Selat Hormuz Dibuka Gratis untuk Kapal Malaysia

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 03 April 2026 | 07:01 WIB
Selat Hormuz Dibuka Gratis untuk Kapal Malaysia
Selat Hormuz
baca 10 detik
  • Iran membebaskan biaya transit Selat Hormuz bagi kapal Malaysia sebagai tanda persahabatan.

  • Kapal milik Pertamina Indonesia juga mendapatkan pertimbangan positif keamanan untuk melintasi wilayah konflik.

  • Pembatasan Selat Hormuz hanya berlaku bagi negara yang menyerang atau memusuhi kedaulatan Iran.

Suara.com - Pemerintah Iran secara resmi memberikan lampu hijau bagi armada laut Malaysia untuk melintasi kawasan Selat Hormuz.

Izin istimewa ini diberikan tanpa membebankan biaya transit sepeser pun kepada kapal-kapal milik Negeri Jiran tersebut.

Kebijakan ini muncul di tengah ketegangan tinggi akibat blokade jalur yang dilakukan Teheran pasca serangan militer.

Aksi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari memicu pengetatan di jalur tersebut.

Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, mengonfirmasi bahwa armada mereka tidak akan menghadapi tambahan biaya operasional.

Anthony menjelaskan bahwa kebijakan serupa juga diterapkan Iran terhadap kapal-kapal yang berasal dari Tiongkok.

Ia menekankan bahwa dasar dari pemberian fasilitas gratis ini adalah kedekatan diplomatik yang sangat kuat.

"Dubes Iran telah mengatakan tidak ada biaya yang dikenakan terhadap kapal-kapal China," ucap Anthony.

Pernyataan tersebut disampaikan Anthony saat memberikan keterangan kepada media internasional pada penghujung Maret ini.

baca juga

Dirinya meyakini bahwa kerja sama ini mencerminkan rasa saling percaya antara kedua pemerintahan tersebut.

"Kami bersahabat. Kami memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah Iran," paparnya menambahkan.

Informasi krusial mengenai kelonggaran akses ini pertama kali diungkapkan oleh Duta Besar Iran untuk Malaysia.

Mohammadi Valiollah Nasrabadi memberikan penjelasan rinci saat diwawancarai oleh awak media lokal di Kuala Lumpur.

Nasrabadi mengaku telah menerima permintaan khusus dari pihak Kementerian Luar Negeri Malaysia mengenai nasib kapal mereka.

Sejumlah armada Malaysia memang diketahui sedang berada di kawasan Teluk Persia dan membutuhkan akses keluar.

Pemerintah Iran telah melakukan peninjauan mendalam terhadap permohonan yang diajukan oleh pihak berwenang Malaysia.

Hasilnya, otoritas Teheran memastikan bahwa kapal-kapal tersebut akan segera diizinkan untuk melanjutkan perjalanan mereka.

"Kami menerima informasi dari Menteri Luar Negeri Malaysia sejumlah kapal Malaysia ada di Teluk Persia dan ingin melintas," kata dia.

Bagi Iran, memfasilitasi pergerakan kapal dari negara yang dianggap rekan bukanlah sebuah kendala yang berarti.

Hubungan bilateral yang harmonis menjadi kunci utama di balik keputusan strategis yang diambil oleh Iran.

"Itu bukan masalah, sebagai negara sahabat Malaysia, dan negara-negara sahabat bisa melewati selat," ungkap dia.

Nasrabadi juga memberikan jawaban tegas ketika ditanya mengenai aspek finansial dari izin transit tersebut.

Pihaknya menjamin tidak akan ada penarikan biaya apa pun bagi kapal Malaysia yang melakukan transit.

"Tentu (bebas biaya). Kami tidak akan mengenai biaya," ujar dia.

Penjelasan ini memberikan kepastian hukum dan ekonomi bagi perusahaan pelayaran yang armadanya tertahan di sana.

Nasrabadi kemudian meluruskan persepsi dunia mengenai status penutupan Selat Hormuz yang menjadi perbincangan hangat.

Ia membantah bahwa jalur perdagangan dunia tersebut ditutup secara total untuk seluruh aktivitas pelayaran internasional.

Menurutnya, pihak Iran hanya memberlakukan pembatasan ketat bagi negara-negara tertentu yang dianggap sebagai ancaman.

"Jika Anda menyerang Iran, Anda tak bisa memakai selat ini. Tapi, kita tidak menutup," imbuh Dubes Iran ini.

Setidaknya terdapat tujuh unit kapal berbendera Malaysia yang sempat menunggu kepastian untuk bisa melintas.

Kondisi keamanan di Selat Hormuz juga berdampak pada dua kapal milik Pertamina, yakni Pride dan Gamsunoro.

Hingga saat ini, kedua kapal berukuran besar tersebut masih terpantau berada di perairan Teluk Arab.

Pihak Pertamina International Shipping terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak berwenang guna mencari solusi terbaik.

Vega Pita selaku perwakilan manajemen menyatakan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia terus berjalan secara berkala.

Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh kru yang berada di atas kapal tersebut.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa seluruh awak kapal dalam kondisi sehat dan logistik mereka masih mencukupi.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga telah mendapatkan sinyal positif dari pihak Teheran.

Vahd Nabyl mengonfirmasi bahwa Iran memberikan pertimbangan baik terhadap permohonan perlindungan kapal milik Indonesia.

Namun, masih ada beberapa prosedur teknis yang harus diselesaikan oleh Pertamina sebelum kapal diberangkatkan.

Langkah selanjutnya mencakup verifikasi asuransi serta kesiapan mental dan fisik dari seluruh personel kapal.

Hal ini penting dilakukan mengingat situasi di wilayah tersebut masih sangat dinamis dan sulit diprediksi.

KBRI Tehran terus mengawal proses ini agar tidak terjadi kesalahan komunikasi saat kapal mulai bergerak.

Posisi Selat Hormuz menjadi sangat vital karena fungsinya sebagai urat nadi distribusi energi global dunia.

Ketegangan meningkat drastis sejak serangan balasan Iran terhadap Israel dan aset militer Amerika Serikat.

Blokade atau pembatasan di selat tersebut digunakan Iran sebagai instrumen tekanan terhadap pihak-pihak yang memusuhi mereka.

Dunia internasional kini terus memantau setiap perkembangan yang terjadi di jalur sempit namun strategis tersebut.

Bagi negara sahabat seperti Malaysia dan Indonesia, jalur diplomasi menjadi kunci keselamatan di tengah badai konflik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Media Malaysia Ikut Soroti Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Media Malaysia Ikut Soroti Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 17:30 WIB

Jomplang Banget! Beda Jatah BBM Subsidi di Indonesia dan Malaysia

Jomplang Banget! Beda Jatah BBM Subsidi di Indonesia dan Malaysia

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Entertainment | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Sedang Ibadah Umrah, Pelantikan Irjen Dadang Hartanto Sebagai Kapolda Metro Jaya Ditunda

Sedang Ibadah Umrah, Pelantikan Irjen Dadang Hartanto Sebagai Kapolda Metro Jaya Ditunda

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapolri Suyudi Tancap Gas, 27 Pejabat Polri Resmi Bergeser Malam Ini

Kapolri Suyudi Tancap Gas, 27 Pejabat Polri Resmi Bergeser Malam Ini

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:50 WIB

Sambangi Kediaman Kapolri Suyudi, Komisi III DPR Titip Pesan: Benahi Oknum Arogan

Sambangi Kediaman Kapolri Suyudi, Komisi III DPR Titip Pesan: Benahi Oknum Arogan

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×