Kisah Nenek Aca di Kampung Rambutan, Nabung dari Jualan Nasi Uduk Demi Mudik Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 14:44 WIB
Kisah Nenek Aca di Kampung Rambutan, Nabung dari Jualan Nasi Uduk Demi Mudik Lebaran
Ilustrasi pemudik di Kampung Rambutan. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Seorang nenek berusia 60 tahun bernama Aca dari Karawang mudik ke Sumatera Selatan menggunakan bus.
  • Nenek Aca melakukan perjalanan ini untuk merayakan Lebaran dan bertemu cucunya yang sudah lama dinanti.
  • Biaya total tiket bus untuk tiga orang mencapai hampir Rp1,5 juta, disiapkan dari usaha kuliner.

Suara.com - Di tengah keriuhan arus mudik yang mulai memadati Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, seorang perempuan paruh baya duduk menanti bus yang akan membawanya melintasi Selat Sunda.

Sosok bersahaja itu adalah Aca, seorang nenek berusia 60 tahun asal Karawang yang bersiap menempuh perjalanan jauh menuju Sumatera Selatan.

Bukan tanpa alasan, Aca memilih meninggalkan rutinitasnya di Karawang demi merayakan hari kemenangan di kediaman sang buah hati.

"Pengin Lebaran di tempat anak gitu, kumpul," tuturnya dengan nada bicara lembut.

Kepergiannya kali ini terasa sangat istimewa, karena Aca membawa misi rindu untuk menemui cucu tercinta yang telah lama tidak ia dekap.

"Udah ada cucu di sana," ungkapnya mengonfirmasi alasan utama perjalanan mudik.

Demi mewujudkan pertemuan tersebut, Aca yang sehari-harinya bergelut dengan kepul asap dapur ini harus bekerja lebih keras.

Perempuan tangguh ini menyandarkan hidupnya pada usaha kuliner sederhana di pinggiran jalan Karawang untuk menyambung hidup.

"Ibu ya cuma jualan sarapan. Jualan nasi uduk, lontong sayur, gitu," kisah Aca mengenai profesinya.

Baca Juga: Penampakan Stasiun Pasar Senen Dipenuhi Ribuan Pemudik, Lebih 23 Ribu Penumpang Berangkat Hari Ini

Upah dari setiap porsi nasi uduk dan lontong sayur yang terjual Aca sisihkan sedikit demi sedikit ke dalam tabungan khususnya.

Persiapan finansial untuk perjalanan ini pun tidak dilakukan secara mendadak, melainkan sudah direncanakan jauh-jauh sebelum bulan Ramadan tiba.

Aca mengaku harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk memesan tiket bus bagi tiga orang anggota keluarganya yang kali ini ikut serta.

"Tadi Rp1,4 juta, bertiga. Ya hampir Rp1,5 juta," ungkapnya merinci biaya transportasi yang dibutuhkan untuk sampai ke seberang pulau Jawa.

Meskipun harga tiket mengalami kenaikan menjelang hari raya, Aca tetap bersyukur karena kenaikannya dianggap masih dalam batas wajar.

Perjalanan ke Belitang ini sendiri menjadi momen yang sangat dinantikan setelah sekian lama ia tertahan oleh situasi sulit beberapa tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI