Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal

Bernadette Sariyem

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:47 WIB
Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal
Kolase foto PM Israel Benjamin Netanyahu (kiri) lambang dinas intelijen Israel Mossad (tengah) dan Presiden AS Donald Trump (kanan). [Suara.com]
baca 10 detik
  • Rencana Mossad yang dipresentasikan kepada Netanyahu dan Trump bertujuan memicu keruntuhan rezim Iran melalui pembunuhan terarah segera setelah perang dimulai.
  • Skenario intelijen tersebut gagal total karena rakyat Iran tidak memberontak akibat tingginya rasa takut terhadap aparat keamanan negara.
  • Kegagalan rencana memicu ketegangan antara Netanyahu dan Trump, serta terhambatnya operasi Kurdi karena penolakan Amerika Serikat.

Suara.com - Mossad, badan intelijen Israel yang dikenal mumpuni, disebut sempat membuat skenario rahasia untuk menyulut pemberontakan di dalam negeri Iran seiring perang terbuka yang diinisiasi mereka dan Amerika Serikat.

Namun, dikutip dari surat kabar The New York Times edisi Selasa (24/3/2026), rencana rahasia itu gagal total.

Hal itu diakui sendiri oleh Kepala Mossad David Barnea. Dia membawa rencana ambisius kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menjanjikan keruntuhan rezim Teheran dari dalam.

Barnea meyakini, dalam hitungan hari setelah perang dimulai pada 28 Februari, dinas intelijennya akan mampu menggerakkan oposisi Iran.

Rencana ini melibatkan penyulutan kerusuhan massal dan tindakan pemberontakan yang diharapkan dapat memicu keruntuhan total pemerintahan teokrasi Iran.

Proposal ini bahkan dipresentasikan kepada pejabat senior pemerintahan Donald Trump di Washington pada pertengahan Januari lalu.

Donald Trump dan Benjamin Netanyahu dilaporkan sangat antusias dengan pandangan optimis ini.

Mantan penasihat Perdana Menteri Israel, Nir Hefetz, mengungkap kemungkinan skenario politik yang bisa menyelamatkan posisi Benjamin Netanyahu di tengah tekanan hukum dan situasi perang melawan Iran. [Tangkap layar X]
Mantan penasihat Perdana Menteri Israel, Nir Hefetz, mengungkap kemungkinan skenario politik yang bisa menyelamatkan posisi Benjamin Netanyahu di tengah tekanan hukum dan situasi perang melawan Iran. [Tangkap layar X]

Skenarionya sederhana namun mematikan: melumpuhkan para pemimpin Iran di awal konflik melalui pembunuhan terarah, diikuti oleh operasi intelijen untuk mendorong perubahan rezim.

Mereka percaya hal ini akan memicu kebangkitan massa yang mengakhiri perang dengan cepat.

baca juga

Pada awal peperangan, Trump memberikan seruan langsung kepada rakyat Iran yang tampaknya menjadi bagian dari strategi psikologis ini.

“Ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda untuk diambil,” ujar Trump dalam pidato awalnya, setelah sebelumnya menyarankan warga untuk mencari perlindungan dari pengeboman.

Realitas Pahit: Rakyat Iran Tak Kunjung Turun ke Jalan

Namun, setelah tiga minggu perang berkecamuk, revolusi yang dijanjikan Mossad tak kunjung muncul.

Penilaian intelijen Amerika Serikat dan Israel saat ini menyimpulkan bahwa meskipun pemerintahan Iran melemah, struktur kekuasaannya tetap utuh.

Rasa segan yang meluas terhadap militer dan pasukan polisi Iran yang tengah menghadapi agresi tentara saing, telah memadamkan prospek pemberontakan di dalam negeri maupun infiltrasi milisi etnis dari luar perbatasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:05 WIB

Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran

Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:34 WIB

Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran

Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:25 WIB

Ribuan Tentara Amerika Serikat Siap Serang Iran Lewat Darat

Ribuan Tentara Amerika Serikat Siap Serang Iran Lewat Darat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:22 WIB

Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III

Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:14 WIB

Arab Saudi Marah ke Iran, Singgung Serangan Rudal Kiamat ke Negara Islam

Arab Saudi Marah ke Iran, Singgung Serangan Rudal Kiamat ke Negara Islam

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:00 WIB

Viral Papan SPBU Tulis 'BUY BYD' Bukan Harga, Bukti Perang Iran Bikin Warga Pindah ke Mobil Listrik?

Viral Papan SPBU Tulis 'BUY BYD' Bukan Harga, Bukti Perang Iran Bikin Warga Pindah ke Mobil Listrik?

Otomotif | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:55 WIB

2000 Tentara AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Bersiap Masuki Iran

2000 Tentara AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Bersiap Masuki Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:33 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×