- Sebanyak 256 penghafal Al-Qur'an berkumpul di Masjid Al-Shafii, Gaza, untuk tradisi Ramadan di tengah serangan perang.
- Kegiatan keagamaan tetap berlangsung di tengah kerusakan lebih dari 89 persen masjid akibat serangan Israel.
- Para peserta menegaskan bahwa membaca Al-Qur'an menjadi simbol ketahanan spiritual dan cara mengatasi trauma akibat konflik.
“Saya dedikasikan bacaan hari ini untuk mereka. Kami hidup dengan Al-Qur’an, dan akan terus membacanya sampai napas terakhir,” katanya.
Para ulama di Gaza menilai tradisi ini menjadi simbol ketahanan spiritual di tengah perang.
“Meski masjid hancur, orang tetap berkumpul untuk membaca Al-Qur’an. Itu cara mereka bertahan dari trauma,” kata Ahmed al-Saafin dari lembaga Dar al-Quran.
Kontributor: Adam Ali