Sampah Setinggi 4 Meter Kepung TPS Rawadas, Warga Desak Tambahan Truk: 'Kasihan Masyarakat'

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:12 WIB
Sampah Setinggi 4 Meter Kepung TPS Rawadas, Warga Desak Tambahan Truk: 'Kasihan Masyarakat'
Tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rawadas, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, memenuhi akses jalan, Selasa (31/3/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
baca 10 detik
  • TPS Rawadas Jakarta Timur mengalami penumpukan sampah tinggi akibat keterbatasan armada pengangkut sejak menjelang Lebaran.
  • Warga Pondok Kopi mendesak penambahan truk pengangkut sebab kondisi sampah mengganggu kenyamanan dan kesehatan.
  • Krisis diakibatkan kendala teknis TPST Bantargebang membuat truk tidak dapat membuang muatan, lalu kembali tanpa menjemput.

Suara.com - Bau menyengat dan pemandangan tumpukan sampah setinggi empat meter menghantui warga di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rawadas, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kondisi yang kian memprihatinkan ini memicu desakan dari warga agar pemerintah segera menambah armada truk pengangkut sampah.

Volume sampah yang terus membengkak sejak menjelang Lebaran hingga kini belum tertangani secara maksimal.

Akibatnya, lingkungan sekitar menjadi tidak nyaman dan warga mulai mengeluhkan dampak kesehatan.

Petugas sampah lingkungan setempat, Manap, mengungkapkan bahwa keterbatasan armada menjadi sandungan utama dalam membersihkan gunung sampah tersebut.

"Kami berharapnya minimal ada dua truk pengangkut, supaya sampah bisa langsung dibawa semua dan tidak ada yang menumpuk lama," kata Manap saat ditemui di TPS Rawadas, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026).

Menurut Manap, volume sampah yang ada saat ini setara dengan tiga muatan truk penuh. Namun kenyataannya, hanya satu truk yang datang beroperasi, sehingga sisa sampah terus mengendap dan membusuk.

"Baru satu yang diangkut, sisanya masih nunggu. Kita juga kurang tahu kapan datang lagi dari dinas," papar Manap.

Kondisi ini membuat warga geram. Keluhan demi keluhan terus mendarat di telinga para petugas di lapangan setiap harinya.

baca juga

"Warga pada komplain karena sampah numpuk. Kita juga tidak bisa berbuat banyak karena mobilnya terbatas," ujar Manap mengeluh.

Ia menegaskan, penambahan armada adalah solusi mutlak yang tidak bisa ditunda lagi.

"Harus ditambah armada. Kalau tidak, menumpuk terus, kasihan warga, merasa gak nyaman," tegasnya.

Krisis Pengangkutan dan Kendala di Bantargebang

Krisis sampah di TPS Rawadas ini memuncak pada Senin kemarin, di mana tumpukan sampah meluber hingga ke pinggir jalan.

Di area dalam, ketinggian sampah mencapai tiga hingga empat meter, sementara di sisi jalan mencapai sekitar dua meter.

Ketua RW 02 Pondok Kopi, Ninu Hadi Purwanto, menjelaskan bahwa mandeknya pengangkutan ini disebabkan oleh kendala teknis di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Hari ini menumpuk seperti ini karena tidak ada truk yang merapat ke TPS, sehingga sampah menumpuk hingga setinggi dua sampai empat meter," kata Ninu Hadi Purwanto, Selasa.

Hadi menyebutkan, distribusi sampah dari warga ke TPS tetap berjalan normal demi menjaga kebersihan lingkungan perumahan. Namun, masalah besar muncul saat sampah-sampah tersebut harus dikirim ke Bantargebang.

Sejumlah truk yang sudah bermuatan penuh dikabarkan tidak bisa langsung membuang muatannya di Bantargebang, sehingga terpaksa kembali ke pool dinas dalam kondisi tetap terisi.

Akibatnya, truk tidak bisa menjemput sampah baru di TPS-TPS seperti Rawadas.

Warga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius dan tindakan cepat. Jika tidak segera diatasi, gunung sampah di Rawadas bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga menjadi bom waktu bagi kesehatan masyarakat sekitar. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sampah Menggunung di TPS Rawadas, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Akses Terganggu

Sampah Menggunung di TPS Rawadas, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Akses Terganggu

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:52 WIB

Bantargebang Sudah Kritis, Pramono Anung Bakal Sanksi Warga Jakarta yang Tak Pilah Sampah

Bantargebang Sudah Kritis, Pramono Anung Bakal Sanksi Warga Jakarta yang Tak Pilah Sampah

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:56 WIB

Bantargebang Sudah Sesak, DPRD DKI Minta Pasar Jaya Percepat Pengolahan Sampah Mandiri

Bantargebang Sudah Sesak, DPRD DKI Minta Pasar Jaya Percepat Pengolahan Sampah Mandiri

News | Sabtu, 14 Maret 2026 | 22:02 WIB

Jakarta Darurat Sampah

Jakarta Darurat Sampah

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 17:11 WIB

Sampah Bantargebang Memakan Korban: Jangan Sampai Kita Jadi 'Target' Berikutnya Gara-Gara Plastik

Sampah Bantargebang Memakan Korban: Jangan Sampai Kita Jadi 'Target' Berikutnya Gara-Gara Plastik

Your Say | Kamis, 12 Maret 2026 | 12:57 WIB

Terkini

PALHI Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi PT TPL, Minta Big Boss Diperiksa

PALHI Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi PT TPL, Minta Big Boss Diperiksa

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:46 WIB

KAMMI Tolak Aksi Warga Pati di DPR, Tetap Dukung RUU Perampasan Aset

KAMMI Tolak Aksi Warga Pati di DPR, Tetap Dukung RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga

Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Ada Ancaman Sandera Anggota DPR, Mahasiswa Tolak Rencana Demo AMPB 27 Agustus

Ada Ancaman Sandera Anggota DPR, Mahasiswa Tolak Rencana Demo AMPB 27 Agustus

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Praperadilan Febrie, Ahli: TPPU Tak Bisa Berdiri Sendiri, Harus Ada Tindak Pidana Asal

Praperadilan Febrie, Ahli: TPPU Tak Bisa Berdiri Sendiri, Harus Ada Tindak Pidana Asal

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:20 WIB

BNI wondrX 2026 Hadirkan Solusi Traveling Lengkap, Dari Tiket Hingga Visa Dalam Satu Zona Travel

BNI wondrX 2026 Hadirkan Solusi Traveling Lengkap, Dari Tiket Hingga Visa Dalam Satu Zona Travel

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Serunya Berburu Mainan di Pameran IBTE 2026 Jakarta

Serunya Berburu Mainan di Pameran IBTE 2026 Jakarta

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:13 WIB

QLola by BRI Hadirkan Pengalaman Baru untuk Perkuat Layanan Digital Bisnis

QLola by BRI Hadirkan Pengalaman Baru untuk Perkuat Layanan Digital Bisnis

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Musim Kemarau Ekstrem, Kilang Plaju Salurkan Bantuan Logistik untuk Petugas BPBD Sumsel

Musim Kemarau Ekstrem, Kilang Plaju Salurkan Bantuan Logistik untuk Petugas BPBD Sumsel

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Dokter Gigi Ini Ubah Konsep Klinik untuk Bikin Pasien Lebih Nyaman

Dokter Gigi Ini Ubah Konsep Klinik untuk Bikin Pasien Lebih Nyaman

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:03 WIB

×