The Economist Kritik Habis Trump: Perang Anda Melawan Iran Tak Akan Berhasil

Bernadette Sariyem

Selasa, 10 Maret 2026 | 17:08 WIB
The Economist Kritik Habis Trump: Perang Anda Melawan Iran Tak Akan Berhasil
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan PM Israel Benjamin Netanyahu (kiri).
baca 10 detik
  • Majalah The Economist (7-13 Maret 2026) mengkritik Presiden Trump memulai perang tanpa strategi jelas melawan Iran.
  • Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran oleh AS dan Israel gagal mencapai tujuan politik; digantikan pemimpin baru.
  • Perang tanpa strategi ini menyebabkan Iran bereaksi, menyerang Teluk, dan menutup Selat Hormuz, merugikan ekonomi global.

Suara.com - The Economistmajalah ekonomi prestisius berbasis di Inggris yang menjadi rujukan para bankir dan pebisnis sejak tahun 1843, habis-habisan mengkritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memulai perang melawan Iran.

Dalam edisi cetak terbarunya, 7-13 Maret 2026, The Economist langsung menerakan judul laporan utamanya "A War Without Strategy", yakni merujuk pada Trump yang memulai perang tapi tanpa strategi apa pun.

Mereka menilai, Trump harus segera menemukan cara untuk mengakhiri konflik dengan Iran yang tak dipikirkan matang-matang.

Edisi majalah The Economist yang berisi tekanan tersebut, dipublikasikan sejak Sabtu (7/3) akhir pekan lalu.

Dua hari kemudian, Senin (9/3) sore,  Trump mengumumkan perang akan segera berakhir. Banyak pihak, termasuk analis, menilai ini adalah cara Trump mengklaim kemenangan sepihak, serta menutupi kegagalan maupun kerugian akibat rudal-rudal Iran.

"Jarang sekali seorang kepala pemerintahan memerintahkan pembunuhan kepala pemerintahan lainnya. Namun pada tanggal 28 Februari, presiden Amerika dan perdana menteri Israel melakukan hal itu, membunuh pemimpin tertinggi Iran yang berusia 86 tahun, Ayatollah Ali Khamenei," tulis editorial the Economist secara sinis.

Namun, "Operasi Epic Fury" itu dinilai tidak berbuah apa pun, sebab posisi Ali Khamenei segera digantikan oleh triumvirat, dan kini mereka sudah menunjuk Ayatollah baru: Mojtaba Khamenei, anak sang martir.

"Hal itu menandakan sesuatu yang lebih halus dan mengkhawatirkan: bahwa operasi tersebut gagal mencapai tujuan politiknya," kecam The Economist.

Trump dinilai memulai perang tanpa alasan kuat. Adalah naif untuk mengatakan, seperti yang dilakukan beberapa pendukung Trump, bahwa karena Ali Khamenei "jahat", sehingga perang menjadi masuk akal.

baca juga
Cover majalah The Economist.
Cover majalah The Economist 7-13 Maret 2026.

Begitu pula tujuannya, Trump menunjukkan perang melawan Iran nyaris seperti tidak ada tujuan.

"Ketika Anda memimpin mesin yang mematikan dan luar biasa seperti angkatan bersenjata AS, bersatu dengan pasukan Israel yang berpengalaman dalam pertempuran, Anda memiliki tanggung jawab khusus untuk menentukan apa yang ingin Anda capai. Itu bukan hanya persyaratan etis; itu juga persyaratan praktis."

Dalam paragraf selanjutnya, The Economist terus melancarkan kritik terhadap Trump, "Tujuan perang mengarahkan kampanye. Tujuan tersebut menentukan pengorbanan yang dibebankan negara kepada rakyatnya sendiri dan musuh. Dan tujuan tersebut menentukan kapan pertempuran harus berakhir."

Dalam perang ini, tujuan Israel berperang justru lebih jelas: menghancurkan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran.

Sebaliknya, Trump dan kabinetnya telah menawarkan serangkaian pernyataan yang berubah-ubah—tentang rudal Iran, senjata nuklir, perubahan rezim, mengikuti arahan Israel, "perasaan" bahwa Iran akan menyerang, dan menyelesaikan dendam setelah puluhan tahun permusuhan.

