Iran Tolak Tawaran Dialog Trump: Selama Ramadan Kami Tak Berbicara dengan Setan

Bernadette Sariyem Suara.Com
Selasa, 10 Maret 2026 | 22:30 WIB
Iran Tolak Tawaran Dialog Trump: Selama Ramadan Kami Tak Berbicara dengan Setan
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan). [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Menlu Iran menegaskan menutup peluang dialog dengan AS pasca serangan agresi, siap balas dengan perang habis-habisan.
  • Ketua Parlemen Iran menolak gencatan senjata, menyatakan agresor harus dilumpuhkan secara fisik untuk menghentikan serangan.
  • Krisis energi terjadi karena Selat Hormuz terblokade oleh Iran, memaksa pengalihan kapal tanker minyak dunia.

Sementara Donald Trump tetap menunjukkan sikap optimis yang agresif. Dalam konferensi pers di Florida, Trump mencoba menenangkan pasar saham dan menekan harga minyak yang sempat melonjak melewati USD 100 per barel. Ia menyebut operasi militer ini hanyalah sebuah "ekspedisi jangka pendek".

"Ini akan segera berakhir, dan jika itu dimulai lagi, mereka akan dipukul lebih keras lagi," kata Trump.

Ia juga mengklaim kemenangan sepihak dengan berujar, "Kita sudah menang dalam banyak hal, tetapi kita belum cukup menang."

Namun, ancaman Trump meningkat drastis ketika ia membahas kemungkinan Iran memblokade pasokan minyak global.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengancam akan memberikan serangan dengan skala yang tak terhitung besarnya.

"Jika Iran melakukan apa pun yang menghentikan aliran Minyak di dalam Selat Hormuz, mereka akan dipukul oleh Amerika Serikat DUA PULUH KALI LIPAT lebih keras daripada yang pernah mereka alami sejauh ini," tulisnya.

Trump memperingatkan bahwa serangan tersebut akan sangat dahsyat sehingga tidak mungkin bagi Iran atau siapa pun yang membantu mereka untuk bisa pulih kembali.

Krisis Energi dan Selat Hormuz yang Tercekik

Dampak nyata dari perang ini paling dirasakan pada sektor energi global. Selat Hormuz, jalur pelayaran krusial yang membawa 20 persen pasokan minyak dunia, kini praktis terblokade.

Baca Juga: Agen Migrasi Australia Beberkan Dugaan Ancaman kepada Pemain Timnas Putri Iran

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan satu tetes pun minyak meninggalkan kawasan tersebut selama serangan AS-Israel berlanjut.

CEO raksasa minyak Saudi Aramco, Amin Nasser, mengungkapkan bahwa kapal-kapal tanker kini terpaksa dialihkan untuk menghindari Selat Hormuz.

Meskipun jalur pipa Timur-Barat sedang dipacu hingga kapasitas penuh sebesar 7 juta barel per hari menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah, namun volume minyak yang tertahan tetap sangat signifikan.

"Situasi di Selat Hormuz memblokir volume minyak yang cukup besar dari seluruh wilayah," kata Nasser.

Ia memperingatkan jika perang ini berlanjut dalam waktu lama, dampaknya terhadap ekonomi global akan sangat serius, terutama pada lonjakan harga bahan bakar bensin dan avtur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI