Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon
Ilustrasi hutan adat. Foto menunjukkan hutan adat Desa Guguk yang dijaga dan dikelola masyarakat secara baik. FOTO ANTARA/HO/Warsi
  • Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat memperkuat kolaborasi bilateral di bidang kehutanan, investasi karbon, serta konservasi satwa dan lingkungan.
  • Kerja sama ini diwujudkan melalui pengembangan ekonomi karbon, proyek pengelolaan mangrove, serta pertukaran pengetahuan antar tenaga ahli kedua negara.
  • Kedua negara merencanakan program breeding loan komodo dan sister park sebagai upaya memperkuat pengelolaan kawasan konservasi serta riset.

Suara.com - Krisis iklim dan deforestasi masih menjadi tantangan besar yang dihadapi Indonesia, sementara kebutuhan pendanaan untuk solusi berbasis alam terus meningkat.

Di sisi lain, upaya pengelolaan hutan berkelanjutan belum sepenuhnya berjalan optimal tanpa dukungan kolaborasi global. Dalam konteks ini, kerja sama internasional menjadi kunci untuk mempercepat investasi karbon dan konservasi lingkungan.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat untuk mendorong kolaborasi bilateral yang lebih konkret di bidang kehutanan dan iklim, mulai dari upaya pengelolaan hutan berkelanjutan hingga perdagangan karbon.

“Pertemuan (dengan perwakilan pemerintah Jepang) membahas penguatan kerja sama kehutanan, investasi karbon, hingga konservasi satwa, termasuk komodo,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu seperti dikutip dari ANTARA. 

Ilustrasi Emisi Karbon ( freepik/freepik)
Ilustrasi Emisi Karbon ( freepik/freepik)

Adapun penguatan kerja sama bilateral di bidang kehutanan dan iklim tersebut dilakukan Menhut Raja Antoni sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang, pekan ini.

“Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada penguatan kawasan konservasi, pertukaran pengetahuan, serta keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan ekonomi karbon. Indonesia membuka peluang investasi melalui skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan perdagangan karbon sukarela,” ujar Raja Antoni.

Dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang Suzuki Norikazu, Jepang menegaskan Indonesia sebagai mitra strategis di sektor kehutanan.

Dukungan juga diberikan melalui proyek-proyek yang dijalankan bersama Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA), dan penugasan tenaga ahli dari Jepang untuk mendukung pengelolaan mangrove berkelanjutan di Indonesia.

Menhut Raja Antoni pun mendorong agar kerja sama itu ditingkatkan, termasuk dalam pengembangan World Mangrove Center dan implementasi skema Joint Crediting Mechanism (JCM).

“Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi jembatan global dalam upaya rehabilitasi, riset, edukasi, serta inovasi pengelolaan ekosistem mangrove, sekaligus menjadi rujukan internasional dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis alam,” ujar dia.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang Ishihara Hirotaka, ia mengatakan membahas penguatan kerja sama konservasi, termasuk program breeding loan komodo yang bekerja sama dengan Prefektur Shizuoka.

Raja Antoni juga mengusulkan kerja sama sister park antara Fuji-Hakone-Izu National Park dan taman nasional di Indonesia. Skema itu diharapkan memperkuat pengelolaan kawasan konservasi.

Lebih lanjut, dalam pertemuan dengan Menteri Strategi Pertumbuhan Jepang Minoru Kiuchi, kedua negara membahas penguatan kerja sama kehutanan dan konservasi secara lebih luas.

Salah satu yang disorot adalah rencana pengiriman komodo ke Jepang yang disebut memiliki daya tarik tinggi bagi masyarakat setempat.

“Selain itu, kedua pihak juga mendorong percepatan implementasi kerja sama karbon melalui skema JCM serta memperkuat kolaborasi antar taman nasional,” kata Raja Antoni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Konsisten Perkuat Operasional Perbankan Hijau dan Tekan Emisi Karbon

BRI Konsisten Perkuat Operasional Perbankan Hijau dan Tekan Emisi Karbon

Bri | Rabu, 01 April 2026 | 14:11 WIB

Tumbangkan Inggris di Wembley, Jepang Kian Percaya Diri Menuju Piala Dunia 2026

Tumbangkan Inggris di Wembley, Jepang Kian Percaya Diri Menuju Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 13:43 WIB

Bukti Timnas Indonesia Sudah Naik Level di Bawah Arahan John Herdman di Bongkar Calvin Verdonk

Bukti Timnas Indonesia Sudah Naik Level di Bawah Arahan John Herdman di Bongkar Calvin Verdonk

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 13:36 WIB

Terkini

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:27 WIB

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:05 WIB

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:27 WIB

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:15 WIB

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:15 WIB

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:15 WIB

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:04 WIB

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:05 WIB