Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 23 Maret 2026 | 18:39 WIB
Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel
Tentara Amerika (Antara)
  • Personel militer Amerika Serikat mulai memprotes kebijakan perang karena enggan mati demi Israel.

  • Mental prajurit jatuh akibat ketidakjelasan tujuan politik dalam agresi militer melawan kekuatan Iran.

  • Pentagon tengah menyiapkan rencana pengerahan pasukan darat meskipun moral anggota militer sedang terpuruk.

Banyak pihak menilai bahwa kegagalan menjaga mental prajurit akan berdampak sistemik pada efektivitas serangan terhadap target-target strategis di Iran.

Ketidakjelasan narasi dari pemerintah pusat menjadi pemicu utama mengapa banyak tentara merasa kehilangan pegangan dalam menjalankan tugas negara.

Faktor utama yang menurunkan semangat tempur adalah ketiadaan pembenaran yang konsisten mengenai agresi militer yang dilakukan bersama pihak Israel.

Para prajurit merasa tidak mendapatkan alasan logis mengapa mereka harus terlibat jauh dalam konfrontasi langsung melawan kekuatan militer Iran.

Di sisi lain, laporan dari CBS News mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai persiapan skala besar yang sedang digarap oleh pihak Pentagon.

Pentagon dikabarkan telah merancang skema yang sangat mendalam mengenai potensi pengiriman pasukan angkatan darat secara langsung ke wilayah Iran.

Langkah berisiko tinggi ini diambil guna menyediakan berbagai pilihan tindakan bagi pemerintahan Trump di tengah situasi yang makin keruh.

Berbagai skenario militer kini telah tersedia di meja pengambil kebijakan sebagai respons atas dinamika keamanan di wilayah Teluk.

Konflik ini sendiri diketahui telah pecah sejak akhir Februari lalu ketika Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terkoordinasi.

Iran tidak tinggal diam dan segera meluncurkan berbagai serangan balasan yang menyasar wilayah Israel serta pangkalan militer milik Amerika.

Fasilitas militer Amerika Serikat di seantero Timur Tengah kini berada dalam posisi siaga tertinggi akibat ancaman roket dan drone.

Kondisi saling serang ini menciptakan lingkaran kekerasan yang membuat personel militer di lapangan merasa nyawa mereka sedang dipertaruhkan.

Ketegangan yang tidak kunjung mereda ini semakin memperburuk kesehatan mental para prajurit yang harus bersiaga selama dua puluh empat jam.

Tanpa adanya kepastian politik, gelombang pengunduran diri dari kedinasan militer diprediksi akan menjadi kenyataan pahit bagi pihak Departemen Pertahanan.

Para pengamat militer memperingatkan bahwa tanpa dukungan moral dari prajurit sendiri, setiap rencana invasi darat akan menghadapi kendala yang sangat besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:32 WIB

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:28 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:19 WIB

Terkini

Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB

Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:37 WIB

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:32 WIB

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:28 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:19 WIB

Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:17 WIB

Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?

Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:15 WIB

10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes

10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:09 WIB

Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang

Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:06 WIB

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:02 WIB

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:50 WIB