Iran Simpan Bahan Baku Senjata Kiamat di Dalam Tanah, Akhir Dunia Sudah di Depan Mata

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:24 WIB
Iran Simpan Bahan Baku Senjata Kiamat di Dalam Tanah, Akhir Dunia Sudah di Depan Mata
ILUSTRASI ledakan nuklir (wikipedia)
baca 10 detik
  • IAEA menduga 200 kg uranium Iran 60 persen masih tersimpan aman di terowongan Isfahan.

  • Fasilitas Isfahan merupakan satu-satunya situs nuklir yang selamat dari serangan militer Juni lalu.

  • Total stok uranium Iran secara teori cukup untuk memproduksi sekitar sepuluh hulu ledak nuklir.

Suara.com - Kondisi terkini mengenai material sensitif di dalam perut bumi Isfahan mulai terkuak ke publik. Material itu adalah bahan baku senjata kiamat milik Iran.

Kepala Badan Energi Atom Internasional atau IAEA, Rafael Grossi, mencurigai cadangan besar uranium Iran masih menetap di sana.

Lokasi yang berbentuk kompleks terowongan bawah tanah ini diduga kuat menjadi bunker penyimpanan utama material berbahaya.

Berdasarkan data pantauan terakhir, tempat ini menampung bahan kimia yang telah diperkaya hingga tingkat kemurnian tinggi.

Keberadaan zat tersebut memicu kekhawatiran global karena posisinya yang sangat dekat dengan standar militer.

"Yang kami yakini adalah bahwa Isfahan, hingga inspeksi terakhir kami, memiliki sedikit lebih dari 200 kg, mungkin sedikit lebih dari itu, uranium 60%," ujar Grossi dikutip dari Reuters, Jumat (13/3/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa konsentrasi terbesar bahan nuklir Teheran memang terpusat di fasilitas bawah tanah tersebut.

Fakta ini menjadi krusial mengingat Isfahan adalah satu-satunya titik yang selamat dari gempuran udara masif.

Serangan yang diluncurkan oleh militer Amerika Serikat bersama Israel pada Juni lalu tidak melumpuhkan situs ini.

baca juga

Padahal, banyak instalasi strategis lainnya sudah rata dengan tanah akibat operasi pembersihan kekuatan nuklir tersebut.

Para utusan internasional sebenarnya sudah lama menandai Isfahan sebagai gudang penyimpanan uranium tingkat tinggi tersebut.

Laporan resmi dari pihak IAEA pada bulan Februari juga sempat menyinggung peran penting bunker bawah tanah ini.

Meskipun saat itu belum ada angka pasti, kini perkiraan jumlah total material di seluruh Iran mulai terlihat.

Sebelum serangan terjadi, Teheran diperkirakan memegang kendali atas sekitar 440,9 kilogram uranium dengan kemurnian 60 persen.

Secara teknis, volume sebesar itu mampu menyuplai bahan peledak yang setara dengan sepuluh unit bom nuklir.

Hingga detik ini, Rafael Grossi menyatakan tidak ada tanda-tanda evakuasi besar-besaran terhadap cadangan mineral tersebut.

"Asumsi umum adalah material itu masih berada di sana. Kami belum melihat pergerakan yang menunjukkan bahwa bahan tersebut telah dipindahkan," ujarnya.

Sikap diam dari pihak pemerintah Iran terkait lokasi penyimpanan saat ini menambah ketidakpastian bagi pengawas global.

Akses bagi para inspektur internasional untuk kembali masuk ke lokasi yang pernah dibom pun masih tertutup rapat.

Iran nampaknya masih enggan memberikan informasi mendetail mengenai kondisi sisa-sisa program nuklir mereka pasca konflik.

Alasan utama serangan militer sekutu beberapa waktu lalu adalah untuk memutus rantai produksi senjata nuklir.

Pihak Barat meyakini bahwa Iran sudah berada di ambang pintu untuk menjadi negara dengan kekuatan atom.

Namun, di sisi lain, IAEA mencatat bahwa bukti program senjata nuklir yang terorganisir belum ditemukan secara nyata.

Kerusakan parah memang menimpa dua pabrik pengayaan di Natanz serta satu instalasi penting di wilayah Fordow.

Meski hancur, sisa-sama uranium dengan kadar 60 persen dilaporkan masih tertinggal di reruntuhan situs Natanz tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Serukan Perlawanan Total: Blokir Selat Hormuz, Siap Harga Minyak Tembus USD 200

Iran Serukan Perlawanan Total: Blokir Selat Hormuz, Siap Harga Minyak Tembus USD 200

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 08:27 WIB

Kapal Tanker Meledak Kena Serangan Iran, Harga Minyak Kembali 'Mendidih'

Kapal Tanker Meledak Kena Serangan Iran, Harga Minyak Kembali 'Mendidih'

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 08:10 WIB

Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri

Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

×