Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik

Bangun Santoso

Jum'at, 03 April 2026 | 13:20 WIB
Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik
Jaksa Agung AS Pam Bondi yang baru saja dipecat Donald Trump. (Wikipedia)
baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump resmi memberhentikan Pam Bondi dari jabatan Jaksa Agung Amerika Serikat karena dianggap gagal memenuhi ekspektasi.
  • Pergantian posisi tersebut dilakukan setelah adanya kekecewaan Trump terkait penanganan dokumen skandal Jeffrey Epstein yang berdampak politik.
  • Wakil Jaksa Agung Todd Blanche ditunjuk sebagai pejabat sementara sementara Kongres tetap memanggil Bondi untuk memberikan keterangan saksi.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mengejutkan memberhentikan Jaksa Agung Pam Bondi dari jabatannya. Keputusan ini memicu perhatian besar karena Bondi dikenal sebagai loyalis setia Trump di pemerintahan.

Namun, di balik kedekatan tersebut, Bondi dinilai gagal memenuhi ekspektasi Trump yang berfokus pada penuntutan hukum terhadap lawan-lawan politiknya.

Selain itu, Trump dilaporkan merasa frustrasi dengan cara Bondi menangani rilis dokumen sensitif terkait skandal seks Jeffrey Epstein yang memiliki dampak politik besar.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Donald Trump memberikan pernyataan resmi terkait pergantian kepemimpinan di Kementerian Kehakiman tersebut.

Trump menulis, "Pam Bondi adalah Patriot AS yang Hebat dan teman setia, yang dengan setia melayani sebagai Jaksa Agung saya selama setahun terakhir. Pam melakukan pekerjaan luar biasa dalam mengawasi penindakan besar terhadap kejahatan di seluruh negara kita, dengan angka pembunuhan turun ke tingkat terendah sejak tahun 1900. Kami mencintai Pam, dan ia akan beralih ke pekerjaan baru yang sangat dibutuhkan dan penting di sektor swasta, yang akan diumumkan pada tanggal mendatang."

Sebagai langkah transisi, Trump telah menunjuk Wakil Jaksa Agung Todd Blanche untuk menjabat sebagai jaksa agung sementara.

Di saat yang sama, nama Lee Zeldin mulai mencuat sebagai kandidat kuat pengganti tetap Bondi. Zeldin merupakan mantan anggota Kongres dari New York yang saat ini menjabat sebagai pimpinan Badan Perlindungan Lingkungan (EPA).

Pam Bondi sendiri telah memberikan tanggapan mengenai pengunduran dirinya dari kabinet. Dalam pernyataannya yang dikutip dari The Guardian, Bondi mengaku sangat senang untuk segera berpindah ke peran baru di sektor swasta.

Ia menambahkan, "Memimpin upaya bersejarah dan sangat sukses Presiden Trump untuk membuat AS lebih aman dan lebih terlindungi merupakan kehormatan seumur hidup dan dengan mudah menjadi tahun pertama paling konsekuensial dalam sejarah Kementerian Kehakiman AS."

baca juga

Bondi juga menegaskan komitmennya bahwa dalam pekerjaan barunya nanti, ia akan terus berjuang untuk mendukung Trump dan jajaran pemerintahannya.

Selama 14 bulan masa jabatannya, Pam Bondi tercatat melakukan berbagai langkah radikal di Kementerian Kehakiman. Ia memimpin pembersihan besar-besaran terhadap staf karier di kementerian tersebut dan mengalihkan fokus utama penuntutan pidana ke arah kasus-kasus imigrasi.

Selain itu, Bondi menjadi garda terdepan dalam membela berbagai perintah eksekutif Trump yang kerap menghadapi tantangan hukum di pengadilan.

Rekam jejak Bondi yang paling menonjol adalah upayanya memenuhi permintaan terbuka Trump tahun lalu agar jaksa federal mengajukan tuntutan pidana terhadap musuh-musuh pribadinya.

Dalam kurun waktu tiga minggu setelah permintaan tersebut, jaksa federal di bawah arahan Bondi mendakwa mantan Direktur FBI James Comey serta Jaksa Agung New York Letitia James.

Tidak berhenti di situ, jaksa federal pada masa jabatan Bondi juga mendakwa John Bolton, mantan penasihat keamanan nasional Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit

Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:10 WIB

Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran

Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:01 WIB

Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:52 WIB

Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran

Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:32 WIB

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:19 WIB

Donald Trump Desak NATO Kirim Kapal ke Selat Hormuz

Donald Trump Desak NATO Kirim Kapal ke Selat Hormuz

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:13 WIB

Nekat Mau Bunuh Donald Trump Sampai Rata dengan Tanah, Pria Massachusetts Ini Akhirnya Ditangkap

Nekat Mau Bunuh Donald Trump Sampai Rata dengan Tanah, Pria Massachusetts Ini Akhirnya Ditangkap

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:13 WIB

Terkini

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:42 WIB

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:59 WIB

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:54 WIB

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

×