Ironi Jakarta Menuju Kota Global: Aspal Terus Dibongkar Akibat Tak Punya Sarana Utilitas Terpadu

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:53 WIB
Ironi Jakarta Menuju Kota Global: Aspal Terus Dibongkar Akibat Tak Punya Sarana Utilitas Terpadu
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin. (Suara.com/Fakhri Fuadi)
baca 10 detik
  • Proyek galian utilitas di Jakarta menyebabkan kemacetan kronis karena belum adanya Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).
  • Direktur Utama PAM Jaya menyebut SJUT penting untuk menempatkan utilitas terintegrasi tanpa membongkar permukaan jalan.
  • Pembangunan SJUT terhambat oleh kepadatan populasi Jakarta, investasi besar, dan ketidaksesuaian jadwal antarinstansi.

Suara.com - Proyek galian jaringan utilitas di berbagai sudut jalanan Jakarta yang seolah tidak ada habisnya kini menjadi sorotan tajam karena memicu kemacetan kronis.

Pihak PAM Jaya akhirnya angkat bicara untuk membeberkan alasan di balik fenomena proyek galian yang terus menerus muncul dari satu titik ke titik lainnya.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menyatakan bahwa aktivitas penggalian ini akan selalu ada selama Jakarta belum memiliki Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).

Infrastruktur SJUT merupakan sebuah lorong bawah tanah yang dirancang khusus untuk menempatkan kabel telekomunikasi, listrik, hingga pipa air secara kolektif dan terintegrasi.

Keberadaan SJUT sangat krusial bagi kota modern agar proses pemasangan maupun perawatan jaringan utilitas tidak perlu lagi merusak permukaan jalan raya.

"Jakarta belum punya SJUT. Harusnya tuh kalau di kota-kota yang modern, yang lainnya, mereka tuh ada yang namanya SJUT. Jadi, pipa utilitas atau semua yang dibutuhkan sama kota itu ada di situ," kata Arief dalam acara Balkoters Talk di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Arief mengakui bahwa upaya untuk membangun jaringan bawah tanah yang terpadu di Jakarta saat ini menghadapi tantangan yang sangat pelik.

Kepadatan populasi yang sudah teramat masif di ibu kota menjadi kendala utama yang menyulitkan realisasi pembangunan infrastruktur canggih tersebut.

Tak hanya kendala teknis di lapangan, nilai investasi yang dibutuhkan untuk membenahi seluruh jaringan utilitas Jakarta juga tergolong sangat fantastis.

baca juga

"Memang ini jadi PR besar. Tapi kalau membangun SJUT juga nggak mudah dengan kondisi populasi kota yang sudah seperti ini. Itu luar biasa, dan investasinya nggak kecil. Ratusan triliun untuk membangun itu semua," ungkapnya.

Faktor lain yang menyebabkan proyek galian terkesan abadi adalah adanya sengkarut kebijakan serta perbedaan jadwal kerja antara pemerintah pusat dan daerah.

Ketidaksinkronan agenda pengerjaan antarinstansi membuat proyek baru sering kali muncul tepat setelah proyek sebelumnya di lokasi yang sama baru saja usai.

"Ya, mau nggak mau tumpang tindihnya itu masih terjadi," pungkas Arief.

Kondisi karut-marut ini berdampak langsung pada penyempitan lajur jalan yang menjadi biang kerok kemacetan panjang bagi warga yang beraktivitas di Jakarta. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil IBL 2026: Pelita Jaya Makin Tak Terbendung, Rajawali Medan Korban Berikutnya

Hasil IBL 2026: Pelita Jaya Makin Tak Terbendung, Rajawali Medan Korban Berikutnya

Sport | Rabu, 11 Maret 2026 | 23:58 WIB

Ketua DPRD DKI: RDF Triliunan Rupiah Harus Jadi Solusi Permanen Sampah Jakarta

Ketua DPRD DKI: RDF Triliunan Rupiah Harus Jadi Solusi Permanen Sampah Jakarta

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 18:45 WIB

Hasil Simulasi: Ini Syarat Mutlak Persija Bisa Juara Super League Musim Ini

Hasil Simulasi: Ini Syarat Mutlak Persija Bisa Juara Super League Musim Ini

Bola | Rabu, 11 Maret 2026 | 19:40 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×