Kisah Haru Perantau Asal Madura: Gaji Tak Dibayar, Tetap Berjuang Mudik demi Keluarga

Vania Rossa

Selasa, 17 Maret 2026 | 14:47 WIB
Kisah Haru Perantau Asal Madura: Gaji Tak Dibayar, Tetap Berjuang Mudik demi Keluarga
Pemudik asal Madura, Rizky Aditya Maulana Saputra. (Suara.com/Dinda Pramesti K)
baca 10 detik
  • Dua perantau asal Madura, Rizky dan Uki, menunggu bus Gunung Harta di Terminal Kalideres menuju kampung halaman.
  • Rizky terpaksa naik bus 12 jam karena belum menerima gaji bulanan dari tempat kerjanya di Jakarta.
  • Mereka memilih moda transportasi bus untuk berhemat agar sisa dana dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga di Madura.

Suara.com - Deru mesin bus yang bersahutan berpadu dengan aroma solar yang khas memenuhi udara di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Di tengah hiruk pikuk para pemudik yang bersiap pulang ke kampung halaman, harapan dan kerinduan bercampur menjadi satu.

Di antara kerumunan itu, dua perantau asal Madura, Rizky Aditya Maulana Saputra dan rekannya yang akrab disapa Uki, tampak menunggu keberangkatan bus menuju Surabaya. Dari sana, mereka akan melanjutkan perjalanan ke kampung halaman mereka di Madura.

Keduanya dijadwalkan berangkat menggunakan bus Gunung Harta pada pukul 12.00 WIB. Sambil menunggu waktu keberangkatan, mereka berbagi cerita tentang makna mudik dan perjuangan hidup sebagai perantau di Jakarta.

Bagi Rizky, momen pulang kampung selalu menjadi saat yang paling dinanti.

“Kumpul sama keluarga, Kak. Karena momen terindah itu cuma sekali setahun, pas Lebaran,” ujarnya dengan mata berbinar.

Namun di balik kerinduan tersebut, ada kisah getir yang harus ia jalani selama merantau.

Gaji Tak Dibayar, Terpaksa Mudik Naik Bus

Biasanya Rizky memilih pulang menggunakan pesawat karena perjalanan dari Jakarta ke Surabaya hanya memakan waktu sekitar dua jam. Namun tahun ini situasinya berbeda.

Ia terpaksa memilih bus dengan waktu perjalanan sekitar 12 jam karena kondisi ekonomi yang sedang sulit. Rizky mengaku belum menerima gaji dari tempatnya bekerja.

baca juga

“Sebenarnya biasanya naik pesawat. Tapi sekarang ekonomi lagi menurun dan bos belum bayar gaji, jadi terpaksa naik bus,” kata Rizky.

Ia menceritakan bagaimana beratnya menjalani kehidupan di Jakarta ketika upah yang diharapkan tidak kunjung cair, sementara kebutuhan keluarga di kampung terus berjalan.

Menurutnya, kondisi tersebut membuatnya harus berjuang lebih keras demi tetap bisa mengirim uang untuk keluarga di Madura.

“Kerja sampai satu bulan ternyata nggak digaji. Istri di Madura minta kiriman, anak juga sakit. Susah, Kak. Jangankan beli baju Lebaran, buat beli susu anak saja harus utang ke sana ke sini,” tuturnya dengan nada sedih.

Mudik Hemat Demi Bisa Bahagiakan Keluarga

Meski perjalanan bus jauh lebih lama dibanding pesawat, Rizky tetap memilihnya demi berhemat.

Baginya, selisih biaya perjalanan bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga saat tiba di kampung halaman.

“Sebenarnya cukup kalau naik pesawat. Tapi pilih bus supaya lebih irit. Uangnya bisa dipakai nanti pas di Madura, buat jalan-jalan sama keluarga,” katanya.

Hal serupa juga dirasakan Uki. Ia mengaku sudah empat bulan tidak pulang ke kampung halaman dan sangat merindukan keluarga.

“Yang paling dikangenin ya anak sama istri,” kata Uki singkat.

Terminal Kalideres, Titik Pulang Para Perantau

Bagi Rizky dan Uki, Terminal Kalideres bukan sekadar tempat transit. Terminal ini menjadi titik awal perjalanan panjang menuju rumah, tempat di mana mereka bisa kembali merasakan hangatnya kebersamaan keluarga.

Perjalanan 12 jam melalui Tol Trans-Jawa kini sudah menanti di depan mata.

Bagi mereka dan ribuan pemudik lainnya, bus yang mereka tumpangi bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga kapal harapan yang membawa mereka kembali ke pelukan keluarga.

“Asyik kalau mudik, Kak. Kalau pulang biasa nggak seramai ini. Lebaran memang beda,” ujar Rizky sebelum akhirnya naik ke bus yang akan membawanya pulang.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diskon Tiket Mudik 30 Persen Disebut Justru Bebani Operator Kapal Ferry

Diskon Tiket Mudik 30 Persen Disebut Justru Bebani Operator Kapal Ferry

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:46 WIB

Kondisi Terkini Terminal Kampung Rambutan: Penumpang Meroket, Harga Tiket Masih Normal

Kondisi Terkini Terminal Kampung Rambutan: Penumpang Meroket, Harga Tiket Masih Normal

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:40 WIB

7 HP Gaming Terbaik yang Tidak Cepat Panas dan Anti Lag, Cocok Dibawa Mudik

7 HP Gaming Terbaik yang Tidak Cepat Panas dan Anti Lag, Cocok Dibawa Mudik

Tekno | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:30 WIB

Terkini

3 HP Flagship Samsung Terbaru di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

3 HP Flagship Samsung Terbaru di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 14:34 WIB

Aturan Harga Saham Rp1 dan Short Selling Diterapkan Bersamaan, BEI Pasang Kuda-kuda

Aturan Harga Saham Rp1 dan Short Selling Diterapkan Bersamaan, BEI Pasang Kuda-kuda

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:32 WIB

Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:30 WIB

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 14:21 WIB

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

×