- Presiden Iran Pezeshkian menampik tuduhan kepada Turki bahwa Iran adalah sumber rudal yang memasuki wilayah udara Turki.
- Rudal balistik yang diduga berasal dari Iran dicegat sistem pertahanan Turki pada 9 Maret setelah insiden serupa sebelumnya.
- Presiden Erdogan menekankan perlunya diplomasi dan menghentikan serangan militer tidak sah terhadap negara ketiga di kawasan.
Suara.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya bukan sumber rudal yang memasuki wilayah udara Turki.
Pernyataan itu disampaikan langsung kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam percakapan telepon.
Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki menyebut Pezeshkian menjanjikan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.
“Iran bukan sumber rudal yang memasuki wilayah udara Turki dan penyelidikan komprehensif akan dilakukan,” demikian pernyataan otoriritas Turki seperti dilansir dari BNA.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Turki melaporkan rudal balistik yang diluncurkan dari Iran memasuki wilayah udara Turki pada 9 Maret.

Sistem pertahanan udara dan rudal NATO di Mediterania Timur kemudian berhasil mencegat rudal tersebut.
Insiden itu merupakan yang kedua dalam beberapa hari terakhir.
Pada 4 Maret, Turki juga melaporkan berhasil mencegat rudal balistik yang menuju wilayah udaranya setelah melintas di atas Irak dan Suriah.
Erdogan menyatakan keberatan terhadap serangan militer AS-Israel terhadap Iran yang disebutnya tidak sah.
Baca Juga: Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
Namun ia juga menegaskan bahwa menyerang negara ketiga yang bersahabat di kawasan bukanlah langkah yang tepat.
“Serangan semacam itu tidak akan menguntungkan siapa pun dan harus segera dihentikan,” kata Erdogan kepada Pezeshkian.
Presiden Turki juga menekankan pentingnya jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan regional.
Erdogan menyebut Ankara terus berupaya mendorong dimulainya kembali perundingan guna meredakan konflik yang semakin memanas di Timur Tengah.
Erdogan turut menyampaikan duka atas korban sipil, termasuk anak-anak yang tewas dalam serangan rudal di sebuah sekolah di kota Minab, Iran.
Erdogan juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ali Khamenei dan berharap pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru dapat membawa stabilitas bagi kawasan.