"Secara politis, ketidakjelasan memberi Trump ruang untuk bermanuver. Secara strategis, kegagalannya untuk mengatakan apa tujuan Epic Fury adalah kerentanan terbesarnya," kritik The Economist.

Ketiadaan strategi dalam perang yang dilakukan Trump, justru menguntungkan secara politik bagi Iran. Sebab, perang sejatinya adalah politik yang keluar dari moncong senjata. 

"Sejauh ini, Iran berhasil. Alih-alih runtuh, mereka justru bergegas untuk meningkatkan eskalasi secara horizontal—cara lain untuk mengatakan bahwa mereka menyerang ke segala arah. Hal ini memiliki sejumlah konsekuensi."

Salah satu alasannya adalah,  negara-negara lain ikut terseret. Iran menyerang negara-negara Teluk, yang menjadi pangakalan-pangkalan militer AS.

Konsekuensi lainnya adalah ekonomi. Iran telah menutup Selat Hormuz, memutus jalur pelayaran.
Penurunan pasokan minyak global diperkirakan mencapai 20 persen.

Dampaknya juga terasa pada infrastruktur energi, termasuk kompleks pencairan gas terbesar di dunia dan kilang minyak terbesar di Arab Saudi.

Harga minyak mentah Brent naik 14 persen sejak 27 Februari, menjadi USD83 per barel.

Satu megawatt-jam gas alam di Eropa berharga Euro 54, lebih dari 70 persen lebih tinggi dibandingkan minggu lalu.

Karena pembeli di Asia berebut pasokan, harga bisa naik lebih tinggi lagi. Ekonomi global masih bisa terpukul.

Jika harga minyak mencapai USD100 per barel, pertumbuhan PDB bisa turun 0,4 poin persentase dan inflasi naik 1,2 poin.

Akhirul kalam, The Economist menyarakan agar Donald Trump segera mengklaim kemenangan secara dini, karena sangat berisiko bila terus berlanjut.

"Amerika mungkin merupakan pengekspor energi, tetapi para pemilih Trump membenci bensin yang mahal. Ia mungkin tergoda untuk mencari kemenangan mutlak dengan membom rezim tersebut hingga musnah. Tetapi bahkan dengan kekuatan militer Amerika, ia mungkin tidak akan berhasil. Sementara itu, semua risiko tersebut akan terus merugikan kawasan dan ekonomi dunia. Lebih baik AS mendeklarasikan kemenangan lebih dini ketimbang nanti akan lebih buruk," tulis The Economist.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Iran: Kemungkinan Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia

Media Iran: Kemungkinan Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:51 WIB

Analis: Perang Iran Tak Kunjung Usai, Siapa yang Paling Untung?

Analis: Perang Iran Tak Kunjung Usai, Siapa yang Paling Untung?

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:47 WIB

Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran

Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:42 WIB

8 Beda Syarat Jadi Wapres di Indonesia dan Iran, Berapa Usia Minimal?

8 Beda Syarat Jadi Wapres di Indonesia dan Iran, Berapa Usia Minimal?

Lifestyle | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:33 WIB

Adu Domba AS-Israel? Iran Bantah Rudal Mereka Serang Turki, Erdogan Buka Suara

Adu Domba AS-Israel? Iran Bantah Rudal Mereka Serang Turki, Erdogan Buka Suara

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:26 WIB

Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis

Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:22 WIB

Dituding Pendukung Iran, Remaja Israel Anti Perang: Kami Lebih Takut Fasis dibanding Rudal

Dituding Pendukung Iran, Remaja Israel Anti Perang: Kami Lebih Takut Fasis dibanding Rudal

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:22 WIB

Terjebak di Jalur Neraka Hormuz, Begini Nasib 2 Kapal Raksasa Pertamina

Terjebak di Jalur Neraka Hormuz, Begini Nasib 2 Kapal Raksasa Pertamina

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:17 WIB

Terkini

Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga

Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga

Jogja | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:12 WIB

Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden

Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden

Jakarta | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:12 WIB

Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!

Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!

Surakarta | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:05 WIB

Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh

Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:00 WIB

Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah

Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:00 WIB

Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum

Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:58 WIB

Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu

Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:57 WIB

3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi

3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:53 WIB

Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?

Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:47 WIB

Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok

Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:46 WIB

×