- Indonesia resmi menyepakati pembelian sistem rudal supersonik BrahMos PJ-10 dari India untuk modernisasi persenjataan nasional.
- Rudal BrahMos melaju hingga hampir tiga kali kecepatan suara dan terbang sangat rendah, sehingga sulit dideteksi musuh.
- Rudal ini adalah hasil kerja sama militer India dan Rusia, dikembangkan dari teknologi rudal P-800 Oniks Soviet.
3. Asal Teknologi dari Rusia
Dikutip dari media Rusia, Tass, BrahMos merupakan turunan dari rudal anti-kapal Soviet Oniks / Yakhont, yang terkenal cepat dan sulit dicegat.
Kerja sama ini dimulai tahun 1998 dan produksi dilakukan di Rusia dan India.
Menariknya, nama BrahMos berasal dari nama sungai Brahmaputra (India) dan sungai Moskva (Rusia)
4. Variasi Rudal BrahMos PJ-10
India dan Rusia sudah mengembangkan rudal dari dari banyak versi. Mulai dari versi BrahMos Block I–III untuk target di darat.
Lalu BrahMos-A yang bisa dluncurkan dari pesawat Sukhoi Su-30MKI. BrahMos-ER dengan daya jelajah 400+ km.
Ada juga BrahMos-NG, BrahMos-II versi hipersonik (target Mach 5+).
Menurut laporan Tass, India dan Rusia juga mengembangkan versi hipersonik yang bisa mencapai Mach 4.5–5 di masa depan.
Baca Juga: Fakta Menarik usai Persib Bantai Persik: Maung Bandung, Paling Sering Dapat Penalti Musim Ini!
Kontributor: Adam Ali