Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia

Erick Tanjung, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:18 WIB
Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir memberikan khotbah Salat Idulfitri di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (20/3/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Haedar Nashir kritik tajam kebrutalan pemimpin dunia di Palestina dan Iran.
  • Muhammadiyah peringatkan ambisi negara adidaya seret peradaban menuju kehancuran total.
  • Indonesia didorong lakukan konsolidasi nasional hadapi dampak gejolak ekonomi politik global.

Suara.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melayangkan kritik tajam terhadap kondisi peradaban global saat ini. Hal tersebut ia sampaikan dalam khutbah shalat Idulfitri 1447 Hijriah di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Di hadapan ribuan jemaah, Haedar secara khusus menyoroti tragedi kemanusiaan yang melanda Palestina dan Iran akibat tindakan agresor internasional.

"Pada bagian akhir khutbah ini, mari kita bantu dan doakan saudara-saudara kita di Palestina dan Iran yang menjadi korban genosida serta kejahatan perang dari zionis Israel dan negara adidaya sekutunya," ujar Haedar, Jumat (20/3/2026) pagi.

Dalam narasinya, Haedar menggambarkan para pemimpin dunia yang terlibat dalam konflik tersebut sebagai figur yang telah kehilangan landasan ketuhanan dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Ia mengutuk keras kebrutalan yang terus berlangsung tanpa henti.

"Semoga Allah melindungi mereka dari kebrutalan para pemimpin dunia yang tidak lagi mengenal Tuhan dan perikemanusiaan," tambahnya.

Melandasi kritiknya dengan kutipan ayat Al-Qur'an tentang kerusakan di muka bumi, Haedar menilai perilaku para penguasa global saat ini sudah melampaui batas kewajaran.

"Ulah para predator dunia saat ini hidup hanya untuk mengejar kedigdayaan ekonomi dan politik global, layaknya hewan liar yang terus memburu korbannya," tegasnya.

Lebih lanjut, pemimpin organisasi Islam besar di Indonesia ini memperingatkan bahwa ambisi membabi buta negara-negara adidaya tengah menyeret dunia menuju kehancuran total. Ia menilai krisis moral ini telah melampaui batas nalar manusia.

"Akibat perbuatan mungkar mereka, peradaban modern kini berada di lorong gelap dan ambang kehancuran parah. Mereka tidak pernah belajar dari sejarah," tuturnya.

baca juga

Haedar juga mengingatkan bahwa gejolak politik dan ekonomi global akibat invasi terhadap Iran sudah mulai dirasakan di dalam negeri. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya berdiam diri.

"Indonesia sebagai negara bebas aktif harus mengambil peran mencari solusi. Lebih dari itu, kita perlu melakukan konsolidasi nasional di bidang ekonomi, politik, dan budaya karena ketidakpastian global ini belum diketahui kapan akan berakhir," jelas Haedar.

Mengakhiri khutbahnya, Haedar mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para elite politik, untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai jalan menuju kesalehan substansial. Kesalehan tersebut harus diwujudkan melalui setiap kebijakan yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat.

Ia pun mengajak masyarakat mendoakan agar para pemimpin Indonesia senantiasa diberikan hidayah untuk menjadi teladan yang baik.

"Jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk berbuat kesalehan dalam segala bentuk, termasuk dalam pengambilan keputusan berbangsa dan bernegara yang berpihak pada kepentingan publik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran

Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:10 WIB

Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan

Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:59 WIB

Asal-usul Ketupat Lebaran, Tradisi Khas Idulfitri di Indonesia

Asal-usul Ketupat Lebaran, Tradisi Khas Idulfitri di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:10 WIB

Terkini

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB