Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba

Bernadette Sariyem | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 13:41 WIB
Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan). [Suara.com]
  • Presiden Trump menyatakan prioritasnya adalah menyelesaikan konflik dengan Iran sebelum mengalihkan fokus strategis ke Kuba.
  • Pemerintahan Trump menerapkan tekanan ekonomi signifikan terhadap Kuba, memicu demonstrasi domestik terkait krisis energi.
  • Amerika Serikat berupaya menggantikan peran Uni Soviet dengan menjadikan Kuba bergantung secara finansial pada Washington.

Narasi ini diperkuat oleh pernyataan para sekutu dekat Trump, termasuk Senator Lindsey Graham, yang secara terbuka melontarkan prospek jatuhnya pemerintahan Kuba.

Atmosfer ini kian memanas seiring dengan pecahnya demonstrasi di beberapa wilayah Kuba selama akhir pekan lalu.

Di kota Moron, para pengunjuk rasa dilaporkan melempari batu dan membakar kantor Partai Komunis setempat sebagai bentuk frustrasi atas krisis energi dan ekonomi.

Surat kabar pemerintah, Granma, melaporkan bahwa lima orang telah ditangkap dan satu orang dilarikan ke rumah sakit akibat insiden tersebut.

Menanggapi situasi ini, Trump memberikan komentar singkat namun sarat makna, "Orang-orang telah menunggu selama 50 tahun untuk mendengar cerita ini tentang Kuba."

Strategi "Pengambilalihan" Ekonomi ala Soviet

Banyak analis melihat bahwa keberhasilan AS dalam menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dalam operasi bulan Januari lalu telah menjadi cetak biru bagi rencana perubahan rezim di Kuba.

Sumber yang memahami pemikiran Trump menyebutkan, sang presiden ingin menggunakan tekanan ekonomi AS untuk membuat Kuba secara finansial bergantung pada Washington.

Tujuan akhirnya sangat ambisius: Amerika Serikat ingin mengambil alih posisi yang dulunya ditempati oleh Uni Soviet.

Sebelum runtuh pada tahun 1991, Uni Soviet adalah penyokong utama yang menjaga napas ekonomi Kuba tetap berdenyut.

Dengan membuat Kuba bergantung pada AS, Washington berharap dapat mengontrol arah politik negara tersebut secara permanen.

Respons Diaz-Canel: Negosiasi atau Perlawanan?

Pemerintah Kuba sendiri tidak tinggal diam. Presiden Miguel Diaz-Canel mengonfirmasi pada hari Jumat bahwa pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan pejabat AS.

Diaz-Canel menyatakan bahwa kedua pihak sedang menjajaki "solusi potensial untuk perbedaan bilateral kita."

Meski membuka pintu dialog, Diaz-Canel menegaskan bahwa Kuba hanya bersedia bernegosiasi jika diposisikan sebagai mitra yang setara, bukan sebagai negara bawahan yang didikte oleh kemauan Washington.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei

Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:37 WIB

Tampan dan Pemberani, Javier Bardem Kritik Pedas Trump-Netanyahu di Panggung Oscar 2026

Tampan dan Pemberani, Javier Bardem Kritik Pedas Trump-Netanyahu di Panggung Oscar 2026

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:21 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 12:50 WIB

Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat

Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat

News | Senin, 16 Maret 2026 | 12:45 WIB

Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir

Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir

News | Senin, 16 Maret 2026 | 12:24 WIB

Batal Ambil Suaka di Australia, Keluarga Kapten Timnas Putri Iran Diduga Diintimidasi

Batal Ambil Suaka di Australia, Keluarga Kapten Timnas Putri Iran Diduga Diintimidasi

Bola | Senin, 16 Maret 2026 | 12:17 WIB

Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan

Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan

News | Senin, 16 Maret 2026 | 10:44 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB