Indonesia Berduka Nama Personel UNIFIL yang Tewas Dibacakan Lantang di Depan Dewan Keamanan PBB

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 01 April 2026 | 09:50 WIB
Indonesia Berduka Nama Personel UNIFIL yang Tewas Dibacakan Lantang di Depan Dewan Keamanan PBB
Tiga prajurit TNI gugur akibat serangan ledakan saat menjalankan misi UNIFIL di Lebanon.
  • Tiga prajurit TNI gugur akibat serangan ledakan saat menjalankan misi UNIFIL di Lebanon.

  • Wakil RI membacakan nama para korban di depan sidang darurat Dewan Keamanan PBB.

  • Indonesia mengutuk keras serangan tersebut dan menuntut perawatan maksimal bagi korban luka.

Suara.com - Duka mendalam menyelimuti bangsa Indonesia saat identitas para pasukan perdamaian PBB yang gugur diungkap ke publik.

Momentum emosional ini terjadi ketika perwakilan diplomatik Indonesia berbicara di tengah forum tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kejadian tersebut berlangsung dalam agenda rapat darurat yang digelar oleh Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa kemarin.

Umar Hadi selaku Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB memberikan penghormatan terakhir secara simbolis di New York.

Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi para pahlawan yang kehilangan nyawa saat menjalankan misi kemanusiaan.

Penghormatan di Ruang Sidang PBB

Di hadapan para delegasi internasional termasuk perwakilan dari Israel, nama-nama prajurit kebanggaan Indonesia tersebut dibacakan.

"Izinkan saya memulai dengan menghormati kenangan para prajurit perdamaian yang gugur dengan menyebutkan nama-nama mereka di Ruang Sidang yang Terhormat ini," kata Hadi.

Ketiga personel yang telah berpulang tersebut memiliki rekam jejak pengabdian yang sangat luar biasa di zona konflik.

Mereka adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar yang menghembuskan napas terakhirnya pada usia ke-33 tahun.

Kemudian ada Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan yang masih sangat muda yakni berusia 25 tahun.

Rincian Lokasi Kejadian di Lebanon

Prajurit ketiga yang turut menjadi korban dalam misi ini adalah Kopral Farizal Rhomadhon yang berusia 27 tahun.

Sosok Farizal diketahui sedang bertugas mengamankan pos Indonesia yang terletak di kawasan strategis Adchit Al Qusayr.

Sementara itu dua rekannya yakni Zulmi dan Ichwan kehilangan nyawa saat sedang mengawal konvoi logistik penting.

Peristiwa tragis yang menimpa mereka terjadi di wilayah Bani Hayyan saat serangan mendadak menghantam rombongan tersebut.

Pemerintah Indonesia secara tegas menyatakan bahwa aksi pembunuhan terhadap personel keamanan internasional tidak bisa dimaafkan.

Simbol Harapan yang Terluka

"Ini adalah kerugian besar bagi Indonesia. Ini juga merupakan kerugian besar bagi kita semua, bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa, bagi Dewan ini, dan bagi setiap komunitas yang memandang pasukan penjaga perdamaian sebagai simbol harapan dan pemulihan," imbuh dia.

Selain merenggut tiga nyawa, insiden tersebut juga menyebabkan lima anggota militer Indonesia lainnya mengalami luka-luka.

Daftar prajurit yang terluka mencakup Kapten Sultan Wiryan Maulana serta Kopral Rico Pramudia yang tengah dirawat.

Kopral Arif Kurniawan, Kopral Bayu Prakoso, dan Kadet Denny Rianto juga masuk dalam daftar korban luka.

Rangkaian serangan di Lebanon Selatan ini terjadi secara beruntun hanya dalam kurun waktu dua hari saja.

Kronologi Serangan Dua Hari Berturut-turut

Ledakan mematikan di sekitar wilayah Bani Hayyan terjadi pada hari Senin tanggal 30 Maret tahun 2026.

Insiden tersebut menewaskan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar serta Sertu Muhammad Nur Ichwan di lokasi kejadian.

Sehari sebelumnya pada tanggal 29 Maret, maut lebih dulu menjemput Kopral Farizal Rhomadhon di medan tugas.

Farizal tewas setelah proyektil ledakan menghantam area di sekitar tempatnya berjaga di wilayah Adchit Al Qusayr.

Indonesia menggunakan forum resmi PBB tersebut untuk menyuarakan kecaman paling keras atas tindakan kekerasan tersebut.

Tuntutan Tegas Pemerintah Indonesia

"Indonesia mengutuk keras serangan keji terhadap para pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di UNIFIL pada tanggal 29 dan 30 Maret 2026," kata dia.

Diplomasi Indonesia kini mendesak adanya jaminan keamanan penuh bagi seluruh personel yang masih berada di lapangan.

Pemerintah meminta semua pihak berwenang untuk memfasilitasi proses pemulangan jenazah para korban secara cepat.

Proses repatriasi ini harus dilakukan dengan standar keamanan tinggi dan tetap menjaga martabat para prajurit TNI.

Bagi lima personel yang terluka, Indonesia menuntut adanya akses layanan medis yang paling komprehensif dan terbaik.

Hal ini bertujuan agar seluruh korban luka dapat segera pulih dan mendapatkan perawatan intensif pasca trauma ledakan.

Komitmen Indonesia dalam misi perdamaian dunia tetap kokoh meski harus dibayar dengan pengorbanan nyawa prajurit.

Kini dunia menanti langkah nyata dari Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan kekerasan di wilayah perbatasan Lebanon.

Kepergian para ksatria ini menjadi pengingat betapa tingginya risiko yang dihadapi pasukan UNIFIL di daerah konflik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumah Praka Farizal Dipenuhi Karangan Bunga Dukacita

Rumah Praka Farizal Dipenuhi Karangan Bunga Dukacita

Foto | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:46 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat DK

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat DK

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:18 WIB

Israel Respon 3 TNI Tewas Kena Ledakan di Lebanon

Israel Respon 3 TNI Tewas Kena Ledakan di Lebanon

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:15 WIB

Terkini

Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar

Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:50 WIB

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:40 WIB

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:38 WIB

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:30 WIB

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:29 WIB

Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang

Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:07 WIB

Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?

Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:59 WIB

Perkuat Ekonomi Rakyat, Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih: Ini Hari yang Penting!

Perkuat Ekonomi Rakyat, Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih: Ini Hari yang Penting!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:52 WIB

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, DPR: Indonesia Darurat Perlindungan Anak di Ruang Digital

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, DPR: Indonesia Darurat Perlindungan Anak di Ruang Digital

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:38 WIB

Liburan Berujung Maut! 5 Turis Italia Tewas di Gua Bawah Laut

Liburan Berujung Maut! 5 Turis Italia Tewas di Gua Bawah Laut

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:15 WIB