- Sistem listrik nasional Kuba runtuh kedua kalinya minggu ini, menyebabkan lebih dari 10 juta warga mengalami pemadaman total.
- Pemulihan listrik dilakukan bertahap oleh operator listrik UNE, dimulai dari fasilitas vital seperti rumah sakit dan sistem air.
- Krisis ini dipicu infrastruktur tua, kekurangan bahan bakar, dan pembatasan impor minyak, memicu protes publik di beberapa wilayah.
Sementara itu, Presiden Donald Trump dilaporkan mendorong perubahan kepemimpinan Kuba sebagai syarat pelonggaran embargo energi. Bahkan, Trump sempat menyebut kemungkinan pengambilalihan secara bersahabat.
Meski demikian, pemerintah Kuba menolak tegas tekanan tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri Carlos Fernandez de Cossio menegaskan, “Sistem politik Kuba tidak untuk dinegosiasikan, begitu juga posisi presiden.”
Kontributor: Azka Putra