- PT JMJ memprediksi puncak arus mudik Tol Jogja-Solo terjadi Rabu, 18 Maret 2026, diperkirakan 17.000 kendaraan.
- Volume lalu lintas mulai naik sejak Senin, dengan peningkatan 34 persen arah Solo dan 65 persen arah Jogja.
- Ruas fungsional Prambanan-Purwomartani dibuka 16–29 Maret untuk kendaraan Golongan I dari DIY ke arah timur.
Suara.com - PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) memprediksi puncak arus mudik yang melintasi Jalan Tol Jogja-Solo akan terjadi pada Rabu (18/3/2026) besok. Sebanyak 17 ribu kendaraan diperkirakan akan melintas jalur bebas hambatan itu dalam satu hari.
Direktur Utama PT JMJ, Rudy Hardiansyah, mengakui grafik lalu lintas kendaraan yang melintas Tol Jogja-Solo mulai merangkak naik sejak Senin kemarin. Namun hingga hari ini volume yang melintas belum terlalu signifikan.
Berdasarkan prediksi, volume kendaraan pada puncak tersebut akan melonjak berkali-kali lipat dibandingkan rata-rata harian saat ini.
"Paling tertinggi di tanggal 18 (Maret). Prediksi kita sih di 17.000 kalau untuk arus mudik ya, tertinggi nanti sekitar 17.000, satu hari itu. Untuk arus baliknya di tanggal 29 (Maret)," kata Rudy, Selasa (17/3/2026).
"Kita mulai monitor sejak tanggal 13 ya secara keseluruhan Jogja-Solo itu masih di bawah normal sebetulnya meskipun sudah bergerak naik, tapi masih di bawah normal. Baru di atas normal itu hari Senin kemarin," imbuhnya.
Disampaikan Rudy, peningkatan traffic sejauh ini tercatat mencapai 34 persen untuk kendaraan masuk ke tol ke arah Solo. Sementara kendaraan yang keluar ke arah Jogja sudah mencapai sekitar 65 persen.
Untuk mengantisipasi lonjakan pada tanggal 18 Maret tersebut, PT JMJ terus memantau pergerakan kendaraan dari arah barat yang telah diberlakukan sistem satu arah (one way).
Rudy menyebut pihaknya memiliki waktu untuk bersiap sebelum arus dari gerbang tol utama sampai di wilayah Tol Jogja-Solo.
"Meskipun sudah di-one way-kan kita masih meyakini bisa antisipasi traffic itu sampai prediksi puncak kita di tanggal 18 (Maret) besok," ujarnya.
Terkhusus di ruas fungsional Prambanan-Purwomartani yang dibuka sejak 16 Maret 2026 kemarin, Rudy menuturkan bahwa sehari kemarin tercatat setidaknya 3.500 kendaraan melintas dengan kepadatan tertinggi terjadi pada siang hari.
Adapun ruas tol fungsional Purwomartani-Prambanan yang berjarak 12,25 kilometer ini akan dibuka selama 14 hari ke depan. Terhitung mulai 16 Maret hari ini hingga 29 Maret 2026.
Jam operasional tol pun masih dibatasi dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Ruas ini hanya difungsionalkan untuk kendaraan yang bergerak dari arah DIY keluar baik menuju Klaten, Solo, dan wilayah sekitarnya.
Angkutan mudik lebaran yang melintas hanya diperuntukkan bagi kendaraan golongan I, yakni kendaraan ringan seperti sedan, jip, minibus, pick-up atau truk kecil, serta bus. Dengan kecepatan maksimal dibatasi hingga 40 kilometer/jam saja.
Sementara itu, bagi para pemudik yang hendak menuju atau masuk wilayah DIY dari arah Jawa Tengah dapat memanfaatkan akses keluar via Exit Tol Prambanan maupun beberapa pintu keluar tol lainnya yang berada di wilayah Klaten.