-
Satu tentara Indonesia tewas dan satu luka berat akibat serangan Israel di Lebanon.
-
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam keras serangan yang menyasar pos penjaga perdamaian UNIFIL.
-
Indonesia merupakan kontingen terbesar dengan ribuan prajurit yang bertugas menjaga stabilitas Lebanon.
Lembaga ini dibentuk secara resmi pada 19 Maret 1978 silam melalui kesepakatan Dewan Keamanan PBB.
Landasan operasionalnya merujuk pada Resolusi Nomor 425 dan Nomor 426 yang mengatur kestabilan kawasan Timur Tengah.
Fokus utama dari pembentukan unit ini adalah untuk memantau proses penarikan mundur pasukan Israel dari tanah Lebanon.
Misi besar ini dimulai tepat setelah terjadinya invasi militer yang merenggut banyak nyawa di kawasan tersebut.
Tugas yang diemban oleh para prajurit bukan sekadar berjaga, namun menjaga stabilitas keamanan internasional secara menyeluruh.
Mereka membantu pemerintah Lebanon agar bisa kembali memegang kendali penuh atas kedaulatan wilayah di area konflik.
Deployment atau pengiriman pasukan perdamaian pertama kali dilakukan pada tanggal 23 Maret di tahun 1978.
Meski misi sudah lama berjalan, Indonesia baru mulai mengirimkan bantuan militer secara intensif sejak tahun 2006.
Tentara kita dikenal dengan sebutan Kontingen Garuda atau Konga yang tergabung dalam struktur organisasi UNIFIL.
Reputasi TNI dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan memang sangat diakui oleh komunitas global secara luas.
Saat ini diperkirakan ada sekitar 10.000 personel dari 49 negara berbeda yang bertugas menjaga perdamaian di sana.
Dari puluhan negara tersebut, Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang pasukan terbesar bagi misi PBB ini.
Data resmi menyebutkan bahwa kekuatan personel Indonesia pernah mencapai angka 1.232 prajurit dalam satu periode.
Kementerian Luar Negeri mencatat pada tahun 2023 saja terdapat 1.090 tentara Indonesia yang bersiaga di perbatasan.
Pengabdian para prajurit ini menjadi bukti nyata peran aktif Indonesia dalam melaksanakan ketertiban dunia sesuai mandat konstitusi.