Perang Iran Bakal Pecah Lagi! Sekutu Zionis Kirim Kapal Perang, Netanyahu Makin Nafsu

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 11 Maret 2026 | 10:42 WIB
Perang Iran Bakal Pecah Lagi! Sekutu Zionis Kirim Kapal Perang, Netanyahu Makin Nafsu
Inggris mengerahkan kapal HMS Dragon ke Mediterania sementara Netanyahu menyerukan penggulingan pemerintahan Iran. (Jerusalem Post)
baca 10 detik
  • Inggris mengirim HMS Dragon ke Mediterania guna menangkal serangan drone di pangkalan Siprus.

  • Netanyahu menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan rezim Ayatollah di tengah meningkatnya serangan Israel.

  • Perang mengakibatkan ribuan korban jiwa dan kerusakan masif pada ribuan rumah tinggal di Iran.

Suara.com - Ketegangan di wilayah Timur Tengah semakin memuncak setelah kapal perang kebanggaan Inggris, HMS Dragon, resmi bertolak menuju Mediterania.

Langkah taktis ini diambil guna memperkuat pengamanan di wilayah Siprus yang menjadi titik vital pertahanan Inggris di luar negeri.

Kehadiran armada Inggris ini mengikuti jejak Prancis hingga Australia yang sebelumnya telah lebih dulu menyiagakan kekuatan tempur mereka.

Manuver militer besar-besaran tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik antara Iran melawan blok Amerika Serikat dan Israel.

Tekanan dari Presiden Donald Trump juga terus mengalir agar para sekutu di Eropa ikut andil membendung ancaman Teheran.

Melansir laporan AFP, kapal perusak tersebut meninggalkan dermaga Portsmouth pada Selasa kemarin dengan jadwal keberangkatan yang dipercepat.

Fokus utama misi ini adalah memproteksi pangkalan militer Inggris di Siprus dari potensi serangan udara jarak jauh.

Pekan lalu, sebuah insiden serius terjadi saat drone yang diduga milik milisi Hizbullah menghantam area sensitif di wilayah tersebut.

"HMS Dragon adalah salah satu kapal perang pertahanan udara paling mumpuni di dunia, dan kapal ini akan menambah kemampuan pertahanan kami," kata Kementerian Pertahanan Inggris kepada AFP.

baca juga

Pengerahan aset tempur laut ini menjadi respons langsung atas serangan drone di pangkalan Angkatan Udara Kerajaan (RAF) Akrotiri.

Insiden pada 1 Maret lalu di Akrotiri sempat memicu kritik tajam dari pihak oposisi terhadap lambannya reaksi pemerintah.

Menanggapi hal itu, Angkatan Laut Kerajaan melakukan langkah luar biasa dengan memangkas waktu persiapan armada mereka.

Proses yang biasanya memakan durasi enam pekan berhasil diselesaikan hanya dalam waktu enam hari demi keamanan regional.

Pihak militer mengklaim bahwa HMS Dragon memiliki spesifikasi khusus untuk melumpuhkan pesawat nirawak hingga rudal balistik canggih.

Kemampuan ini dinilai krusial untuk menangkal proyektil yang diluncurkan oleh Iran maupun kelompok-kelompok proksinya di kawasan tersebut.

Selain kapal perusak, London juga tengah menyiapkan satu armada tambahan untuk dikerahkan menuju zona panas Timur Tengah.

RFA Lyme Bay dipersiapkan sebagai kapal pendukung yang memiliki kapabilitas pendaratan serta fasilitas medis yang lengkap.

Kehadiran RFA Lyme Bay diharapkan mampu memberikan dukungan logistik jika situasi kemanusiaan di Mediterania Timur semakin memburuk.

Langkah ini sejalan dengan tindakan Yunani, Spanyol, dan Italia yang juga mengamankan aset militer mereka di sekitar pulau tersebut.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka mengobarkan semangat perlawanan terhadap otoritas tertinggi di Iran.

Melalui platform digital X, pemimpin Israel tersebut mendesak masyarakat lokal Iran untuk segera mengakhiri kekuasaan pemerintahan Islam.

Netanyahu menegaskan bahwa militer Israel tidak akan ragu untuk terus menghantam lokasi-lokasi strategis milik pemerintah Iran.

Kekuatan serangan udara diprediksi akan semakin masif seiring berjalannya waktu dan intensitas perang yang meningkat.

Ia mengklaim bahwa kerja sama intelijen dan militer antara Amerika Serikat dan Israel telah melumpuhkan banyak target penting.

Netanyahu menyampaikan pesan yang sangat provokatif yang ditujukan langsung kepada penduduk yang berada di bawah kekuasaan Teheran.

Ia percaya bahwa mayoritas rakyat Iran mendambakan perubahan kepemimpinan yang lebih moderat dan bebas dari tekanan ideologi.

"Ayatollah sudah tidak ada lagi," kata Netanyahu, dikutip Al Jazeera.

