- Peningkatan eskalasi perang melawan Iran memicu lonjakan pembelotan dan penolakan pengerahan di tubuh militer Amerika Serikat.
- Organisasi nirlaba Center on Conscience & War mencatat banyak panggilan dari tentara AS yang menolak tugas perang ke Iran.
- Sentimen negatif tentara dipicu oleh serangan kemanusiaan di Minab dan ancaman risikonya akibat balasan presisi militer Iran.
“Saya baru mendapat telepon dari anggota militer yang dikerahkan ke Iran. Dia mengajukan permohonan Penolakan berdasarkan hati nurani. Dia juga mengatakan banyak teman seunitnya yang menolak perang di Iran. Dia akan membagikan nomor kontak kami kepada kawan-kawannya."
![Israel dan AS turut mengebom SD khusus perempuan di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan, Iran selatan, dalam serangan Sabtu (28/2/2026). [IRNA/Al Jazeera]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/02/28/90759-sd-perempuan-iran-yang-dibom-israel-amerika-serikat.jpg)
Muak dengan Pembantaian SIwsi SD di Minab
Salah satu pemicu utama meningkatnya moral prajurit Amerika yang enggan berperang adalah aspek kemanusiaan.
Banyak tentara AS yang merasa jijik setelah melihat dampak dari serangan udara yang menghantam infrastruktur sipil di Iran.
“Terkhusus, mereka menyampaikan rasa muak tentang pembantaian ratusan siswi SD di Minab oleh Angkatan Udara AS dan Israel," kata dia.
Lalu, sambungnya, banyak tentara AS yang sangat benci terhadap rezim Trump yang memerintahkan mereka mengebom kapal Iran di perairan internasional.
Insiden di Minab, Iran Selatan, menjadi titik balik sentimen negatif tersebut. Setidaknya 165 orang, yang mayoritas adalah anak perempuan, tewas dalam serangan udara yang diduga dilakukan oleh aliansi AS-Israel.
Laporan menyebutkan bahwa sekolah tersebut dihantam oleh dua serangan beruntun, di mana rudal kedua menghantam saat para penyintas dan petugas medis sedang berusaha menolong korban serangan pertama.
Meskipun pemerintahan Trump membantah keterlibatan mereka dan menyalahkan Iran atas "amunisi yang tidak akurat," bukti-bukti lapangan termasuk video dari kantor berita Mehr menunjukkan rudal jelajah Tomahawk milik AS menghantam pangkalan angkatan laut di samping sekolah tersebut.
Baca Juga: Rudal 'Kiamat' Iran Gempur Israel, Berat Hulu Ledak 1 Ton
Bukti ini diperkuat oleh laporan The New York Times yang memojokkan klaim Gedung Putih.
Balasan Presisi dari Teheran
Di sisi lain, Iran membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang mudah dilumpuhkan. Iran telah melakukan serangan balasan presisi ke titik-titik vital Amerika.
Sasaran Iran mencakup stasiun radar canggih, pangkalan militer, bahkan bagian CIA di kedutaan AS yang berada di Riyadh, Arab Saudi.
Tidak hanya itu, infrastruktur energi kritis di negara-negara Teluk yang menjadi sekutu AS juga tidak luput dari serangan Iran.
Hal ini menciptakan ketegangan luar biasa di internal militer AS, di mana para prajurit merasa bahwa perang ini tidak hanya tidak bermoral secara etis karena mengorbankan warga sipil, tetapi juga sangat berisiko bagi keselamatan mereka sendiri akibat kemampuan rudal Iran yang mampu menembus sistem pertahanan Amerika.