan Jurus Main Saham Saat IHSG Bergejolak: Cuan 40 Persen Langsung Out

Qadari Bocorkan Jurus Main Saham Saat IHSG Bergejolak: Cuan 40 Persen Langsung Out

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:36 WIB

Donald Trump Pede Akan Umumkan Kemenangan Mutlak Perang dengan Iran

Donald Trump Pede Akan Umumkan Kemenangan Mutlak Perang dengan Iran

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:37 WIB

DPR Bersiap Sahkan RUU Polri Hari Ini, Keputusan Final Ditentukan di Paripurna

DPR Bersiap Sahkan RUU Polri Hari Ini, Keputusan Final Ditentukan di Paripurna

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:33 WIB

Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat 'Slow Life'

Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat 'Slow Life'

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:31 WIB

Ayatollah Mojtaba Khamenei: Rezim Zionis Goyang, Tunggu Beberapa Hari Lagi Berakhir

Ayatollah Mojtaba Khamenei: Rezim Zionis Goyang, Tunggu Beberapa Hari Lagi Berakhir

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:19 WIB

Berapa Korban Gempa Filipina? Ini Update Terbaru Per 9 Juni 2026

Berapa Korban Gempa Filipina? Ini Update Terbaru Per 9 Juni 2026

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:13 WIB

Bos Maktour Kembali Dipanggil KPK Usai Anak Buahnya Ditahan

Bos Maktour Kembali Dipanggil KPK Usai Anak Buahnya Ditahan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:13 WIB

Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel

Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:08 WIB

12 Korupsi Sepanjang Tahun 2026: Rasuah Merajalela, Terbaru Bupati Muara Enim

12 Korupsi Sepanjang Tahun 2026: Rasuah Merajalela, Terbaru Bupati Muara Enim

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:02 WIB