DLH DKI Tutup Tempat Penampungan Sampah Sungai di TPU Tanah Kusir, Dialihkan ke TB Simatupang

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:39 WIB
DLH DKI Tutup Tempat Penampungan Sampah Sungai di TPU Tanah Kusir, Dialihkan ke TB Simatupang
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto. [Suara.com/Fakhri Fuadi]
  • Pemprov DKI menutup emplasemen penampungan sampah sementara di TPU Tanah Kusir efektif Jumat, 27 Maret 2026 untuk perbaikan tata kelola sampah air.
  • DLH berencana menata dan menutup bertahap emplasemen serupa di bantaran sungai sambil menerapkan standar pengelolaan lebih ketat.
  • Seluruh aktivitas pengelolaan sampah dari lokasi ditutup dialihkan ke fasilitas saringan sampah TB Simatupang untuk pemeliharaan lingkungan.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil langkah tegas dengan menutup lokasi operasional atau emplasemen penampungan sampah sementara yang berada di badan sungai kawasan TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Penutupan yang mulai berlaku pada Jumat (27/3/2026) ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sampah di badan air.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil setelah dilakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem emplasemen. Ke depan, DLH juga akan menata dan menutup secara bertahap lokasi serupa yang masih berada di bantaran sungai.

“Mulai hari ini, kami menutup emplasemen yang ada di TPU Tanah Kusir. Selanjutnya, kami akan melakukan perbaikan dan memastikan emplasemen di bantaran sungai ditata serta ditutup secara bertahap,” ujar Asep di TPU Tanah Kusir, Jumat (27/3/2026).

Sebagai langkah mitigasi, Asep menyebutkan bahwa apabila penampungan sampah badan air masih diperlukan di titik lain, maka akan diterapkan standar pengelolaan yang lebih ketat.

Standarisasi tersebut mencakup pemasangan pagar pembatas agar sampah tidak kembali ke sungai, penggunaan kontainer sebagai tempat penampungan untuk meminimalkan dampak lingkungan, serta penyediaan papan informasi edukatif.

“Keberadaan emplasemen ini untuk mempercepat penanganan sampah di badan air. Namun, pengelolaannya akan terus kami evaluasi agar semakin tertata dan ramah lingkungan,” katanya.

Dialihkan ke TB Simatupang

Pasca-penutupan di TPU Tanah Kusir, seluruh aktivitas pengelolaan sampah di wilayah tersebut dialihkan ke fasilitas saringan sampah TB Simatupang.

Meski jarak tempuh bagi armada pengangkut menjadi lebih jauh, Asep memastikan pelayanan pembersihan sungai tetap berjalan optimal. Ia menilai fasilitas di TB Simatupang lebih representatif dalam mendukung pengelolaan sampah.

“Kami berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan, termasuk memastikan sampah yang diangkat dari sungai tidak kembali ke badan air. Sistem sekat di sungai tetap kami optimalkan untuk menahan sampah sebelum diangkut ke darat,” tegasnya.

Emplasemen di TPU Tanah Kusir sendiri merupakan salah satu pionir dalam sistem penanganan sampah sungai di Jakarta yang telah beroperasi sejak 2014. Lokasi ini berfungsi menyaring sampah dari aliran sungai dan waduk di wilayah Pesanggrahan, Kebayoran Baru, hingga Kebayoran Lama.

“Emplasemen ini menjadi salah satu yang pertama digunakan dalam sistem penanganan sampah badan air di Jakarta,” jelas Asep.

Ia juga meluruskan persepsi publik dengan menegaskan bahwa sampah di lokasi tersebut berasal dari hasil pembersihan sungai, bukan dari sampah rumah tangga warga sekitar.

Sampah yang terkumpul biasanya langsung dipindahkan menggunakan alat berat ke truk mini dump untuk kemudian diangkut ke TPST Bantargebang atau TB Simatupang. Sebanyak enam unit mini dump dioperasikan untuk proses tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunungan Sampah Kiriman Kepung Pantai Kedonganan Bali

Gunungan Sampah Kiriman Kepung Pantai Kedonganan Bali

Foto | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:40 WIB

Studi Ungkap Biaya Tersembunyi Emisi Karbon bagi Ekonomi Global

Studi Ungkap Biaya Tersembunyi Emisi Karbon bagi Ekonomi Global

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:30 WIB

Sampah Popok Meningkat di Jepang, Bisakah Daur Ulang Jadi Solusi?

Sampah Popok Meningkat di Jepang, Bisakah Daur Ulang Jadi Solusi?

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:11 WIB

Terkini

WFH 1 Hari Sepekan, Ojol Terbelah: Driver Jakarta Cemas Pendapatan Turun, Depok Santai

WFH 1 Hari Sepekan, Ojol Terbelah: Driver Jakarta Cemas Pendapatan Turun, Depok Santai

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:27 WIB

15 Butir Rencana Damai Trump: Apa Saja Isinya dan Mengapa Iran Menolak?

15 Butir Rencana Damai Trump: Apa Saja Isinya dan Mengapa Iran Menolak?

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:26 WIB

Gugat Meta dan YouTube soal Kecanduan Medsos, Perempuan Ini Tuntut Rp100 M

Gugat Meta dan YouTube soal Kecanduan Medsos, Perempuan Ini Tuntut Rp100 M

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:23 WIB

5 Aksi Dasco Jadi Jangkar Legislasi hingga Persatuan Nasional di Bulan Maret 2026

5 Aksi Dasco Jadi Jangkar Legislasi hingga Persatuan Nasional di Bulan Maret 2026

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:20 WIB

Santunan Kecelakan Lebaran Tembus Rp11 Miliar, Pemotor Jadi Korban Terbanyak!

Santunan Kecelakan Lebaran Tembus Rp11 Miliar, Pemotor Jadi Korban Terbanyak!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:14 WIB

Bayang-bayang Perang Timur Tengah Ancam Harga BBM, Ojol Ketar-ketir

Bayang-bayang Perang Timur Tengah Ancam Harga BBM, Ojol Ketar-ketir

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:11 WIB

Beredar Surat Panggilan Palsu, KPK Minta Masyarakat Waspada Penipuan

Beredar Surat Panggilan Palsu, KPK Minta Masyarakat Waspada Penipuan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:57 WIB

DPRD Minta Pemprov DKI Kendalikan Lonjakan Pendatang Usai Lebaran

DPRD Minta Pemprov DKI Kendalikan Lonjakan Pendatang Usai Lebaran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:13 WIB

Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi

Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:06 WIB

Respons Isu di Media Sosial, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Penggunaan Kendaraan Dinas Sesuai Aturan

Respons Isu di Media Sosial, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Penggunaan Kendaraan Dinas Sesuai Aturan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:46 WIB