- Puspom TNI mengungkap empat terduga pelaku penyerangan air keras terhadap Andrie Yunus KontraS adalah anggota BAIS TNI.
- Anggota DPR RI, Mafirion, mendesak penegak hukum mengungkap aktor intelektual dan motif di balik penyerangan ini.
- Keterlibatan oknum institusi negara ini dianggap ancaman serius terhadap pilar demokrasi dan penegakan HAM di Indonesia.
Mafirion menegaskan bahwa aparat wajib menelusuri aliran perintah hingga sumber pendanaan aksi tersebut.
"Sudah saatnya negara menunjukkan keberanian, bukan sekadar prosedur. Aparat wajib menelusuri siapa yang memerintah, membiayai, dan diuntungkan. Jika gagal mengungkap dalangnya, maka publik berhak bertanya: ada apa di balik diamnya kekuasaan? Keadilan tidak boleh berhenti di permukaan," ujar Mafirion.
Kini, bola panas berada di tangan aparat penegak hukum dan pimpinan TNI untuk membuktikan bahwa tidak ada ruang bagi praktik teror terorganisir di dalam institusi negara.
Pengungkapan aktor intelektual menjadi harga mati untuk memastikan bahwa ruang demokrasi tetap aman bagi siapa pun yang memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan di Indonesia.