Trump Minta Bantuan Sekutu Amankan Selat Hormuz, Jepang hingga Australia Enggan Kirim Kapal

Arif Budi | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 13:50 WIB
Trump Minta Bantuan Sekutu Amankan Selat Hormuz, Jepang hingga Australia Enggan Kirim Kapal
Respons para sekutu saat diminta Donald Trump bantu amankan Selat Hormuz. [Suara.com/Syahda]
  • Presiden AS Donald Trump meminta tujuh negara sekutu mendukung pengamanan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
  • Selat Hormuz, yang krusial bagi energi global, terancam akibat konflik antara AS, Israel, dan Iran.
  • Jepang dan Australia menolak mengirim kapal angkatan laut, sementara Korea Selatan masih berkoordinasi dengan Washington.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan kepada negara-negara sekutu untuk membantu mengamankan jalur pelayaran strategis Strait of Hormuz.

Permintaan itu disampaikan ketika konflik antara AS dan Israel melawan Iran memasuki pekan ketiga.

Donald Trump mengatakan pemerintahannya telah menghubungi tujuh negara untuk meminta dukungan keamanan di selat tersebut. Namun, ia tidak menyebutkan secara spesifik negara mana saja yang sudah dihubungi.

Dalam unggahan sebelumnya di media sosial, Trump menyatakan harapannya agar beberapa negara besar seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan United Kingdom dapat ikut ambil bagian dalam upaya pengamanan tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur laut sempit yang berada di antara Iran dan Oman.

Kawasan ini sangat penting bagi perdagangan energi global karena sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati rute tersebut.

Ketegangan yang meningkat membuat Iran secara efektif menutup jalur tersebut, sehingga memicu gangguan besar pada pasokan energi dunia.

Sejumlah negara yang disebut dalam wacana pengamanan ini mulai memberikan tanggapan.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi mengatakan negaranya belum memiliki rencana untuk mengirim kapal angkatan laut ke Timur Tengah.

“Kami belum membuat keputusan apa pun tentang pengiriman kapal pengawal. Kami terus meneliti apa yang dapat dilakukan Jepang secara mandiri dan apa yang dapat dilakukan dalam kerangka hukum,” kata Takaichi kepada parlemen pada 16 Maret dikutip dari Strait Times.

Sementara itu, pemerintah Australia juga menyampaikan sikap serupa. Menteri kabinet yang mewakili pemerintahan Perdana Menteri Anthony Albanese, yakni Catherine King menegaskan negaranya tidak akan mengirim kapal ke Selat Hormuz.

“Kami tidak akan mengirim kapal ke Selat Hormuz. Kami tahu betapa pentingnya hal itu, tetapi itu bukan sesuatu yang diminta dari kami atau yang kami bantu,” kata King dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah ABC.

Dari Korea Selatan, kantor kepresidenan menyatakan masih akan berkoordinasi dengan Washington sebelum mengambil keputusan.

“Kami akan berkomunikasi erat dengan AS mengenai masalah ini dan akan mengambil keputusan setelah peninjauan yang cermat,” demikian pernyataan kantor kepresidenan pada 15 Maret.

Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dilaporkan telah membahas situasi di Selat Hormuz dengan Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba

Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:41 WIB

Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei

Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:37 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 12:50 WIB

Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat

Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat

News | Senin, 16 Maret 2026 | 12:45 WIB

Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir

Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir

News | Senin, 16 Maret 2026 | 12:24 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB