Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:50 WIB
Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan
Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen sat meninjau gedung sekolah yang roboh. ANTARA/Ho-Humas Polda NTT
  • Satu pelajar berusia 9 tahun meninggal dunia tertimpa bangunan SD Inpres Oepula yang roboh saat berteduh di TTS, NTT.
  • Dua korban lain mengalami luka, satu berat dan satu ringan, setelah bangunan tua yang lapuk tersebut runtuh saat hujan gerimis.
  • Bangunan dari tahun 1991 tersebut sudah tidak difungsikan sejak 2023 namun tetap diakses anak-anak untuk bermain.

Suara.com - Insiden tragis yang merenggut nyawa seorang pelajar terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah bangunan lama milik Sekolah Dasar (SD) Inpres Oepula dilaporkan roboh secara tiba-tiba dan menimpa sejumlah anak yang sedang berada di lokasi tersebut.

Peristiwa memilukan ini menjadi sorotan tajam terkait keamanan fasilitas publik, khususnya bangunan sekolah yang sudah tidak layak pakai namun masih berada di lingkungan pemukiman warga.

Korban meninggal dunia dalam kejadian ini teridentifikasi bernama Noldi Kause, seorang bocah berusia 9 tahun yang tercatat sebagai siswa kelas 1 SD.

Noldi dilaporkan menghembuskan napas terakhir setelah mengalami luka fatal akibat tertimpa reruntuhan material bangunan tepat pada bagian kepalanya.

Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang tidak menyangka aktivitas bermain anak-anak tersebut akan berakhir dengan maut.

Kronologi Kejadian di Tengah Hujan Gerimis

Peristiwa naas ini bermula ketika sejumlah anak-anak di Desa Oepula sedang menghabiskan waktu bermain di halaman sekolah.

Berdasarkan laporan di lapangan, kondisi cuaca saat itu sedang turun hujan gerimis. Untuk menghindari basah kuyup, para korban memutuskan untuk berteduh di bawah naungan bangunan tua yang berada di area sekolah tersebut.

Tanpa ada tanda-tanda awal yang disadari oleh anak-anak tersebut, struktur bangunan yang sudah rapuh tiba-tiba runtuh.

Suara gemuruh reruntuhan material seketika memecah keheningan desa dan memicu kepanikan warga sekitar.

Warga yang mendengar suara keras tersebut segera berlarian menuju lokasi sumber suara untuk memberikan pertolongan dan melakukan evakuasi terhadap para korban yang terjepit di bawah puing-puing.

Kondisi Korban dan Proses Evakuasi

Selain Noldi Kause yang meninggal dunia, terdapat dua anak lainnya yang turut menjadi korban dalam insiden ini.

Salah satu di antaranya dilaporkan mengalami luka berat dan harus segera dilarikan ke RSUD Soe untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Sementara itu, satu korban lainnya mengalami luka ringan namun tetap dalam kondisi syok akibat kejadian yang berlangsung sangat cepat tersebut.

Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, yang dihubungi dari Kupang pada Kamis, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Pihak kepolisian segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat.

Kapolres bersama jajaran kepolisian turun langsung untuk memimpin proses evakuasi serta melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti dari robohnya bangunan tersebut.

Bangunan Lapuk yang Tidak Lagi Difungsikan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan dari pihak kepolisian, bangunan SD Inpres Oepula tersebut memang sudah dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Diketahui bahwa gedung tersebut telah berdiri sejak tahun 1991. Seiring berjalannya waktu, kondisi material bangunan mengalami pelapukan yang parah akibat dimakan usia dan faktor cuaca, sehingga strukturnya tidak lagi memiliki kekuatan untuk berdiri kokoh.

Pihak sekolah sebenarnya sudah tidak menggunakan bangunan tersebut untuk kegiatan belajar mengajar sejak setahun terakhir. Hal ini ditegaskan oleh AKBP Hendra Dorizen saat menjelaskan status operasional gedung tersebut.

“Bangunan tersebut sudah tidak difungsikan sejak 2023, tetapi sering digunakan anak-anak untuk bermain,” katanya sebagaimana dilansir Antara, Kamis (19/3/2026).

