Uni Emirat Arab: Amerika Harus Tuntaskan Iran, Tak Boleh Gencatan Senjata

Liberty Jemadu | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:24 WIB
Uni Emirat Arab: Amerika Harus Tuntaskan Iran, Tak Boleh Gencatan Senjata
Duta Besar Uni Emirat Arab Yousef Al Otaiba menyatakan Amerika dan Israel tidak boleh hanya mengakhiri perang terhadap Iran dengan gencatan senjata. Foto: Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan (kiri). [AFP]
  • Dubes UEA untuk AS Yousef Al Otaiba menyatakan Amerika dan Israel tidak boleh mengakhiri perang terhadap Iran hanya dengan gencatan senjata. 
  • Otaiba menuntut penyelesaian tuntas terhadap ancaman nuklir, rudal, drone, proksi, dan blokade laut Iran.
  • UEA menjadi sasaran utama serangan Iran dengan lebih dari 2.180 rudal dan drone selama konflik.

Suara.com - Duta Besar Uni Emirat Arab Yousef Al Otaiba memberikan pernyataan keras terhadap Iran dalam sebuah opininya di media Amerika Serikat The Wall Street Journal pada Kamis (27/3/2026).

Dalam opini bertajuk The U.A.E. Stands Up to Iran, Al Otaiba yang juga tangan kanan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ, mengatakan Amerika Serikat dan Israel tak boleh begitu saja melakukan gencatan senjata dengan Iran.

"Gencatan senjata saja tidak cukup. Kami butuh hasil yang tuntas, yang memberikan solusi untuk seluruh ancaman dari Iran: kapabilitas nuklir, rudal, drone, proksi-proksi teror dan blokade terhadap jalur laut internasional," tulis Otaiba.

"Kami ingin Iran sebagai tetangga yang normal. Terserah ia mau tertutup atau tidak ramah, yang penting tidak menyerang tetangganya, tidak memblokade laut internasional atau mengekspor ekstremisme," tulis Otaiba.

Ia mengatakan perang yang terjadi selama tiga setengah pekan terakhir membuktikan bahwa revolusi Iran adalah memang ancaman untuk keamanan dan stabilitas ekonomi global.

"Kita tak bisa membiarkan Iran menyandera Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan ekonomi global," ia menekankan, meski alpa menyebut bahwa perang tersebut dipicu oleh serangan militer Israel dan AS ke Iran.

Lebih lanjut Otaiba mengatakan UEA berada di garis depan konflik tersebut dan menjadi sasaran empuk rezim Teheran selama konflik berlangsung.

"Iran telah meluncurkan lebih dari 2.180 rudal dan drone ke UEA, jauh lebih banyak dibandingkan ke negara lain," ia mengeluh sembari menambahkan bagaimana penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah menyebabkan krisis energi dan tersedatnya pasokan bahan baku pupuk global.

"Timur Tengah perlu upaya bersama untuk membuka Selat Hormuz dan mengembalikan pasokan energi ke consumen global," lanjut Otaiba.

Otaiba mengingatkan UEA sejak awal menentang perang di kawasan dan mengeklaim bahwa diplomat-diplomat negaranya hingga detik-detik terakhir terus berupaya melobi AS dan Iran untuk tidak berperang.

Ia juga mengatakan UAE sejak awal tak mengizinkan teritori darat dan udaranya digunakan untuk menyerang Iran. Meski Teheran mengatakan UEA menjadi target karena memiliki pangkalan militer AS.

Sebagai penutup tulisannya, Otaiba mengatakan UEA mengajak negara-negara lain untuk ikut membuka Selat Hormuz - mengulang ajakan yang sama dari mulut Presiden AS Donald Trump.

"Membangun tembok di sekeliling masalah bukanlah solusi tapi hanya akan menunda krisis," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM

Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:49 WIB

Kapal Pertamina Tak Bisa Lewat Selat Hormuz, DPR Dorong Pemerintah Lakukan Diplomasi ke Iran

Kapal Pertamina Tak Bisa Lewat Selat Hormuz, DPR Dorong Pemerintah Lakukan Diplomasi ke Iran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:44 WIB

Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai

Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:14 WIB

Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz

Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:07 WIB

Iran Berencana Terapkan 'Pajak Keamanan' di Selat Hormuz, Satu Kapal Rp33 Miliar

Iran Berencana Terapkan 'Pajak Keamanan' di Selat Hormuz, Satu Kapal Rp33 Miliar

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:57 WIB

Terkini

Pakai Masker! Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat, Terburuk Keempat di Dunia

Pakai Masker! Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat, Terburuk Keempat di Dunia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:10 WIB

Top 20 Kekuatan Militer Dunia Berdasarkan Personel Aktif: Indonesia Nomor Berapa?

Top 20 Kekuatan Militer Dunia Berdasarkan Personel Aktif: Indonesia Nomor Berapa?

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:03 WIB

Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya

Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kemendagri Siap Kawal Percepatan Pembangunan PSEL di Daerah

Kemendagri Siap Kawal Percepatan Pembangunan PSEL di Daerah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:45 WIB

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Komoditas Cabai Merah

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Komoditas Cabai Merah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:39 WIB

Penjelasan Resmi Dukcapil Soal Gaduh Larangan Serahkan KTP Saat Check-in Hotel

Penjelasan Resmi Dukcapil Soal Gaduh Larangan Serahkan KTP Saat Check-in Hotel

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:39 WIB

Gudang di Kalideres Meledak Beruntun, Diduga Dipenuhi Bahan Kimia dan Gas

Gudang di Kalideres Meledak Beruntun, Diduga Dipenuhi Bahan Kimia dan Gas

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:29 WIB

BGN Wajibkan SPPG Tambah Penerima Manfaat 3B dalam 14 Hari atau Operasional Dihentikan

BGN Wajibkan SPPG Tambah Penerima Manfaat 3B dalam 14 Hari atau Operasional Dihentikan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:23 WIB

Bareskrim Sikat Jaringan Judi Online Internasional, DPR: Indonesia Tak Boleh Jadi Surganya Bandar

Bareskrim Sikat Jaringan Judi Online Internasional, DPR: Indonesia Tak Boleh Jadi Surganya Bandar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:03 WIB

Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti

Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 06:47 WIB