- Komnas HAM mendatangi RSCM pada Kamis (26/3/2026) untuk mengetahui dampak medis Andrie Yunus pasca disiram air keras.
- Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, disiram air keras oleh oknum TNI pada 12 Maret 2026, menyebabkan luka bakar 24%.
- Informasi komprehensif mengenai dampak medis dan psikologis akan digunakan Komnas HAM menyusun rekomendasi kasus ini.
Suara.com - Komnas HAM mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna mengetahui secara langsung dampak medis terhadap Wakil koordinator KontraS, Andrie Yunus pasca disiram air keras oleh oknum TNI.
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, mengatakan saat ini pihaknya mengaku telah mendapatkan informasi yang sangat komprehensif terhadap kondisi Andrie dari pihak dokter yang menanganinya langsung.
"Kami diterima oleh direktur medis dan tim dokter yang menangani, baik dokter mata maupun dokter yang menangani luka bakar, termasuk tim pendukung lainnya,” kata Anis, di RSCM, Kamis (26/3/2026).
Selain itu, lanjut Anis, pihaknya juga mendapatkan dampak medis dan psikologis akibat peristiwa penyiraman zat kimia asam kuat kepada Andrie.
Informasi ini yang didapat ini nantinya akan dipergunakan Komnas HAM untuk membuat rekomendasi terkait kasus tersebut.
“Informasi ini sangat kami butuhkan untuk nantinya kami lakukan analisis berdasarkan fakta-fakta yang didapat guna menyusun rekomendasi terkait kasus ini,” ucapnya.
Meski demikian, pihaknya hingga saat ini belum bisa memberikan detail tentang materi rekomendasi. Hal itu akan disampaikan dalam waktu terpisah.

“Terkait materi detailnya, kami belum bisa sampaikan sekarang karena akan disusun dalam rekomendasi terpisah,” tandasnya.
Seperti diberitakan, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh OTK. Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen.
Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar serius, terutama di bagian mata kanan.
Andrie disiram air keras sepulangnya dari Kantor YLBHI, usai melakukan siaran podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kekinian, diketahui jika pelaku penyiraman air keras terhadap Andri yakni anggota TNI yang berdinas di Badan Intelijen Strategis (BAIS). Adapun keempat tersangka berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.