Zionis Israel Makin Tersiksa dengan Rudal Iran, Tidur Makin Tak Nyenyak Takut 'Lewat' Mendadak

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:48 WIB
Zionis Israel Makin Tersiksa dengan Rudal Iran, Tidur Makin Tak Nyenyak Takut 'Lewat' Mendadak
Perang Iran (BBC)
baca 10 detik
  • Iran mengancam meluncurkan rudal satu ton untuk menghancurkan fasilitas militer di Israel.

  • IRGC mengklaim rudal hipersonik mereka berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome dan THAAD.

  • Teheran menegaskan bahwa kendali penuh penghentian perang berada di tangan militer Iran.

Suara.com - Kawasan Timur Tengah saat ini sedang berada dalam titik didih yang sangat mengkhawatirkan akibat eskalasi militer perang AS - Iran.

Yordania kini menjadi wilayah yang paling terdampak karena posisinya berada di jalur lintasan rudal-rudal Iran.

Negara tersebut berbatasan langsung dengan Israel sehingga situasi keamanan di sana menjadi sangat tidak menentu.

Rentetan ledakan terdengar jelas di wilayah perbatasan seiring dengan meningkatnya intensitas serangan udara di kawasan itu.

Malam-malam di wilayah pendudukan kini hanya diwarnai oleh suara sirine peringatan yang memekakkan telinga warga.

Gelombang proyektil terus menyasar bagian tengah dan utara Israel tanpa memberikan jeda bagi penduduk.

Setiap kali peringatan tersebut berbunyi, seluruh warga diinstruksikan segera mencari perlindungan di ruang bawah tanah.

Iran secara sengaja menerapkan taktik ini agar psikologis masyarakat Israel terus berada di bawah tekanan.

Militer Israel mengklaim telah berhasil merontokkan sebagian besar ancaman yang masuk ke wilayah udara mereka.

baca juga

Namun, data mengenai dampak kerusakan yang sebenarnya terjadi di lapangan masih sangat sulit untuk diverifikasi.

Pihak keamanan Israel melarang keras jurnalis maupun warga untuk mendokumentasikan lokasi jatuhnya sisa-sisa rudal tersebut.

Tindakan tegas ini diambil guna mencegah penyebaran informasi strategis melalui platform media sosial oleh publik.

Di sisi lain, jet tempur Israel dilaporkan telah menghantam sebuah bangunan apartemen di jantung kota Beirut.

Serangan di Lebanon tersebut memicu kobaran api besar yang melalap beberapa lantai gedung pemukiman tersebut.

Teheran menyatakan bahwa serangan mereka juga menyasar aset-aset penting milik Amerika Serikat di Timur Tengah.

Beberapa titik di Irak, Bahrain, hingga Kuwait disebut menjadi target dari operasi militer besar-besaran ini.

Arab Saudi bahkan harus turun tangan dengan menembak jatuh drone yang mengarah ke ladang minyak Shaybah.

Uni Emirat Arab juga melaporkan adanya proyektil asing yang melintasi wilayah kedaulatan udara mereka secara ilegal.

Sebuah kapal kargo di lepas pantai Ras Al-Khaimah dilaporkan mengalami kerusakan akibat terkena benda terbang misterius.

Iran kini bersumpah akan meningkatkan daya hancur serangan mereka dengan menggunakan hulu ledak yang lebih masif.

Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Hossein Majid bahkan menegaskan kepada media Iran Mousavi, Iran tidak akan lagi menggunakan rudal dengan hulu peledak kurang dari satu ton.

Langkah ini diambil untuk memastikan dampak kehancuran yang ditimbulkan bisa mencapai skala maksimal di wilayah lawan.

Iran akan memakai semua stok rudalnya yang memiliki hulu ledak minimal satu ton untuk melancarkan gempuran masif ke Israel,

Persenjataan berat ini tidak hanya menyasar kota besar, tetapi juga pangkalan militer Amerika di luar negeri.

Kegagalan Sistem Pertahanan Udara Canggih

Majid mengatakan rudal-rudal tersebut akan diarahkan ke Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah, dikutip dari Middle East Monitor.

Dalam operasi bertajuk "Operation True Promise 4", Teheran telah mengerahkan berbagai jenis rudal balistik tercanggih.

Nama-nama seperti Ghadr, Emad, hingga rudal hipersonik Fattah telah diluncurkan untuk menembus benteng pertahanan lawan.

IRGC mengklaim teknologi senjata mereka mampu melewati kecanggihan sistem Iron Dome milik Israel secara efektif.

Bahkan sistem pertahanan THAAD yang dikelola oleh Amerika Serikat pun disebut kewalahan membendung laju serangan itu.

Serangan beruntun ini merupakan bentuk komitmen IRGC untuk tidak memberikan ruang sedikitpun bagi meja negosiasi.

Teheran juga memberikan respons keras terhadap pernyataan politik yang dilontarkan oleh Donald Trump di Amerika.

Mantan Presiden AS tersebut sebelumnya mengklaim bahwa dirinya bisa menentukan kapan konflik ini akan berakhir.

Namun, pihak Iran menolak mentah-mentah klaim sepihak tersebut dan memilih terus melanjutkan operasi militer mereka.

"Kamilah yang akan menentukan akhir perang," demikian pernyataan IRGC pada Selasa (10/3), seperti dikutip AFP.

Garda Revolusi menegaskan bahwa stabilitas masa depan di kawasan Teluk berada sepenuhnya di tangan angkatan bersenjata mereka.

Mereka menilai bahwa keterlibatan militer asing hanya akan memperkeruh suasana dan tidak akan membawa perdamaian.

"Situasi dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kami. Pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang," lanjut IRGC.

Kini, seluruh mata dunia tertuju pada bagaimana langkah balasan yang akan diambil oleh Tel Aviv selanjutnya.

Persaingan kekuatan persenjataan ini telah membawa Timur Tengah ke ambang peperangan terbuka yang sangat luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketegangan Selat Hormuz: Kapal Kontainer Diserang, Dua Tanker Pertamina Terjebak

Ketegangan Selat Hormuz: Kapal Kontainer Diserang, Dua Tanker Pertamina Terjebak

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:45 WIB

Menko Zulhas: Konflik Iran-AS-Israel Tak Bakal Goyang Pasokan Pangan RI

Menko Zulhas: Konflik Iran-AS-Israel Tak Bakal Goyang Pasokan Pangan RI

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:37 WIB

Laporan Media Asing Ungkap Jumlah Korban Ledakan di Bandara Internasional Dubai

Laporan Media Asing Ungkap Jumlah Korban Ledakan di Bandara Internasional Dubai

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:36 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×