- Polda Metro Jaya memetakan dua jalur pelarian terduga pelaku penyerangan air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
- Pelaku diduga merencanakan serangan, membuntuti korban dari YLBHI hingga lokasi penyiraman, berdasarkan temuan CCTV.
- Korban mengalami luka bakar serius pada wajah dan tubuh akibat trauma asam, memerlukan perawatan medis lanjutan.
Penelusuran melalui CCTV ini menjadi bukti kunci bagi kepolisian untuk mengidentifikasi jenis kendaraan serta ciri-ciri fisik para terduga pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Selain rute pelarian, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga menemukan fakta bahwa aksi penyiraman air keras ini bukanlah kejadian spontan.
Para pelaku diduga kuat telah merencanakan serangan tersebut dengan cara membuntuti aktivitas korban sejak awal. Andrie Yunus diketahui sudah diikuti sejak dirinya meninggalkan salah satu pusat bantuan hukum di Jakarta Pusat.
Berdasarkan data kepolisian, para terduga pelaku mulai menempel ketat pergerakan korban saat Andrie Yunus keluar dari Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang berlokasi di Jalan Pangeran Diponegoro, Pegangsaan.
Pengintaian ini dilakukan secara konsisten sepanjang perjalanan korban menuju lokasi kejadian perkara.
"Korban ini tidak langsung menuju ke tempat kejadian perkara, namun sempat mengisi bahan bakar dulu di SPBU Cikini Raya," kata Iman.
Fakta ini menunjukkan bahwa para pelaku memiliki waktu yang cukup lama untuk memantau situasi dan mencari momentum yang tepat untuk melakukan penyiraman air keras tanpa terganggu oleh keramaian warga di sekitar lokasi pengisian bahan bakar.
Terkait kondisi kesehatan Andrie Yunus, pihak kepolisian telah mendapatkan laporan medis awal dari rumah sakit yang menangani korban.
Serangan air keras tersebut memberikan dampak luka fisik yang cukup serius pada beberapa bagian vital tubuh korban.
Baca Juga: Polisi Uji Helm dan Botol Air Keras di Kasus Andrie Yunus, Cari Sidik Jari Pelaku
Zat kimia berbahaya yang digunakan pelaku menyebabkan kerusakan jaringan kulit yang memerlukan penanganan medis spesifik dan berkelanjutan.
Menurut Iman, kondisi korban berdasarkan pemeriksaan medis mengalami trauma asam. Kemudian luka bakar pada bagian wajah, lengan, batang tubuh dan kedua anggota gerak lainnya.
Luka bakar akibat zat kimia atau trauma asam ini dikenal memiliki masa pemulihan yang cukup lama dan risiko komplikasi yang tinggi jika tidak ditangani dengan cepat.
Pihak kepolisian pun menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa aktivis kemanusiaan tersebut.
Selain fokus pada pengejaran pelaku, Polda Metro Jaya juga memberikan dukungan moral bagi kesembuhan korban agar dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai aktivis di masyarakat.
"Mudah-mudahan korban segera diberikan kesembuhan. Mari kita sama-sama doakan, keluarga kita sahabat kita tersebut segera memperoleh kesembuhan sehingga bisa kembali beraktivitas," katanya.