Bisakah Limbah Sawit Jadi Solusi Ekonomi Hijau, Guru Besar IPB Bilang Begini

Bimo Aria Fundrika

Senin, 23 Maret 2026 | 11:16 WIB
Bisakah Limbah Sawit Jadi Solusi Ekonomi Hijau, Guru Besar IPB Bilang Begini
Ilustrasi Perkebunan kelapa sawit di Indonesia. [perkebunan.litbang.pertanian.go.id]
baca 10 detik
  • IPB University melihat limbah kelapa sawit sebagai potensi besar untuk energi terbarukan dan bahan baku industri ramah lingkungan.
  • Optimalisasi limbah sawit menawarkan manfaat ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mendukung transisi menuju energi bersih.
  • Regulasi yang mengklasifikasikan produk sampingan sawit sebagai limbah B3 menghambat inovasi dan komersialisasi produk bernilai tambah.

Suara.com - Limbah kelapa sawit selama ini lebih sering dipandang sebagai masalah lingkungan. Namun, sejumlah peneliti dan pelaku industri melihatnya dari sudut berbeda: sebagai peluang ekonomi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Seperti dikutip dari ANTARA, IPB University menyebut limbah sawit memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, mulai dari energi terbarukan hingga bahan baku industri ramah lingkungan.

Dengan produksi sawit Indonesia yang sangat besar, ketersediaan limbah pun melimpah—membuka peluang bagi pengembangan ekonomi sirkular.

Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB, Yanto Santosa, menilai kunci utamanya ada pada pengelolaan.

Ilustrasi kelapa sawit. (Freepik)
Ilustrasi kelapa sawit. (Freepik)

“Limbah kelapa sawit memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, justru bisa menimbulkan masalah lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, optimalisasi limbah sawit bisa memberikan manfaat berlapis: meningkatkan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja baru, hingga mendukung transisi menuju energi bersih.

Dalam kerangka ini, industri sawit kerap diposisikan sebagai contoh konsep zero waste, di mana hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan.

Namun, narasi “tanpa limbah” ini tidak sepenuhnya bebas dari kritik. Dalam praktiknya, sebagian produk sampingan sawit masih dikategorikan sebagai limbah dalam regulasi lingkungan, bahkan ada yang masuk kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Klasifikasi ini membuat proses pemanfaatannya menjadi lebih rumit dan mahal.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menilai penyebutan “limbah” itu sendiri perlu ditinjau ulang.

baca juga

“Yang ada sebenarnya produk utama dan produk sampingan. Semua berasal dari bahan organik dan punya nilai ekonomi,” katanya.

Ia berargumen bahwa label limbah, terutama B3, justru menjadi hambatan bagi pengembangan industri hilir. Pelaku usaha harus memenuhi persyaratan khusus yang tidak ringan, sehingga memperlambat inovasi dan komersialisasi produk turunan sawit.

Di sisi lain, pemerintah diharapkan memainkan peran lebih aktif dalam menjembatani kepentingan lingkungan dan ekonomi. Kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan lembaga riset disebut penting untuk mendorong inovasi teknologi pengolahan limbah.

"Padahal, apanya yang B3 karena semua adalah dari bahan organik," ujarnya.

Dia menyatakan jika peraturan lingkungan tersebut dikoreksi maka industri pemanfaatan produk sampingan/ikutan kelapa sawit akan berkembang pesat dan menghasilkan banyak produk bernilai tambah tinggi sehingga memberi dampak positif terhadap ekonomi nasional seperti meningkatkan devisa dan pembukaan lapangan kerja.

"Selain itu, perhitungan emisi (carbon footprint) produk dari sawit akan semakin rendah (low carbon) sehingga industri sawit secara keseluruhan merupakan produk low carbon yang renewable," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BGN Wajibkan Pemantauan Limbah MBG Tiap Tiga Bulan, Tekankan Aspek Lingkungan dan Higienitas

BGN Wajibkan Pemantauan Limbah MBG Tiap Tiga Bulan, Tekankan Aspek Lingkungan dan Higienitas

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:46 WIB

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:21 WIB

Di Balik Pesta Mewah, Lettice Events Ubah Cara Kelola Limbah Makanan Lebih Efektif

Di Balik Pesta Mewah, Lettice Events Ubah Cara Kelola Limbah Makanan Lebih Efektif

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:10 WIB

Terkini

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

×