- Dandim 0731/Kulon Progo mengonfirmasi gugurnya Praka Farizal Romadhon saat misi perdamaian di Lebanon.
- Praka Farizal Romadhon, kelahiran Kulon Progo, bertugas di Yonif 113/JS Kodam Iskandar Muda.
- Jenazah prajurit masih di Lebanon menunggu koordinasi, dan rencananya dimakamkan secara militer di Lendah.
Suara.com - Komandan Kodim (Dandim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, mengonfirmasi kabar duka gugurnya seorang prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
Prajurit tersebut adalah Praka Farizal Romadhon, putra asli Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tepatnya dari wilayah Lendah.
“Nggih, nggih, leres (iya, benar). Tiyang (warga) Kulon Progo betul,” ujar Dyan saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).
Diketahui, Praka Farizal Romadhon yang lahir di Kulon Progo pada 3 Januari 1998 merupakan anggota TNI dengan jabatan Taban Provost 1 Ru Provost Kima (Kompi Markas) di kesatuan Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda.
Hingga kini, pihak Kodim 0731/Kulon Progo masih memantau perkembangan situasi dan belum dapat merinci kronologi pasti gugurnya almarhum. Namun dipastikan, Praka Farizal gugur saat menjalankan tugas negara dalam misi internasional.
“Yang jelas sedang Satgas, yang bersangkutan sedang Satgas, masuk dalam misi perdamaian. Karena statusnya sedang melaksanakan Satgas, maka yang bersangkutan gugur dalam menjalankan tugas,” jelasnya.
Terkait pemulangan jenazah, Dandim menyebut saat ini almarhum masih berada di Lebanon. Pihak TNI di Indonesia masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari satuan tugas di lokasi.
“Jenazah almarhum juga masih di Lebanon saat ini. Menunggu konfirmasi dari pihak Satgas di sana,” katanya.
Setibanya di kampung halaman di wilayah Lendah, Kulon Progo, almarhum rencananya akan dimakamkan dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir.
“Iya, betul. Karena almarhum gugur, maka akan dilaksanakan upacara pemakaman militer,” tegasnya.
Sementara itu, Dukuh Ledok, Sidorejo, Kapanewon Lendah, Wakidi, menyebut Farizal merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Ia dikenal sebagai pribadi yang baik dan aktif di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kehidupannya di rumah baik-baik saja. Ada kegiatan apa pun selalu ikut dan mendukung. Kalau ada kegiatan pemuda, dia sering membantu,” ujar Wakidi.