- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meniadakan tradisi *open house* Idul Fitri 1447 H demi kesederhanaan.
- Keputusan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait sensitivitas sosial para pejabat.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga batal menggelar *open house* sebagai bentuk penghematan anggaran.
Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan tidak melakukan rradisi gelar griya atau yang akrab disebut open house di kediaman pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).
Dasco mengatakan, ini sebagai bentuk kepatuhan terhadap semangat kesederhanaan.
"Ini sebagai respons atas Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, agar seluruh pejabat negara tak berlebihan saat open house lebaran," kata Dasco dalam keterangannya.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menekankan pentingnya bagi para pejabat publik untuk memiliki sensitivitas sosial, terutama mengingat kondisi sebagian rakyat Indonesia yang sedang berduka.
Saat ini, beberapa wilayah di Sumatera masih berjuang menghadapi dampak bencana alam yang cukup parah.
Selain itu, kondisi ekonomi yang dipengaruhi oleh krisis global turut menjadi pertimbangan utama mengapa kemewahan harus dikesampingkan.
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jumat (13/3/2026), telah memberikan peringatan keras kepada bawahannya.
Ia mengingatkan rakyat membutuhkan teladan dari pemimpinnya, bukan pamer kekuasaan atau kekayaan di tengah kesulitan.
"Saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan. Sudah lah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat, tetapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara kita, karena kalau tidak ekonomi kita juga nggak jalan nanti," kata Prabowo.
Respons Kabinet Merah Putih: Antara Empati dan Pengiritan
Tidak hanya dari pihak legislatif, respons positif juga datang dari jajaran Kabinet Merah Putih. Sejumlah menteri mulai menyatakan komitmennya untuk mengikuti arahan Presiden. Salah satunya adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam pernyataannya kepada awak media, Purbaya secara terbuka mengonfirmasi bahwa dirinya tidak akan mengadakan perayaan Idul Fitri yang terbuka bagi publik di rumah dinas maupun pribadi.
Menariknya, Purbaya menanggapi hal ini dengan sedikit kelakar, menyebut bahwa absennya agenda open house tahun ini juga menjadi momentum untuk melakukan efisiensi anggaran pribadi maupun kedinasan.
Menteri Keuangan secara terbuka menyatakan absen menggelar perayaan Idul Fitri, sekaligus berseloroh bahwa keputusan meniadakan open house tersebut adalah upaya pengiritan.
Meski disampaikan dengan nada bercanda, pesan utamanya tetap selaras dengan visi Presiden Prabowo: penghematan dan fokus pada prioritas pembangunan nasional di atas kepentingan seremonial.