Mojtaba Khamenei Klaim Musuh Allah Telah Tumbang, AS-Israel Disebut Salah Perhitungan

Ronald Seger Prabowo | Suara.com

Sabtu, 21 Maret 2026 | 08:41 WIB
Mojtaba Khamenei Klaim Musuh Allah Telah Tumbang, AS-Israel Disebut Salah Perhitungan
Potret Mojtaba Khamenei, putra Ayatollah Ali Khamenei. (X/@_GlobeObserver)
  • Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengklaim musuh telah dikalahkan melalui pesan tertulis Nowruz pada 20 Maret 2026.
  • Khamenei menilai kesalahan perhitungan AS dan Israel gagal memicu pemberontakan meskipun melakukan serangan berkelanjutan.
  • Pemimpin Iran menyerukan perdamaian antara Afghanistan dan Pakistan, serta membantah keterlibatan dalam serangan di Turkiye dan Oman.

Suara.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa musuh negaranya telah dikalahkan di tengah serangan berkelanjutan dari Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan dalam pesan tertulis perayaan Nowruz atau tahun baru Persia yang dibacakan di televisi nasional, Jumat (20/3/2026) waktu setempat.

“Kami menyaksikan bahwa berkat persatuan luar biasa di antara rakyat, musuh telah dikalahkan,” ujar Khamenei dalam pesannya seperti dilansir dari Aljazeera

Mojtaba menekankan bahwa perbedaan latar belakang agama, budaya, hingga politik tidak menghalangi solidaritas nasional.

Mojtaba Khamenei juga menyebut tahun baru Persia kali ini sebagai momen ekonomi perlawanan dalam bingkai persatuan dan keamanan nasional.

Mojtaba Khamenei juga memuji ketahanan rakyat Iran yang tetap berdiri di tengah tekanan militer dan politik.

Mojtaba Khamenei dalam pesannya juga menilai Amerika Serikat dan Israel melakukan kesalahan besar dengan mengira serangan cepat akan memicu pemberontakan rakyat.

“Itu adalah salah perhitungan besar. Mereka mengira dalam satu atau dua hari rakyat akan menggulingkan sistem,” tegasnya.

Ia menambahkan, serangan tersebut didasarkan pada ilusi bahwa kematian tokoh-tokoh penting Iran akan menimbulkan ketakutan massal.

“Sebaliknya, retakan justru muncul di pihak musuh,” kata Khamenei.

Sejumlah analis menilai sistem politik Iran memang dirancang untuk bertahan dalam kondisi krisis ekstrem.

Konstitusi negara itu disebut memiliki semacam protokol kelangsungan guna mengantisipasi kekosongan kekuasaan mendadak.

Khamenei juga membantah keterlibatan Iran dalam serangan terhadap Turkiye dan Oman.

Ia menyebut insiden tersebut sebagai operasi false flag yang bertujuan memecah belah negara-negara kawasan.

“Itu adalah upaya musuh untuk menabur perpecahan di antara negara-negara tetangga, dan hal serupa bisa terjadi di tempat lain,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebaran 2026 di Zona Perang: Gaza, Iran, dan Lebanon Rayakan Idul Fitri Tanpa Sukacita

Lebaran 2026 di Zona Perang: Gaza, Iran, dan Lebanon Rayakan Idul Fitri Tanpa Sukacita

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 08:30 WIB

Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran

Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:39 WIB

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB

Terkini

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:21 WIB

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:38 WIB