Meskipun sudah tidak difungsikan secara resmi, keberadaan bangunan yang tidak segera dibongkar atau dipagari secara permanen membuat area tersebut tetap bisa diakses oleh anak-anak.

Hal ini menjadi faktor risiko tinggi, mengingat anak-anak seringkali tidak menyadari bahaya laten yang mengintai dari bangunan yang sudah tidak layak huni.

Imbauan Kepolisian Terhadap Keamanan Bangunan Tua

Pihak kepolisian menekankan bahwa bangunan yang sudah lapuk dan tidak layak pakai seharusnya mendapatkan perhatian khusus agar tidak menimbulkan korban jiwa di kemudian hari.

Kapolres TTS mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memasuki musim penghujan di mana struktur bangunan tua cenderung lebih rentan roboh akibat kelembapan tinggi atau beban air.

Masyarakat diminta untuk melarang anak-anak bermain di sekitar gedung atau bangunan yang terlihat sudah rusak parah demi mencegah terulangnya kejadian serupa.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Penyelidikan difokuskan pada aspek kelalaian atau faktor teknis lainnya yang menyebabkan bangunan tersebut tetap berdiri meski kondisinya sudah sangat membahayakan keselamatan publik.

Sementara itu, korban luka berat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat dengan pengawasan tim medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wulan Guritno Syok! Sekolah di NTT Tak Punya Toilet Layak, Siswi Harus Tahan Malu dan Haus

Wulan Guritno Syok! Sekolah di NTT Tak Punya Toilet Layak, Siswi Harus Tahan Malu dan Haus

Entertainment | Jum'at, 06 Maret 2026 | 21:30 WIB

Viral Sekolah Rusak Parah di NTT, Siswa Tetap Masuk Meski Tanpa Meja Kursi

Viral Sekolah Rusak Parah di NTT, Siswa Tetap Masuk Meski Tanpa Meja Kursi

Video | Rabu, 18 Februari 2026 | 11:05 WIB

Perempuan Sabu Raijua, Penjaga Tradisi dan Motor Ekonomi Gula Semut

Perempuan Sabu Raijua, Penjaga Tradisi dan Motor Ekonomi Gula Semut

Lifestyle | Rabu, 11 Februari 2026 | 13:12 WIB

Menenun Identitas: Perempuan Sumba, Warna Alam, dan Warisan yang Tak Pernah Putus

Menenun Identitas: Perempuan Sumba, Warna Alam, dan Warisan yang Tak Pernah Putus

Your Say | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:55 WIB

Lontar dan Filosofi Kecukupan, Memahami Orang Sabu Lewat Sebatang Pohon

Lontar dan Filosofi Kecukupan, Memahami Orang Sabu Lewat Sebatang Pohon

Lifestyle | Jum'at, 06 Februari 2026 | 18:50 WIB

Nyawa Seharga Buku: Tragedi Siswa SD di NTT, Sesuram Itukah Pendidikan Indonesia?

Nyawa Seharga Buku: Tragedi Siswa SD di NTT, Sesuram Itukah Pendidikan Indonesia?

Liks | Rabu, 04 Februari 2026 | 18:24 WIB

Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!

Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 09:07 WIB

Terkini

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:51 WIB

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:47 WIB

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:43 WIB

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:18 WIB

Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?

Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15 WIB

Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini

Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:05 WIB

Resmi! Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026, Ini Hasil Sidang Isbat Kemenag

Resmi! Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026, Ini Hasil Sidang Isbat Kemenag

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:04 WIB

Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 19:52 WIB

12 Negara Islam Kompak Lawan Iran: Hentikan Serangan atau Kami Balas

12 Negara Islam Kompak Lawan Iran: Hentikan Serangan atau Kami Balas

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 19:23 WIB

Dasco dan Puan Duduk Satu Kursi Dampingi Prabowo-Mega, Sinyal Politik Apa?

Dasco dan Puan Duduk Satu Kursi Dampingi Prabowo-Mega, Sinyal Politik Apa?

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 19:18 WIB