Pernyataan ini dianggap sebagai upaya untuk memicu pemberontakan domestik di tengah tekanan militer dari pihak luar.

"Karena itu, Anda harus bertindak. Kami sedang menciptakan kondisi agar Anda dapat melakukannya. Ketika waktunya tepat, dan waktu itu semakin dekat, kami akan menyerahkan kesempatan itu kepada Anda. Bersiaplah untuk memanfaatkan momen ini!" tambah dia.

Konflik yang pecah sejak akhir Februari ini telah membawa dampak yang sangat memprihatinkan bagi penduduk sipil di Iran.

Data medis menunjukkan bahwa serangan gabungan telah mengakibatkan ribuan orang kehilangan nyawa dan menderita luka-luka.

Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian, mengungkapkan fakta pahit mengenai jumlah korban yang terus bertambah setiap harinya.

Sedikitnya 1.255 jiwa dilaporkan tewas sementara sekitar 12.000 orang lainnya harus menjalani perawatan medis akibat luka perang.

Kondisi infrastruktur di Iran juga berada dalam titik nadir akibat gempuran yang menargetkan berbagai sektor fasilitas umum.

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, memberikan gambaran detail mengenai kehancuran fisik yang dialami negaranya saat ini.

Ia menyebutkan bahwa operasi militer tersebut telah meluluhlantakkan hampir 10.000 titik yang merupakan lokasi pemukiman warga sipil.

Sektor pendidikan tidak luput dari kehancuran dengan puluhan sekolah dan lembaga formal yang kini rata dengan tanah.

Tercatat sekitar 65 bangunan sekolah hancur dan hampir 8.000 unit rumah tinggal warga sudah tidak bisa ditempati lagi.

Situasi di Timur Tengah kini berada pada titik didih yang melibatkan banyak kekuatan besar dunia dalam satu palagan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konflik Kian Panas, Iran Tutup Pintu Gencatan Senjata Lawan Rezim Zionis

Konflik Kian Panas, Iran Tutup Pintu Gencatan Senjata Lawan Rezim Zionis

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 10:28 WIB

Rudal 'Kiamat' Iran Kheibar, Ghadr, Emad, dan FattahIran Siap Jadikan Israel Kota Mati

Rudal 'Kiamat' Iran Kheibar, Ghadr, Emad, dan FattahIran Siap Jadikan Israel Kota Mati

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 10:15 WIB

Detik-Detik Abu Janda Ngamuk saat Debat Soal Amerika, Maki Dubes RI Ikrar Nusa Bakti: Jagoan Gue!

Detik-Detik Abu Janda Ngamuk saat Debat Soal Amerika, Maki Dubes RI Ikrar Nusa Bakti: Jagoan Gue!

Entertainment | Rabu, 11 Maret 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Operasi Senyap KPK di Bengkulu, Barang Bukti Dibawa Lewat Jalur VVIP

Operasi Senyap KPK di Bengkulu, Barang Bukti Dibawa Lewat Jalur VVIP

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 07:30 WIB

Ketika Jabatan Dipandang sebagai Kekuasaan, Bukan Kepemimpinan

Ketika Jabatan Dipandang sebagai Kekuasaan, Bukan Kepemimpinan

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 07:20 WIB

GEMPAR di Pasar Kebonagung Sukses Digelar, Gamelan hingga Tarian Meriahkan Suasana

GEMPAR di Pasar Kebonagung Sukses Digelar, Gamelan hingga Tarian Meriahkan Suasana

Jogja | Minggu, 26 Juli 2026 | 07:19 WIB

Samsung Galaxy Foldable 8 Hadir, Pre-Order Lebih Hemat Pakai Kartu Kredit BRI

Samsung Galaxy Foldable 8 Hadir, Pre-Order Lebih Hemat Pakai Kartu Kredit BRI

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 07:18 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Kaki Lebar, Aman buat Daily Training

3 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Kaki Lebar, Aman buat Daily Training

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 07:15 WIB

4 Shio yang Beruntung Hari Ini 26 Juli 2026, Ada Naga hingga Kerbau

4 Shio yang Beruntung Hari Ini 26 Juli 2026, Ada Naga hingga Kerbau

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 07:12 WIB

Rilis Kiss N Tell, aespa Tinggalkan Konsep Musik Rasa Besi di Lagu Terbaru

Rilis Kiss N Tell, aespa Tinggalkan Konsep Musik Rasa Besi di Lagu Terbaru

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 07:05 WIB

5 Fakta Kematian Misterius Satpam di Waduk Jatiluhur: Ditemukan dengan Tangan Terborgol

5 Fakta Kematian Misterius Satpam di Waduk Jatiluhur: Ditemukan dengan Tangan Terborgol

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 07:00 WIB

Hari Mangrove Sedunia, BNI Perkuat Aksi Hijau di Pesisir

Hari Mangrove Sedunia, BNI Perkuat Aksi Hijau di Pesisir

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 06:57 WIB

Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat

Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 06:00 WIB

×